Breaking News
Home / Ragam / Gaya Hidup / Tips Mengenali Produk Mi Instan yang Halal dan Layak Konsumsi
Samyang mengandung babi (Foto:Istimewa)
Samyang mengandung babi (Foto:Istimewa)

Tips Mengenali Produk Mi Instan yang Halal dan Layak Konsumsi

agregasi
agregasi

 

DI tengah maraknya isu produk mi instan non-halal (mengandung babi) masyarakat Indonesia dituntut lebih hati-hati dalam membeli produk-produk impor, khususnya untuk produk yang tidak mencantumkan label halal pada kemasannya.

Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang harus Anda ketahui sebelum membeli produk-produk tersebut. Pertama, mengingat daging babi merupakan bahan utama yang paling umum digunakan dalam berbagai olahan makanan. Sehingga tidak mengherankan jika mayoritas produk makanan asal Korea seperti biskuit, cokelat, roti, bahkan beberapa jenis minuman menggunakan kandungan lemak tersebut.

Sebagai catatan, kandungan lemak pada olahan makanan dikenal dengan sebutan “shortening”. Kandungan ini mencakup lemak yang berasal dari hewani maupun nabati. Umumnya, produk makanan seperti biskuit dan cokelat memang memiliki label halal pada kemasan, namun kembali lagi bahwa hal ini tidak menjamin.

Kedua, perlu Anda ingat bahwa produk luar negeri yang yang diklaim memiliki status halal tetapi ditulis menggunakan Bahasa Korea, belum tentu menyandang predikat tersebut. Hal ini disebabkan oleh peraturan dan kebijakan perusahaan yang didasari oleh populasi Negara asalnya. Bagi negara seperti Korea, para produsen makanan di Negara ini cenderung menggunakan bahan baku yang mudah mereka dapatkan. Dalam arti lain, mereka tidak peduli dengan status halal atau haram ketika proses produksi dilakukan.

Berdasarkan tabel yang dikeluarkan oleh Muhammad Usman, penulis Halal Guide for Muslims Living in Korea, untuk produk gin ramen, nongshim ramen, dan produk mi instan lainnya, diketaui menggunakan teknik yellow packing pada kemasannya. Dalam arti lain ada kemungkinan bahwa produk makanan tersebut tidak halal.

Pertimbangannya didasari pada bahan baku yang digunakan untuk membuat bumbu bubuk produk tersebut. Beberapa produk mi instan lainnya bahkan dicurigai menggunakan minyak atau lemak babi dalam proses pengolahannya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari semua bumbu yang terdapat pada produk gin ramen, nongshim ramen, dan produk mi instan lainnya seperti samyang ramen.

Pasalnya, hampir seluruh bumbu yang diolah menggunakan bahan dasar daging, tidak terjamin kehalalannya. Demikian dilansir dari Danarif.com, Senin (19/6/2017).

Check Also

foto: zimbio

Pemain Atletico Tuntut Komitmen Griezmann

MADRID, WOL – Antoine Griezmann dipersilakan pergi dari Atletico Madrid jika tidak memberikan komitmen penuh ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.