Home / Sports / Internasional / Dokter Usul Larangan Menyundul di Sepakbola
WOL Photo/Ega Ibra

Dokter Usul Larangan Menyundul di Sepakbola

MEDAN, Waspada.co.id – Sundulan kepala menjadi salah satu senjata andalan pemain dalam dunia sepakbola, terlebih bagi mereka yang berpostur tinggi. Tetapi, hal tersebut diyakini berbahaya oleh salah satu dokter ahli, dr Bennet Omalu.

Strategi dengan memanfaatkan postur tinggi pemain serta umpan silang seringkali dibutuhkan oleh pelatih untuk meraih kemenangan. Terlebih jika bek tengah lawan memiliki ketangguhan yang sulit untuk ditembus.

Pemain yang terkenal dengan postur dan sundulannya pun tidak sedikit, seperti Miroslav Klose, Peter Crouch hingga Cristiano Ronaldo. Selain itu, skema umpan silang juga mengorbitkan nama Ryan Giggs, David Beckham serta pemain berposisi sayap lainnya. Kendati aksi sundulan sering menghibur dan melahirkan gol, terselip ancaman bahaya di balik hal tersebut.

“Tidak masuk akal mengontrol sebuah objek yang terbang dengan kecepatan tinggi menggunakan kepala Anda,” ujar Bennet baru-baru ini.

“Saya percaya, nantinya, pada level profesional, kami harus melarang menyundul bola. Itu berbahaya,” lanjutnya.

Omalu tidak hanya menganjurkan larangan menyundul bola pada tingkat profesional semata. Sosok yang menemukan penyakit otak Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE) itu juga menyarankan larangan di level kanak-kanak.

“Tak ada anak di bawah umur 18 tahun yang boleh menyundul bola di sepakbola. Anak-anak umur 12-14 tahun sebaiknya tidak melakukan kontak fisik dalam sepakbola,” tambahnya.

“Anak-anak antara 12-18 tahun bisa bermain, tetapi tidak boleh menyundul bola. Saya tahu itu sulit untuk kebanyakan orang, tetapi sains terus berevolusi. Kami berubah seiring waktu. Inilah waktunya bagi kami untuk mengubah beberapa cara,” pungkasnya.

Salah satu sosok yang mengalami masalah otak pada masa pensiunnya adalah mantan pemain West Brom serta Inggris, Jeff Astle. Ia mengalami Alzheimer selama 10 tahun hingga akhirnya ditemukan meninggal karena trauma otak di tahun 2004 silam. (wol/aa/bbc/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: