Home / Sports / Lokal / Sabam Manalu: Pertina Wadah Atlet Berprestasi, Bukan Cari Uang
WOL Photo

Sabam Manalu: Pertina Wadah Atlet Berprestasi, Bukan Cari Uang

MEDAN, Waspada.co.id – Bagi sebagian orang, tinju merupakan olahraga keras yang menjadi salah satu tontonan menarik. Tak hanya di mancanegara, tapi juga Indonesia dan ini dapat dibuktikan dengan banyaknya kejuaraan atau laga profesional baik taraf nasional maupun internasional.

Kegemaran menonton olahraga tinju juga melekat pada Sabam Parulian Manalu SE yang saat ini memegang jabatan sebagai Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Medan periode 2018-2021. Ini jugalah menjadi salah satu alasan terjun ke dunia tinju.

“Memang awalnya terjun karena senang tinju dan menyaksikan pertandingan di atas ring. Selain itu pernah juga satu rumah dengan petinju,” jelas pria kelahiran 40 tahun silam tersebut saat berbincang dengan Waspada Online, Selasa (29/5).

Sabam mengakui kesenangannya terhadap tinju sudah sejak 2002 silam, tapi baru bisa terjun langsung pada 2017 saat dipercayakan gabung Pertina Sumut sebagai wakil ketua. Lalu di tahun yang sama, ditunjuk sebagai manajer tim di Kejurnas Tinju 2017, Bangka Belitung.

“Dari pengalaman yang singkat itu, ternyata banyak hal menarik yang bisa saya dapat sekaligus memotivasi saya untuk membawa tinju Sumut, khususnya Kota Medan, lebih berprestasi,” tegas suami dari Romauli Boru Sitompul itu sembari tersenyum.

Lalu karena kesenangan menjadi kepedulian, kata Sabam, maka dirinya mencari tahu letak kendala yang dihadapi para atlet berprestasi. Lantas dari beberapa hasil tanya jawab dengan sejumlah atlet dan melihat sendiri kondisi yang ada, ternyata salah satu faktanya para atlet ini terkesan salah urus.

“Kalau memang para atlet mau mencari uang mereka harusnya ke Komite Tinju Indonesia (KTI), karena memang itu wadahnya. Pertina ini kan wadahnya membina atlet untuk berprestasi bukan cari uang,” ketusnya.

Sabam mengaku sudah membuat beberapa program ke depan yang diharapkan dapat disetujui pengurus lainnya dan para pemilik sasana. Program tersebut yakni membuat latih tanding setiap bulannya, dimulai Agustus mendatang.

“Pelatih juga harus ditingkatkan standar kepelatihannya. Jangan kita minta mereka melatih tapi tidak ada pelatihan yang diberikan. Untuk itu akan diadakan kepelatihan bagi para pelatih yang semuanya digelar Pertina Medan,” ujarnya.

Tentunya untuk merealisasikan semua program tersebut, Pertina Medan akan berkoordinasi dan meminta dukungan dari Pertina Sumut dan KONI Medan. Karena apapun yang dibuat, tidak terlepas dari target KONI Medan agar petinju Medan mendapatkan emas di PON 2020.

“Bagi saya tidak ada orang yang dilahirkan menjadi petinju, semua berawal dari pembinaan yang baik dan berkelanjutan. Talenta itu hanya satu persen, sedangkan 99 persen adalah usaha,” kata ayah dari Tahan, Difhouse, dan Christian Manalu itu mengakhiri. (wol/at/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Preview: Belgia Terancam Tanpa Sang Kapten

SOCHI,Waspada.co.id – Pelatih Timnas Belgia, Roberto Martinez, membeberkan kondisi terkini kapten Vincent Kompany. Menurut Martinez, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: