Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Vaksin Rubella Tidak Bisa Diberi Secara Sembarangan, Simak Penjelasannya

Vaksin Rubella Tidak Bisa Diberi Secara Sembarangan, Simak Penjelasannya

Waspada.co.id – Kementerian Kesehatan mengatakan vaksin Measless Rubella (MR) produksi Serum Institute of India (SII) merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masyarakat Indonesia.

Setidaknya pemberian vaksin MR dapat memutus rantai penyebaran penyakit rubella.

Meski demikian, ada beberapa kondisi dan syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan vaksinasi MR. Vaksin MR tidak dapat diberikan secara sembarangan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan ada empat syarat dari sisi kesehatan yang harus diperhatikan sebelum menerima vaksin MR.

Syarat pertama, vaksin ditujukan untuk anak berusia sembilan bulan hingga 15 tahun.

Syarat kedua, penerima vaksin harus dalam keadaan sehat atau tidak baru saja sembuh dari penyakit berat. Syarat ketiga, tidak memiliki riwayat alergi terhadap pemberian vaksin serupa sebelumnya.

Syarat keempat, pemberian vaksin dilakukan secara profesional penyuntikannya dan melalui pemberitahuan yang jelas sebelumnya baik kepada orang tuanya maupun kepada anak penerima vaksin yang dinilai sudah dapat bertanggung jawab di usianya.

“Pemberitahuannya harus diberitahu kalau masih anak-anak berarti kepada orang tuanya,” ujarnya saat dihubungi, baru-baru ini.

Biasanya, Anung menjelaskan usai pemberian vaksin akan terjadi ‘kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)’, misalnya demam dan lainnya.

KIPI bermacam-macam seperti KIPI ringan dan serius. Gejala-gejalanya seperti gatal di tempat suntikan, demam usak disuntik hingga kejadian yang tidak dikehendaki yaitu shock anafilaktik yang dapat membahayakan nyawa.

Hanya saja, tak semua orang bakal mengalami KIPI tersebut, tergantung daya tahan tubuh. Reaksi KIPI kadang terjadi setelah satu jam pemberian vaksin atau dua hari setelah pemberian vaksin.

“Tergantung individualnya. Jika memang terjadi usai vaksin sebaiknya kembali ke pelayanan kesehatan saat mendapatkan vaksin,” tuturnya.

Menyoal kontroversi
Mengapa vaksin MR menjadi hal yang penting untuk dilakukan?

Anung menjelaskan, virus rubella dapat membahayakan perempuan dan ibu hamil. Meski demikian penularan virus rubella dapat menyerang siapa saja termasuk laki-laki.

Gejala rubella pada anak dan dewasa tidak begitu terlihat karena tampak seperti flu dan badan panas. Jika virus rubella menyerang perempuan hamil maka janin yang di dalamnya akan mengalami dampaknya seperti mata buta karena katarak, telinga tuli, otaknya bisa mengecil karna berkembang tidak maksimal kemudian jantungnya bisa bocor karena pertumbuhan tidak sempurna.

“Vaksin MR untuk memutus rantai penularan bukan sekadar mengobati. Semua harus di-cover sehingga tidak ada orang yang jadi perindukan virus tersebut,” ucapnya.

Penyebaran virus, kata Anung, biasanya terjadi melalui udara dan dapat menyerang siapa saja. (cnnindonesia/ags/eli)

Check Also

Fatwa MUI: Vaksin MR Mengandung Unsur Babi dan Organ Tubuh Manusia

  JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin measles-rubella (MR) haram untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: