Home / Fokus Redaksi / Banjir dan Longsor Terjang Madina, 13 Tewas 10 Hilang
foto: BNPB

Banjir dan Longsor Terjang Madina, 13 Tewas 10 Hilang

NATAL, Waspada.co.id – Banjir dan longsor melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Jumat (12/10) kemarin. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat ada 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang.

Daerah yang terkena banjir adalah Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan, dan Batang Natal. Adapun 11 murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang saat jam belajar.

“Diperkirakan 10 orang hilang. Kejadian berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang madrasah. Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh,” kata Humas BNPB, Sutopo Purwo, Sabtu (13/10).

Sementara itu, dua korban meninggal akibat kendaraan masuk sungai dan hanyut ditemukan. Korban meninggal adalah anggota Polsek dan pegawai PT Bank Sumut. Dua orang berhasil diselamatkan dari kendaraan yang hanyut.

Dampak banjir bandang dan longsor di Madina adalah 17 unit rumah rubuh, lima unit rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis. Delapan titik longsor berada di Kecamatan Batang Natal.

Evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban masih dilakukan. Kondisi medan berat karena desa-desa terdampak berada di pegunungan, pinggir hutan, dan akses sulit dijangkau karena rusak. BPBD Madina, BPBD Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, SAR Daerah, SKPD, PMI, dan relawan menangani darurat bencana.

Bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal selama 12-18 Oktober 2018. Disebutkan, kebutuhan mendesak adalah bahan makanan pokok dan alat berat.

Di Sibolga, hujan juga menyebabkan longsor di beberapa daerah. Longsor menyebabkan empat orang meninggal dunia, satu luka berat, dan tiga luka ringan. Kerugian material meliputi 25 rumah rusak berat, empat unit rumah rusak sedang dan sekitar 100 rumah terendam banjir dengan tinggi 60-80 sentimeter. (wol/aa/okz/data1)

Editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Gubsu Minta Penanganan Banjir di Madina Dilakukan dengan Segera

PANYABUNGAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta agar penanganan banjir dan longsor ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: