Newsticker
WOL / Sumut / Atasi Persoalan Jalan, JR Saragih Patut Diacungi Jempol
WOL Photo
WOL Photo

Atasi Persoalan Jalan, JR Saragih Patut Diacungi Jempol

SIMALUNGUN, WOL – Penyelesaian persoalan jalan di Kabupaten Simalungun di bawah kinerja Bupati Simalungun JR Saragih memang bukan isapan jempol saja. Bahkan, pria kelahiran 10 November 1968 ini telah mendatangi lokasi yang memiliki kondisi jalan yang rusak. Salah satunya mendatangi Tanah Jawa.

Di sana, dirinya berjanji akan melakukan pembenahan jalan. Selain itu, jebolan SMA Ikhlas Prasasti di Kemayoran, Jakarta Pusat ini meminta kepada masyarakat di Kecamatan Tanah Jawa untuk bekerjasama menjaga jalan yang sudah diperbaiki nantinya. Baginya, dana yang digunakan bukan sebatas membenahi jalan saja. Masih banyak yang lebih penting untuk dilakukan termasuk pelayanan kepada masyarakat yang lebih penting nilainya.

“Saya berjanji akan membereskan jalan di Tanah Jawa dan di Kabupaten Simalungun lainnya. Untuk di Tanah Jawa saya gelontorkan uang Rp 5 miliar untuk memperbaiki jalan. Jalan ini sudah akan diperbaiki dalam hitungan 40 hari ke depan. Tetapi, saya minta tolong kerjasama, gotong-royong kepada seluruh masyarakat untuk memblokir, menolak, ataupun bertindak tegas kepada siapapun pengendara yang memiliki tonase berat untuk dilarang dilewati jalan kalian. Jagalah jalan kalian untuk selalu awet, sehingga pembangunan bukan untuk jalan saja,” beber JR Saragih.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Komisi II Bona Rajaguguk mengancungi jempol dengan tindak tegas dari Bupati Simalungun JR Saragih demi menuntaskan persoalan jalan. Baginya, tindak tegas ini bukan semata-mata di atas kertas maupun di perkataan saja. Apalagi, jalan menjadi kebutuhan untuk masyarakat bersama bukan kepentingan pribadi.

“Ini merupakan langkah yang bagus dari JR Saragih. Tentunya, kami dari anggota DPRD sangat mendukung hal ini. Tertibkan semua para pemilik pabrik kelapa sawit, tertibkan pula kendaraan bertonase berat. Karena selama ini, kendaraan beban berat yang melintas melebihi 8 ton. Bahkan, bisa mencapai 15 ton setiap harinya,” ungkapnya saat dihubungi.

Bahkan, anggota DPRD dari partai PKP Indonesia ini menuturkan penertiban kepada kendaraan bertonase berat bukan hanya sekali saja dilakukan melainkan hingga seluruh kendaraan berbeban berat menghilang dari Kabupaten Simalungun.

“Jika kendaraan berbeban berat tetap ingin melintas di Kabupaten Simalungun, maka seluruh pemilik kepala sawit harus membangun jalan juga bukan sebatas merusak saja karena jalan bukan untuk kepentingan kelapa sawit saja melainkan kepentingan bersama,” tutupnya. (wol/data2)

Editor: Agus Utama

Baca Juga

WOL Photo

Gerak Cepat JR Saragih Atasi Tawuran Warga di Dolok Silau

DOLOK SILAU,WOL – Aksi tawuran warga yang terjadi di Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.