Home / Ragam / Yuk Cek 5 Lokasi Liburan Asik di Medan Saat Lebaran
WOL Photo/Ega Ibra

Yuk Cek 5 Lokasi Liburan Asik di Medan Saat Lebaran

Waspada.co.id –Mudik sudah jadi tradisi masyarakat Indonesia saat lebaran. Untuk kamu yang lebaran ini mudik di Medan, yuk manfaatin moment lebaran ini untuk mengunjungi lokasi-lokasi liburan yang menarik di Kota Medan. Berikut tempat liburan asik pilihan redaksi Waspada Online

Masjid Raya Medan

Suka dengan wisata yang sarat nilai sejarah? Masjid Raya Al-Mashunjawabannya. Masjid yang dikenal juga sebagai Masjid Raya Medan merupakan salah satu masjid terbesar dan terindah di Indonesia. Dibangun tahun 1906 oleh Sultan Makmun Al-Rasyid dan dirancang dengan denah simetris segi delapan dalam corak bangunan campuran Maroko, Eropa dan Melayu dan Timur Tengah.

WOL Photo

Empat penjuru masjid yang dilengkapi pintu utama ini masing-masing diberi beranda dengan atap tinggi berkubah warna hitam, melengkapi kubah utama di atap bangunan utama masjid. Jendela-jendela yang mengelilingi pintu beranda terbuat dari kayu dengan kaca-kaca patri yang sangat berharga, sisa peninggalan Art Nouveau periode 1890-1914, yang dipadu dengan kesenian Islam.

Bentuk kubahnya mengingatkan kita pada Masjid Raya Banda Aceh. Di bagian dalam masjid, terdapat delapan pilar utama berdiameter 0,60 m yang menjulang tinggi untuk menyangga kubah utama pada bagian tengah. Adapun mihrab terbuat dari marmer dengan atap kubah runcing. Gerbang masjid ini berbentuk bujur sangkar beratap datar. Sedangkan menara masjid berhias paduan antara Mesir, Iran dan Arab.

Mesjid yang terletak di Jalan Sisingamangaraja ini, berdekatan dengan Istana Maimun, dengan jarak kurang lebih 100 meter dan terletak dekat pusat kota. Tak sulit untuk mencapai lokasi ini. Dari hotel-hotel di pusat kota, kita bisa menggunakan becak Medan yang sudah terkenal karena bentuknya yang berbeda. Kita tinggal bilang “Mesjid Raya” maka sang pengendara becak pun siap mengantar.

Istana Maimun

Satu lagi ikon Kota Medan adalah Istana Maimun milik Istana Kesultanan Deliyang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun. Istana ini didesain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid.

WOL Photo/Ega Ibra

Pembangunan istana ini dimulai dari 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891.  Luasnya sebesar 2.772 m dengan 30 ruangan yang terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan.

Bangunan istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun.Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia.

Berbagai cerita mengenai sejarah Sutan lengkap tertera di sini. Koleksi pakaian sultan serta berbagai peralatan yang sudah dipakai sejak tahun 1800an pun juga dipamerkan. Kadang setiap sore di teras Istana Maimun, kita akan dihibur oleh musisi – musisi dari Yayasan Istana Maimun. Mereka mendendangkan lagu – lagu melayu yang mendayu lengkap dengan cengkoknya.

Jangan lupa berfoto dengan mengenakan pakaian adat Melayu yang bisa disewa dari pengelola Istana.  Ada juga aksesories dan berbagai kerajinan tangan yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Merdeka Walk

Sekarang ini, kawasan lapangan merdeka telah berubah menjadi kawasan kuliner khususnya di Merdeka Walk. Merdeka Walk atau yang biasa disingkat MW merupakan objek wisata yang ada ibukota Provinsi Sumatera Utara. Tempat ini dikenal sebagai tempat nongkrong paling lengkap di Medan. Mulai dari pusat makanan, hiburan, hingga arena pertunjukkan.

foto: konsumenreview.com

Sebagai pusat makanan, puluhan gerai makanan tersedia di sini. Mulai dari dari makanan Barat, makanan Asia sampai makanan khas Medan. Harga makanan di sini cukup murah. Cukup merogoh kocek dari Rp15.000 saja. Misal gerai Nelayan Dinsum yang sudah melegenda namanya baik di Medan maupun nasional. Selanjutnya masih ada puluhan gerai makanan yang siap memenuhi hasrat kuliner anda.

Lokasi Merdeka Walk ini berada di tempat yang strategis, tepat di jantung kota Medan. Berada di seberang Stasiun besar Kereta Api Medan, dan dikelilingi bangunan peninggalan Kolonial Belanda, seperti Gedung London Sumatera dan Balai Kota .

Tentu akses ke sini pun tak sulit. Menggunakan kendaraan pribadi tentu lebih gampang. Jika menumpang kendaraan umum, pun banyak yang melewati Merdeka Walk seperti Angkuta Kota Rahayu dengan nomer trayek 54, 103, 104 yang mengarah ke Padang Bulan. Ada juga angkot Morina dengan nomor trayek 81 dengan jurusan Amplas – Belawan. Bisa juga naik becak Medan. Semua tukang becak sudah akrab dengan lokasi Merdeka Walk, tapi jangan lupa ditawar ya.

Penangkaran Buaya Asam Kumbang

Jika ingin berwisata sambil menikmati kekayaan alam dan hewan? Silahkan main ke Penangkaran Buaya Asam Kumbang yang berada di Jalan Bunga Raya 2 No.59 Kecamatan Medan Selayang. Di sini kita akan melihat puluhan bahkan ratusan koleksi buaya yang diperlihara di sini.

foto: liputan6

Pak Jumari, pawang buaya yang ada di sini bercerita, buaya yang ada di sini paling tua berumur 58 tahun. Lebih dari 30 kolam buaya ada di sini dengan satu kolam dengan ukuran yang cukup besar yang menampung puluhan buaya di dalamnya.

Untuk proses perkembangbiakan, Di Penangkaran ini mengedepankan proses peneluran alami. “Jadi kita di sini berusaha untuk membuat semuanya alami termasuk untuk proses kawin dan berkembang biak. Nah setelah menetas, nanti anak buaya baru kita asingkan,”tutur Jumari. Ia juga bercerita di penangkaran ini buaya tidak untuk dieksploitasi. Buaya di sini dirawat sepenuh hati. Tak ada memperjualbelikan buaya dan kulit buaya yang merupakan komoditi yang cukup dicari di pasaran.

Untuk menikmati segala macam cerita dan rupa buaya, tak dipatok harga yang mahal. Pengelola menetapkan harga masuk per orang sebesar Rp.6.000. Untuk parkir kendaraan roda empat sebesar Rp.5.000 dan roda dua sebesar Rp.2.000. Penangkaran ini beroperasi setiap hari dibuka sejak pukul 9 pagi dan tutup pukul 6 sore.

Museum Rahmat Galery (Rahmat International Wild Life Museum & Gallery)

Jika sedang mengunjungi Kota Medan, sebaiknya jangan melewatkan kesempatan untuk menikmati Museum Rahmat. Lokasi Rahmat International Wildlife Museum & Gallery terletak di Jalan Letjen S Parman No 309, Medan, Sumatera utara. Tak sulit untuk mencapai tempat ini. Lokasinya pun terletak di tempat strategis, berada di tengah kota.

foto: Indonesia-Tourism.com

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery satu – satunya di Asia yang memiliki koleksi lebih dari 2000 jenis fauna dari berbagai Negara mulai dari yang kecil hingga yang terbesar sesuai dengan habitatnya. Sebagian koleksinya merupakan hasil berburu konservasi International oleh pendirinya, telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. Juwono Sudarsono, MA pada tanggal 14 Mei 1999.

Di Lantai pertama gedung kamu bisa melihat koleksi jenis yang kebanyakan mamalia mulai dari harimau, monyet, singa, zebra, dan hewan – hewan lainnya yang hanya dapat kita saksikan di televisi. Kita akan dibuat takjub bagaimana bentuk hewan tersebut masih utuh. Hewan – hewan langka pun termasuk di sini. Hampir seluruh fauna ada di sini, mulai dari reptil, mamalia, amfibi, serangga, kecuali fauna yang hidup di laut, tampak sedikit di sini.

Menuju ke lantai dua, kita akan dibuat merinding dengan koleksi serangga dan kupu – kupu. Ditata dengan memperhitungkan nilai artistic, menjadi salah satu ruangan yang berisi koleksi serangga ini menakjubkan. Dari semua koleksi ini, tentu mendatangkan sebuah pengetahuan yang luar biasa. (wol/berbagai sumber/data2)

Teks : Dikutip dari berbagai sumber

Check Also

Ganggu Ketertiban dan Ugal-ugalan, Polisi Bubarkan Sahur On The Road

MEDAN, Waspada.co.id – Personil Polrestabes Medan bersama polsek jajaran, Minggu (3/6) dini hari membubarkan kegiatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: