_
Home / Sumut / Bupati & Tokoh Adat Madina Upah-upah Dzulmi Eldin
WOL Photo

Bupati & Tokoh Adat Madina Upah-upah Dzulmi Eldin

PANYABUNGAN, WOL – Bupati Mandailing Natal (Madina), Drs H Dahlan Hasan Nasution beserta tokoh adat setempat mengupah-upah Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Jalan Lintas Sumatera Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina.

Selain sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan, upah-upah juga diadakan karena Eldin memiliki darah Madina dari almarhumah ibunya yang bermarga Lubis.

Prosesi upah-upah yang dipimpin langsung tokoh adat Madina ini digelar dalam acara silaturahmi Wali Kota Medan dengan Pemerintah dan Masyarakat Madina. Selain Wali Kota, putra tertuanya T Edriansyah Rendi SH yang turut mendampingi dalam acara silaturahmi juga ikut diupah-upah. Melalui upah-upah yang dilakukan itu, Eldin diharapkan selalu diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga mampu menjalankan roda pemerintahan di Kota Medan serta terhindar dari segala bentuk bencana.

Upah-upah diawali dengan pembacaan shalawat nabi oleh Bayo Datok Pengupah. Setelah itu prosesi upah-supah dijalankan sesuai dengan kebiasaan adat Madina selama ini. Selain Bupati Madina, upah-upah turut juga dihadiri Wakil Bupati Madina H Imron Lubis Spd MM, Wakapolres Madina Kompol Nurhakim, Kepala BNN Madina AKBP Edi Maskuri, tokoh agama, alim-ulama, tokoh masyarakat serta pimpinan SKPD Pemkab Madina.

Menurut Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution, upah-upah dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas kedatangan Wali Kota Medan beserta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan. Apalagi mantan Sekda Kota Medan itu ternyata memiliki darah Madina, sebab leluhur (ompungnya) Eldin dari almarhumah ibunya asli orang Madina dan termasuk yang membuka Desa Ampung Siala Muarasoma, Kecamatan Batang Natal.

“Melalui upah-upah ini, kita bermohon kepada Allah SWT semoga kiranya WaliKota Medan selalu dilindungi dan terus diberi kekuatan dan kesehatan sehingga Kota Medan yang dipimpinnya semakin maju lagi ke depannya dan terhindar dari segala macam bencana. Upah-upah ini kita lakukan karena Pak Eldin ternyata memiliki darah Madina. Untuk itu saya mengajak seluruh warga Madina yang ada di Kota Medan untuk mendukung seluruh program pembangunan yang dijalankan Pak Eldin,” kata Bupati Madina, Jumat (05/6).

Apalagi selama Eldin memimpin Kota Medan kata Dahlan, 11 dari 37 SKPD yang ada di lingkungan Pemko Medan merupakan putra asli Madina. Itu membuktikan Wali Kota Medan sangat peduli dan perhatian dengan warga Madina.

“Artinya, darah Madina yang mengalir di tubuh Pak Eldin masih sangat kuat dan beliau pun masih  merasakan dibesarkan dengan bulung gadung (daun ubi). Untuk itu mari kita doakan agar Pak Eldin berhasil memimpin di Kota Medan,” ungkapnya.

Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi atas nama pribadi dan Pemko Medan mengucapkan terima kasih atas upah-upah yang dilakukan terhadap dirinya dan putranya tersebut. Dia mengaku tidak menyangka dengan upah-upah ini, sebab kunjungan yang dilakukan ini murni untuk menjalin silaturahmi dengan pemerintah dan masyarakat Madina.

Diungkapkan Wali Kota, dirinya sudah lama ingin sekali mengunjungi kampung halaman almarhumah ibundanya tercinta. Apalagi semasa masih hidup, ibundanya selalu mengingatkan agar dirinya dapat meluangkan waktu untuk mengunjungi Madina, khususnya Desa Ampung Siala Muarasoma, Kecamatan Batang Pane. Akhirnya keinginan itu terpenuhi, dirinya untuk pertama kali menginjakkan kaki di tanah Madina.

“Alhamdulillah, saya untuk pertama kalinya bisa mengunjungi Madina sampai usia saya sekarang ini. Selain ingin mengunjungi kampung halaman ibu dan menziarahi makam leluhur, saya juga telah diberi kesempatan menziarahi makam pendiri Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Terus terang saya sangat senang sekali bisa melakukannya,” kata Wali Kota.

Selanjutnya Wali Kota mengakui, dirinya tidak bisa terlepas dari darah Madina yang mengalir melalui almarhumah ibundanya. Sebagai contoh dirinya tidak bisa mengendalikan diri ketika menikmati masakan khas daerah ibundanya. Jika sudah menyantap makanan daerah ibunya, Eldin mengaku lupa dengan diet yang tengah dijalankan dan selalu tambah.

Eldin mengaku dirinya benar-benar merasa Mandailing ketika kuliah di Bandung. Kala itu teman-teman kuliahnya kebanyakan orang-orang dari Mandailing, sehingga bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Mandailing. Itu sebabnya meski tidak mahir berbahasa daerah Mandailing namun Eldin tahu arti apa yang diucapkan.

“Untuk itu sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas upah-upah dan penyambutan ini. Tak lupa saya saya menyampaikan salam hormat saya beserta keluarga kepada orang-orang tua kami, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat di seluruh Madina. Mudah-mudahan Madina terus maju dengan  masyarakatnya yang lebih sejahtera pada masa mendatang,” harap Wali Kota.

Usai upah-upah, acara dilanjutkan dengan doa dan silaturahmi. Kemudian Bupati Madina memberikan cindera mata kepada Wali Kota dan Eldin pun membalas dengan memberikan cindera mata. Acara yang berlangsung hampir menjelang tengah malam berjalan dengan penuh kekakraban dan kekeluargaan.

Keesokan harinya, Jumat (5/6), Wali Kota Medan didampingi sejumlah pimpinan SKPD berziarah ke makam leluluhurnya di pemakaman masyarakat di Desa Amoung Siala Muarasoma, Kecamatan Batang Natal atau sekitar 48 km dari Kota Panyabungan. Makam yang iziarahi adalah makam almarhum Lelo Manis Lubis, leluhur Wali Kot dari almarhumah ibundanya yang dikenal sebagai tokoh pembuka Desa Ampung Siala.

Usai berziarah dan berdoa bersama, Wali Kota bersama sang putra kembali diupah-upah oleh tokoh adat Desa Ampung Siala yang dihadiri oleh ratusan warga sekitar. Prosesi upah-upah berjalan dengan penuh khidmat, warga sekitar sangat mengapresiasi upah-upah ini dan mereka berharap agar Wali Kota sering mengunjungi Desa Ampung Siala.

Usai tepung tawar, Wali Kota makan bersama dengan warga sekitar. Setelah itu dilanjutkan dengan silaturahmi. Sebagai ungkapan rasa bahagia kepada warga kampung almarhumah ibundanya, Wali Kota memberikan kain sarung sebagai kenang-kenangan. (wol/data2)

适适

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Anak Menkum HAM Yasonna Laoly Akan Kembali Diperiksa KPK Pekan Depan

JAKARTA, Waspada.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan putra Menteri Hukum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.