_
Home / Ragam / Tarik Wisatawan Melalui Pengembangan Geopark Danau Toba
foto: istimewa

Tarik Wisatawan Melalui Pengembangan Geopark Danau Toba

Waspada.co.id – Terus mendorong dan meningkatkan kunjungan pariwisata di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia terus melakukan pengembangan kawasan geopark Danau Toba menuju UNESCO.

Kawasan ini dapat menjadi implementasi berbagai strategi pengembangan wilayah secara berkelanjutan yang promosinya harus didukung oleh program pemerintah.

Disampaikan Kepala Unit Geotourism Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan, Sahut Boni Tauhid, bahwa bukan hanya pemerintah tetapi seluruh stakeholder terkait seperti masyarakat, perguruan tinggi ataupun media harus bersinergi dalam memahami konsep geopark tourism.

“Dengan begitu, pariwisa di Indonesia khususnya Sumatera Utara akan maju dan berkembang. Di Sumatera Utara sedang gencar-gencarnya mengembang kawasan geoprak,” tuturnya usai seminar “Facing New Challenges and Oppurtunities of Global Geopark Tourism” di Hotel Achmad Tahir, Poltekpar Medan, Jumat (5/4).

Dan perlu dukungan dari banyak pihak untuk mensukseskan pengembangan kawasan tersebut.

Sementara menurut, Ketua Tim Percepatan Geopark Kementerian Pariwisata RI, DR.Ir H Yunus Kusumahbrata, MSC kalau peluang dan tantangan besar dari keberadaan sebuah geopark di suatu wilayah sudah harus dapat di antisipasi sejak dini.

Ini dilakukan untuk meningkatkan keberadaan sebuah destinasi demi peningkatan pendapatan sebuah negara khususnya dalam bidang kepariwisata,” tambahnya.

“Indonesia memiliki 19 wilayah geopark dan masih 4 kawasan geoprak yang sudah diakui UNESCO. Harapan kita, geoprak Toba di Sumatera Utara pada tahun ini sudah diakui keindahannya oleh UNESCO, setelah geopark di Sumatera Utara ada branding UNESCO maka akan memberikan citra kepercayaan dari masyarakat luar sehingga optimis jumlah kunjungan wisatawan asing akan meningkat,” katanya.

“Kita harus siap menghadapi semua ini, geopark nasional juga harus berkualitas dan ini adalah tanggung jawab kita semua,” ucapnya.

Dari sisi perguruan tinggi, lanjut Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masatip, pihaknya berkewajiban menciptakan Sumer Daya Manusia (SDM) yang berkompeten sehingga menjadi duta-duta pengembangan geopark. Karena itu, dibutuhkan rumusan atau masukan dari berbagia pihak dalam pengembangannya,” ucapnya.

Melalui seminar ini, semoga akan memperoleh rumusan masukan atau ide yang akan di implementasikan dalam pemanfaatan Kaldera Toba sebagai laboratorium alam,” ucapnya.

Anwari menambahkan, unit Geopark dan kuliner juga sedang dalam proses menjajaki 8 Kabupaten disekitar Kawasan Danau Toba.

“Seluruh stakeholder pariwisata membuat sebuah fakta integritas yang nantinya kan digunakan sebagai dasar untuk penempatan mahasiswa dan dosen untuk pemanfaatan laboratorium alam,” ungkapnya.

Hadir sebagai pembicara dalam Seminar Internasional ini antara lain, Director Asia-Pacific, Global Sustainable, Tourism Council Korea NATIONAL Geopark, Committee Member, Mihee Kang Ph.d, University of Central Lancashire, UK (Madrid), Prof. Miguel Rivas Fernandez, Msc, Yala Rajabhat University Thailand, Associate Prof. Dr. Vichit Rangpan.

Kemudian, Ketua Jaringan Geopark Indonesia (JGI) Indonesia Geopark Network, DR. Budi Martono, Prof. Dr. Robert Sibarani, MS selaku Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Peneliti dan Ahli Geologi dari Bandung, DR. Indyo Pratomo dan Ketua Tim Percepatan Geopark Kementerian Pariwisata RI, DR. Ir. H. Yunus Kusumahbrata MSC. (wol/rls/eko/data2)

Check Also

Kemenhub Bangun 8 Pelabuhan Senilai ‎Rp428 Miliar

AJIBATA, Waspada.co.id – Guna memberikan pelayanan yang baik di Kawasan Danau Toba sesuai prosedur keselamatan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: