Home / Ragam / Gaya Hidup / Ubah Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan
Ilustrasi

Ubah Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan

Waspada.co.id – Apakah kamu termasuk orang hobi makan banyak tapi bersisa? Apakah kamu tipe orang yang wajib belanja pakaian tiap bulan padahal isi lemari udah tumpah ruah? Apakah kamu tipe orang yang bahkan kalau mau belanja cemilan ke warung dekat rumah pun harus pakai motor/mobil?

Pernahkah terpikir darimana sih asalnya makanan, bensin, minyak tanah, gas dan barang-barang yang kamu pakai sehari-hari? Bagi kamu yang belum tahu, semua benda yang kamu manfaatkan sehari-hari adalah sumber daya yang berasal dari bumi.

Apabila kamu menggunakannya secara berlebihan, krisis sumber daya bisa saja terjadi karena bumi juga butuh waktu untuk bisa memperbaharui sumber daya tersebut.

Oleh karena itu, penting banget buat generasi sekarang untuk mulai menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan demi kelestarian sumber daya alam. Pada dasarnya green lifestyle, eco-friendly lifestyle atau gaya hidup ramah lingkungan berarti gaya hidup yang menerapkan efisiensi dan optimalisasi dalam penggunaan energi dan sumber daya alam.

Nah, berikut ini 5 tips yang bisa kamu terapkan agar hidupmu bisa jadi lebih ‘hijau’.

1. Hitung pemakaian energi di rumahmu!
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan peralatan elektronik menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari gaya hidup manusia. Namun, ketergantungan terhadap peralatan elektronik mengakibatkan manusia cenderung berfoya-foya dalam menggunakannya hingga menciptakan gaya hidup yang boros energi.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menghitung pemakaian energi dari peralatan elektronik yang ada di rumah tangga.

Caranya mudah sekali karena saat ini telah ada Kalkulator Energi Rumah Tangga yang dikembangkan oleh Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE. Yang perlu kamu lakukan adalah mendaftar kemudian mengisi data-data yang dibutuhkan untuk menghitung biaya energi peralatan elektronik yang ada di dalam rumahmu.

Dengan demikian, kamu dapat mengetahui seberapa efisien penggunaan energi di rumahmu. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan berbagai rekomendasi bagaimana agar penggunaan energi di rumahmu menjadi lebih efisien dan hemat biaya.

2. Hitung jejak karbon dari aktivitas harianmu!
Jejak karbon diartikan sebagai banyaknya jumlah emisi gas-gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktivitas manusia sehari-hari, mulai dari menggunakan listrik untuk peralatan rumah tangga, handphone, komputer, jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kendaraan bermotor dan seterusnya.

Menghitung jejak karbon individu itu penting karena dapat memandu seseorang untuk mengubah gaya hidup yang boros emisi menjadi ramah lingkungan.

Jejak karbon dihitung dengan mengalikan besaran aktivitas dengan faktor emisinya. Tidak sulit kok, apalagi saat ini semakin banyak lembaga nasional dan internasional yang telah mengembangkan kalkulator jejak karbon online.

Salah satunya adalah Kalkulator Jejak Karbon oleh IESR yang dikembangkan sesuai dengan kondisi dan situasi pola konsumsi energi dan gaya hidup masyarakat Indonesia, dengan faktor emisi yang sesuai dengan profil pasokan energi di Indonesia.

3. Optimalkan pemakaian air untuk kegiatanmu sehari-hari
Air merupakan kebutuhan yang paling krusial selain udara yang bersih. Penting untuk diketahui bahwa jumlah air di muka bumi adalah konstan, sedangkan kebutuhan akan air senantiasa meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Kita patut bersyukur bahwa Indonesia dianugerahi dengan sumber daya air yang melimpah.

Namun, apabila kita tidak menjaga ketersediaannya sedini mungkin, suatu saat nanti krisis air bersih bisa saja terjadi. Nah, beberapa tips berikut bisa membantu program efisiensi penggunaan air di rumahmu.

Mandi dengan shower atau gayung jauh lebih hemat dan dijamin lebih bersih dibandingkan berendam di bathtub.

Tampung air hujan untuk mencuci kendaraan bermotor yang kamu miliki.

Air bilasan sayuran, buah-buahan, dan sisa air di botol minumanmu jangan dibuang, gunakan untuk menyiram tanaman di halaman rumah. Produk sekali bilas bisa jadi alternatif agar aktivitas mencuci pakaianmu jadi lebih hemat air.

4. Buat lingkungan rumahmu menjadi lebih ‘hijau’
Manfaat langsung yang bisa kamu rasakan dari lingkungan rumah yang kaya akan tanaman diantaranya adalah udara yang bersih dan segar, terapi mata dengan warna-warna hijau dedaunan serta meningkatnya nilai estetika. Manfaat lain yang tidak kalah pentingnya adalah kamu telah berkontribusi secara individu dalam kegiatan konservasi air skala rumah tangga dan mengurangi resiko banjir.

Selain itu kamu juga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga dengan menanam tumbuhan-tumbuhan bumbu dapur (seperti kunyit, jahe, serai, dan lain-lain) dan tanaman obat (seperti mengkudu, kumis kucing, sirih, lidah buaya dan lain-lain).

Kamu juga bisa mengajarkan anak-anak dan anggota keluarga lainnya mengenai tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar rumahmu. Menarik bukan?

5. Minimalkan jumlah sampah yang kamu buang ke lingkungan!
Minimalkan jumlah sampah bukanlah hal yang sulit, karena yang perlu kamu lakukan hanyalah mengurangi (reduce), mengunakan kembali (reuse) dan mendaurulang recycle (3R).

Reduce berarti mengurangi jumlah sampah yang kamu hasilkan sehari-hari, misalnya dengan tidak membeli produk plastik, menggunakan barang-barang yang terbuat dari bahan stainless steel dan bahan yang mudah terurai (seperti bambu, kayu), bawa botol air minum dari rumah dan lain-lain.

Reuse berarti membeli atau menggunakan barang-barang yang bisa digunakan berkali-kali, misalnya dengan membeli pena yang bisa diisi ulang (refill), memanfaatkan baju kaos bekas menjadi lap atau pel lantai, menggunakan tas belanja (reusable bag) dan lain-lain.

Recycle berarti memanfaatkan barang-barang bekas disekitarmu dengan mengubah bentuknya atau daur ulang, misalnya membuat dompet dari bungkus sabun cuci, membuat vas bunga unyu dari botol air mineral dan masih banyak ide kreatif lainnya seperti video di atas.

Sederhananya, jangan beli barang-barang yang sebenarnya tidak kamu perlukan. Jangan gunakan kendaraan bermotor apabila kamu masih bisa jalan kaki. Gunakan apapun itu secukupnya tanpa harus menjadikannya bersisa yang ujung-ujungnya malah jadi sampah. (idntimes/dina/data1)

Check Also

Peran Tak Terduga Makanan dan Minuman dalam Meredakan Pertengkaran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 79 tahun, cara paling mudah untuk bahagia adalah berhubungan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: