Home / Sumut / Ada Oknum Polisi ‘Bermain’ Parkir di Percut Seituan
WOL Photo

Ada Oknum Polisi ‘Bermain’ Parkir di Percut Seituan

PERCUT SAITUAN, WOL – Pemegang mandat parkir di Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Indra Surya Nasution, terus mendapat hambatan dalam melakukan pengutipan retribusi parkir, khususnya di kawasan MMTC Desa Medan Estate dan kawasan pertokoan Pasar Tujuh Tembung.

Walaupun sudah ada kesepakatan terkait kisruh parkir yang tidak kunjung selesai di Kecamatan Percut Seituan, tetap saja ada oknum-oknum polisi yang diduga bermain-main untuk mencari keuntungan dalam pengolahan parkir yang sudah dilimpahkan Kabupaten Deliserdang ke kecamatan sejak Januari 2017 lalu.

Menyikapi kekisruhan terkait parkir di wilayah hukumnya, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean, langsung menggelar pertemuan untuk mencari jalan keluar mengenai masalah tersebut.

Senin (29/5) kemarin, Kapolsek mengundang seluruh unsur terkait agar duduk bersama mencari formulasi yang bisa ditaati bersama dan dijalankan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Turut hadir Kabag Hukum Pemkab Deliserdang Edwin Nasution, Kabag Pemerintahan Pemkab Deliserdang Binsar Sitanggang, Kasat Pol PP Deliserdang S. Aritonang, Kepala Dinas Perhubungan Deliserdang J. Manurung, perwakilan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Deliserdang Arya Jaya Pane, Kasi Trantib Kecamatan Percut Seituan Putra Dalimunthe, dan perwakilan Danramil 13/PST, Pelda Jaumala untuk mencari jalan keluar mengenai masalah tersebut.

Hasilnya seperti yang disepakati bersama, pemegang mandat baru dipersilahkan untuk melakukan pengutipan retribusi parkir sesuai dengan mandat yang diberikan, sedangkan pemegang mandat lama, tidak boleh lagi melakukan pengutipan.

Keputusan inipun diterima oleh semua pihak, termasuk pemegang mandat parkir baru, Indra Surya Nasution, maupun pemegang mandat lama, Fahrul Rozi dan Arifin.

Namun ketika pemegang mandat baru Indra Surya Nasution melalui koordinator Sutanto, menjalankan hasil keputusan rapat yang digelar di Mapolsek Percut Seituan, Rabu (31/5), juru parkir resmi justru dihalangi untuk melakukan pengutipan retribusi parkir.

Terlihat beberapa oknum kepolisian seperti Panit Lantas Polsek Percut Seituan, Iptu K. Manurung, justru melarang jukir resmi yang hendak menjalankan tugasnya di kawasan pertokoan Pasar Tujuh Tembung, Rabu (31/5).

“Ada oknum kepolisian yang seolah tutup mata terhadap keputusan hukum yang sudah dibuat oleh Muspika, termasuk pimpinan mereka sendiri, Kapolsek Percut Seituan. Kita sudah tunjukkan hasil rapat kepada dia. Bahkan, Sekcam Percut kembali menginstruksikan agar semua jukir yang tidak dilengkapi identitas resmi harus ditangkap. Namun kok justru kami yang dihalangi,” ujar Sutanto.

Bahkan, Sekcam Percut Seituan, Harles, kembali menginstruksikan agar semua jukir yang tidak dilengkapi identitas resmi harus ditangkap, tetapi kenapa justru kami yang dihalangi.

Sementara Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean, ketika dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, ada komunikasi yang tak sampai kepada oknum polisi yang bersangkutan.

“Tadi sudah saya tegur, ternyata Panit Lantas itu belum tahu mengenai adanya keputusan yang sudah disepakati bersama Hari Senin kemarin. Tadi sudah saya beri tahu dia,” tegas Kompol Pardamean.(wol/rdn/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Partisipasi Masyarakat Sumut Kunci Wujudkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak

MEDAN, Waspada.co.id – Partisipasi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu kunci penting untuk mewujudkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: