Home / Sumut / BI Sumut Kembangkan Klaster Padi Organik di Binjai
Foto: Waspada.co.id

BI Sumut Kembangkan Klaster Padi Organik di Binjai

BINJAI, Waspada.co.id – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara kembangkan Klaster Padi Organik di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Medan, Jumat (31/8).

Melalui Pelatihan Budidaya Padi serta Pengelolahan Pupuk Organik Berbasis MA-11 Binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, para petani padi diharapkan mampu menghasilkan beras organik berkualitas.

Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Hilman Tisnawan mengatakan pengembangan klaster pertanian padi organik bertujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian sehingga tercapai kemandirian pangan.

“Dan saat ini kebutuhan hasil pertanian dan peternakan meningkat, namun kita masih impor. Tentu dengan banyak cluster pertanian, kedepannya bisa mengurangi itu, jadi ini yang ingin kita sumbangkan untuk meningkatkan hasil pertanian di Sumatera Utara salah satunya Kota Binjai,” tuturnya.

Bank Indonesia terus berupaya untuk mendorong para petani untuk bisa memanfaatkan dan memahami budidaya padi organik dan pengelolahan pupuk organik dengan baik dalam menghasilkan produktifitas yang berkualitas.

“Selain mendorong taraf perekonomian masyarakat yang sejahtera dan membaik, ini juga untuk memacu inflasi yang terkendali karena kestabilan harga,” ucap Hilman.

Dikesempatan yang sama, Wali Kota Binjai, Idaham sangat mengapresiasi Bank Indonesia dalam mendorong para kelompok tani di Kota Binjai melalui pelatihan Budidaya Padi Organisasi serta Pengelolahan Pupuk Organik Berbasis MA-11 pada kelompok Harapan Tani.

“Tentunya ini menjadi kesempatan buat para petani dalam membudidayakan padi organik yang berkualitas dan memiliki daya jual yang tinggi, agar kesejahteraan para petani semakin membaik,” ungkapnya.

Karena Pemerintah Binjai juga mengharapkan masyarakat jangan hanya jual gabah tapi juga jual beras yang memiliki kualitas yang baik.

“Dan pemerintah akan siap mendukung para petani padi, nantinya kita akan kasih subsidi untuk penggilingan pada dan semua di tanggung oleh pemerintah kota,” terang Idaham.

“Selain itu, kita juga akan mengupayakan beras organik ini harus memiliki sertifikasi dan akan menjadi proram pemerintah kota, karena ini menjadi salah satu upaya kita untuk memberikan kesejahteraan masyarakat di Kota Binjai,”pungkasnya.(wol/Eko/data2)

Editor: RIDIN

Check Also

Dana Asing Masuk RI Capai Rp22,9 Triliun

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatatkan hingga 25 Oktober 2018 terjadi arus modal asing atau ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: