Home / Ragam / Gaya Hidup / Studi: Tak Ada Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Foto: Tribun Bali

Studi: Tak Ada Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Waspada.co.id – Istilah jatuh cinta pada pandangan pertama telah begitu dikenal. Moment ini dianggap sebagai perasaan cinta paling agung yang pernah ada.

Coba tengok kisah cinta Romeo dan Juliet. Dalam film Romeo+Juliet, dikisahkan keduanya dipertemukan dalam sebuah pesta yang digelar di rumah keluarga Capullet. Mereka tak sengaja bertemu pandang saat keduanya sama-sama menyendiri sembari memperhatikan ikan-ikan cantik di akuarium besar milik keluarga Capullet. Tak perlu menunggu waktu lama, keduanya lantas saling jatuh cinta.

Kisah cinta pada pandangan pertama selalu terdengar romantis. Namun, faktanya cinta jenis ini punya kemungkinan yang jauh lebih kecil untuk menuju cinta sejati.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the International Associations for Relationship Research menemukan bahwa cinta pada pandangan pertama lebih mendekati nafsu belaka.

Untuk diketahui, sejauh ini hanya sedikit penelitian ilmiah yang mampu membuktikan bahwa cinta pada pandangan pertama benar-benar nyata.

Para peneliti menggunakan tiga platform penelitian, termasuk studi laboratorium, studi daring, dan memantau beberapa agenda kencan subjek penelitian. Sebanyak 400 orang di Jerman dan Belanda menjadi subjek dalam penelitian ini.

Sebelumnya, para peneliti terlebih dahulu melaporkan apakah para subjek penelitian pernah memiliki pengalaman cinta pada pandangan pertama atau tidak. Subjek penelitian juga mencatat faktor-faktor yang membuat mereka tertarik dengan seseorang. Selain itu, mereka juga diminta untuk memberikan gambaran perasaan mereka tentang konsep keintiman, ketertarikan fisik, komitmen, dan gairah.

Hasilnya menunjukkan bahwa 32 dari subjek penelitian mengalami cinta pada pandangan pertama. Namun, tak ditemukan adanya korelasi kuat antara perasaan tersebut dengan bagian-bagian tertentu dari cinta seperti komitmen dan keintiman. Cinta pada pandangan pertama tampaknya berjalan beriringan dengan hanya mempertimbangkan bahwa seseorang menarik secara fisik.

“Cinta pada pandangan pertama yang ditemukan pada subjek penelitian tidak diiringi oleh gairah tinggi, keintiman, dan komitmen. Itu hanya didorong oleh daya tarik fisik,” tulis penelitian itu menukil How Stuff Works. Lebih lanjut, para peneliti di University of Groningen, Belanda itu mengatakan bahwa cinta pada pandangan pertama lebih merujuk pada daya tarik awal yang kuat.

Seorang pakar psikologi hubungan, Caitlin Bergstein, mendukung hasil penelitian itu. Dia mengaku bahwa cinta pada pandangan pertama hanyalah reaksi biologis dari nafsu dan ketertarikan semata. “Nafsu instan ini biasanya gagal dengan cepat,” kata dia, mengutip Byrdie.

Namun, bukan lantas cinta pada pandangan pertama salah 100%. Menurut Bergstein, cinta pada pandangan pertama bisa menjadi fase awal dari cinta sejati. “Untuk benar-benar mencintai seseorang, Anda harus benar-benar mengenal mereka,” katanya. Toh, lagipula hubungan asmara jangka panjang butuh waktu untuk berkembang. (cnnindonesia/ags/devi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: