Home / Ragam / Kesehatan / Terungkap Fakta, Perasaan Bimbang dan Stres Bisa Picu Penyempitan Pembuluh Darah
Ilustrasi (foto: Ist)

Terungkap Fakta, Perasaan Bimbang dan Stres Bisa Picu Penyempitan Pembuluh Darah

agregasi

 

PENYAKIT arteosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah dapat terjadi kapan saja. Bahkan para ahli menyebutkan bahwa penyakit ini sudah ada sejak akhir abad ke-19.

Waspadai, penyakit tersebut jangan terlalu diabaikan karena bisa memicu dampak serius. Salah satu risiko tersering ialah seseorang dapat saja mengalami serangan jantung.

Terlebih risiko tersebut bertambah apabila ada penyakit penyerta yang memicu, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes dan merokok.

Pada orang dengan hipertensi diklaim 2,7 kali risikonya mudah mengalami arteosklerosis. Sementara pada orang dengan ketiga riwayat penyakit penyerta itu disebutkan 7 kali lebih berisiko menderita penyumbatan pembuluh darah.

Dijelaskan Head Of Cardiology and ASO Center Nagoya Kyoritsu Hospital Japan Dr Satoru Oshima, arteosklerosis terjadi karena pengerasan dan penyempitan pembuluh darah. Akibatnya sel yang berada di sekitar pembuluh darah bisa mati karena tidak mendapatkan aliran darah yang lancar.

“Gangguan tersebut bisa menyebabkan infeksi dan risiko serangan penyakit lain,” ujar Dr Satoru di sela Diskusi Pengenalan Penyakit Jantung Iskemik Penyebab, Deteksi Dini dan Treatment di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Jepang, penyakit jantung memicu jumlah kematian tertinggi nomor tiga, selain stroke dan kanker. Karena itu, setiap orang harus melakukan deteksi dini sejak usia muda. Apalagi kalau Anda punya riwayat dari keluarga.

Disarankan Anda datang ke dokter untuk memeriksakan kondisi jantung. Cara temudah ialah melakukan pemeriksaan EKG selama 24 jam di klinik.

“Selama pemeriksaan EKG dibarengi dengan USG untuk mengecek jantungnya. Aliran darahnya pun dicek untuk mengetahui kondisi jantung,” terang dia.

Umumnya, gejala yang dialami memang cukup samar. Pasien malah hampir tidak merasakan gejalanya di setiap aktivitasnya. Dr Satoru menyebutkan, orang dengan arteosklerosis biasanya sering mengalami keluhan sesak dada dan gejala lainnya. Misalnya, saat menaiki tangga meski sedikit, bisa jadi Anda merasa berdebar-debar, kemudian sesak.

“Banyak orang tidak merasakan gejala jantung. Serangan jantung malah biasanya terjadi dalam kondisi normal,” bebernya.

Dia menambahkan, selain risiko tinggi hipertensi, kolesterol dan merokok, perasaan kalut atau stres juga dapat memicu arteosklerosis. Karena itu, sebaiknya deteksi dini dan konsultasikan dengan dokter lebih lanjut.

Check Also

Kakek Ini Bakar Pos Siskamling

MEDAN, WOL – Amru Marbun (65) warga Jalan Letda Sujono Medan, harus menjalani pemeriksaan intensif ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: