_
Home / Sumut / 50,2 Ton Kubis Ekspor Berastagi ke Malaysia
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

50,2 Ton Kubis Ekspor Berastagi ke Malaysia

KARO, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, resmi melepas ekspor 50,2 ton sayuran kubis Berastagi ke Malaysia di Desa Lambar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Kamis (28/2).

Ekspor melalui Pelabuhan Belawan itu dilakukan oleh perusahaan eksportir PT Juma Berlian Exim. Acara penglepasan oleh Gubsu disaksikan Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Ali Jamil Harahap, Kepala Balai Besar Karantina Belawan Bambang Haryanto, dan undangan lain.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak masyarakat Kabupaten Karo terus meningkatkan kualitas produk pertanian dari Tanah Karo. Hal ini dikarenakan Karo merupakan daerah penghasil produk pertanian cukup banyak varietasnya, seperti kubis, wortel, kentang, dan lain sebagainya.

“Kita harus bersyukur Kabupaten Karo ini diberikan tanah yang subur serta daerahnya yang sejuk. Kita manfaatkan ini untuk memajukan pertanian agar rakyat tetap sejahtera,” ujar Gubsu.

Edy juga meminta kepada Bupati Karo meningkatkan kualitas pertanian seperti membuat kebijakan yang berpihak pada petani. Paling tidak, lanjut Gubsu, membuat koperasi agar petani tidak diakali oleh tengkulak yang memainkan harga.

Jika produk-produk pertanian ini bisa ditingkatkan kualitasnya, nilai ekspor Sumut akan meningkat di tahun-tahun mendatang. Ke depan, Tanah Karo tidak hanya kubis yang diekspor, tetapi juga komoditas lainnya seperti wortel, kentang, dan lainnya.

Pemprovsu juga sedang mengkaji pembangunan cold storage untuk menyimpan hasil panen bisa bertahan lama. Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan, dari 147 jenis produk pertanian unggulan ekspor asal Sumut, kubis asal Berastagi merupakan komoditas hortikultura terbesar penyumbang jumlah ekspor.

“Hingga saat ini ada lima negara tujuan ekspor kubis asal Berastagi, yakni Taiwan, Malaysia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan,” katanya.

Menurut Ali, ekspor kubis yang keluar dari Belawan selama lima tahun pertama terus mengalami peningkatan. Tahun pertama (2012), ekspor kubis sebesar 11.747 ton senilai Rp35,243 miliar, 13.133 ton senilai Rp39,401 miliar (2013), 8.933 ton nilai Rp26,800 miliar (2014), 17.043 ton nilai Rp51,131 miliar (2015), dan 32. 680 ton senilai Rp98,040 miliar (2016).

Namun tahun 2017 dan 2018 volume ekspor komoditas ini mengalami penurunan. Pada 2017 hanya sebesar 18.459 ton dengan nilai Rp55,379 miliar dan 15.228 ton senilai Rp45,906 miliar pada tahun 2018.(wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Ijeck: Ayo Biasakan Naik Sepeda

MEDAN, Waspada.co.id – Ribuan masyarakat Kota Medan antusias mengikuti Fun Bike Indomaret 2019 yang dilepas ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.