_
Home / Sports / Lokal / KONI Berdayakan Program Sister City
WOL Photo

KONI Berdayakan Program Sister City

MEDAN, WOL – KONI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dispora Sumut sepakat memberdayakan kerja sama kota/provinsi kembar (sister city) dengan negara-negara luar untuk mendukung peningkatan pembinaan dan prestasi olahraga.

Kesepakatan tersebut tercetus dalam Rapat Evaluasi Kontingen PON Sumut di Sekretariat KONI Sumut, Jumat (7/10). Ketua Harian KONI Sumut sekaligus Ketua Kontingen Sumut di PON 2016, John Ismadi Lubis, menyebutkan Sumut termasuk Medan sebagai ibu kota provinsi kerja sama khusus dengan berbagai kota dan provinsi di luar negeri.

Sayangnya, kerja sama bidang olahraga terkesan belum pernah dimaksimalkan, walau sudah pernah dicoba. Karena itu, untuk lebih mengangkat prestasi olahraga Sumut, termasuk menghadapi PON XX/2020 Papua, kerja sama Sister City atau Provinsi perlu dihidupkan lagi.

“Kita pernah mengirim perenang Indra Gunawan berlatih Hungaria. Hasilnya, ia menyumbang dua medali emas saat PON XVIII/2012 Riau. Kenapa kerja sama ini tidak kita lanjutkan kembali? Sebab negara tersebut pembinaan olahraganya cukup baik, seperti senam, anggar, dan lainnya,” kata John.

Selain Hungaria, Sumut dan Medan juga pernah hubungan khusus dengan Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, dan sekarang sedang penjajakan dengan Malaysia melalui MSN (Malaysian Sport National).

“Beberapa provinsi di Tanah Air juga memanfaatkan kerja sama ini. Seperti halnya Jabar, Kaltim, Kalsel, dan lainnya,” ujar John dalam rapat yang dihadiri Kadisporasu H Baharuddin Siagian SH MSi, Komandan Satgas Prof Agung Sunarno, dan Wakil Ketua III Drs M Syahrir.

“KONI Sumut tidak bisa biasa-biasa saja, tapi harus buat yang luar biasa kalau mau hasil bagus,” tegas John.

Kadisporasu, H Baharuddin, sependapat dengan paparan yang disampaikan John Ismadi Lubis. “Hal ini perlu kita matangkan. Karenanya dalam waktu dekat kita juga perlu melakukan rapat koordinasi antara Dispora, KONI, dan Pengprov-Pengprov olahraga. Hal ini cukup penting, sebab program cabor dan KONI harus bersinergi,” ucap Baharuddin.

Agung Sunarno memaparkan perolehan medali emas Sumut mayoritas diraih dari cabor-cabor bela diri. Disebutkan prestasi wushu paling stabil dengan selalu tampil menjadi juara umum mulai PON 2004 hingga 2016. Pada PON 2016, wushu menyumbangkan 9 medali emas, 8 perak, dan 4 perunggu untuk Sumut.(wol/aa/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Wagub Ingin Direksi BUMD Serius Majukan Perusahaan

MEDAN, Waspada.co.id – Seluruh jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.