Home / Fokus Redaksi / Bus Masuk Jurang, 18 Orang Dievakuasi dan 6 Orang Dikabarkan Tewas
Istimewa

Bus Masuk Jurang, 18 Orang Dievakuasi dan 6 Orang Dikabarkan Tewas

TOBASA, Waspada.co.id – Bus yang membawa rombongan dalam perjalanan menghadiri pesta pernikahan masuk jurang sedalam 30 meter di Jembatan Sipegepege, Desa Lumban Rau Timur, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (18/8).

Informasi yang diperoleh Waspada Online, peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.00 WIB, ada empat bus yang membawa rombongan saling beriringan dari Medan menuju Sipange, Nassau hendak menghadiri pesta. Diperkirakan jarak tempuh yang tinggal 10 km dari tempat tujuan, bus malah masuk jurang sedalam 30 meter.

Diduga sopir yang membawa bus naas tersebut tidak hafal dengan kondisi jalan yang menurun. Bus tersebut melaju kencang hingga tidak bisa mengendalikan bus yang dikemudikan akhirnya menabrak pohon dan plang jalan sesaat sebelum masuk jurang sedalam 30 meter. Akibatnya bus tersebut ringsek dan dikabarkan dua orang telah meninggal dunia dibawa ke rumah sakit. Begitu juga sopirnya diperkirakan meninggal dunia.

Bupati Tobasa, Ir Darwin Siagian, saat dikonfirmasi wartawan, menyebutkan sampai sekarang yang berhasil dievakuasi masih 18 orang. Di dalam bus masih ada korban 4 orang dengan posisi terjepit, yang diduga sudah meninggal. Sementara dua orang lagi dikabar sudah tewas dibawa ke rumah sakit. Namun informasi dari keluarga korban, ada 26 orang penumpang di dalam bus tersebut.

“Untuk mengevakuasi korban yang jatuh 30 meter di bawah jembatan, sangat sulit. Kondisi mobil terjepit dalam celah batu. Beberapa kali ditarik pakai alat berat, belum berhasil,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Tobasa, AKBP Elvianus Laoli, menyebutkan informasi yang dihimpun dari korban selamat, diduga ada korban yang hanyut saat keluar dari bus.

“Ada yangg keluar saat kejadian. Namun tergelincir dan terbawa arus. Kita sudah lakukan pencarian, dan pasang jaring, namun belum ditemukan,” ujarnya.

Terkait penyebab kejadian, menurut Kapolres masih dalam penyelidikan. “Belum kita ketahui secara pasti. Sementara kejadian itu diduga akibat medan jalan yang curam dan bertikungan,” jelasnya.

Terkait sopir yang mengangkut rombongan itu, menurutnya belum berhasil diidentifikasi.

“Ada kemungkinan, sopir adalah korban yang belum berhasil dievakuasi dari dalam mobil,” tuturnya sambari menyebutkan bahwa upaya evakuasi masih terus dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, evakuasi bus masih dilakukan dengan menggunakan alat berat. Sementara jumlah pasti penumpang bus tersebut masih simpang siur.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Prananda Paloh dan Martin Manurung Tabur 30 Ribu Benih Ikan ke Danau Toba

TOBASA, WOL – Setelah penyerahan kaki palsu dan meresmikan Martin Manurung Centre (MMC) di Kecamatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: