Newsticker
WOL / Medan / Skripsi Itu Bukan ‘Hantu’
WOL Photo
WOL Photo

Skripsi Itu Bukan ‘Hantu’

MEDAN, WOL – Harus diakui memang bila sebahagian orang atau mahasiswa tingkat akhir saat ini masih mengganggap jika skripsi itu seperti ‘hantu’ yang menakutkan atau beban akademik yang paling dikhawatirkan.

Buktinya, banyak di antara mahasiswa yang sedang atau akan menyusun skripsi merasa diberi beban berat, meskipun pada dasarnya skripsi merupakan produk karya ilmiah sebagai wujud pertanggungjawaban sebagai calon kaum intelektual.

Tidak jarang ditemui mahasiswa yang kehilangan motivasi dalam mengerjakan skripsi dan akhirnya menyebabkan mereka menunda penyusunan skripsi. Ada yang mandek di tengah jalan atau bahkan ada yang sampai memutuskan untuk meninggalkan skripsinya.

Sudah lumrah mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas yang jenisnya menulis. Kenapa? Karena mahasiswa sudah terbiasa dengan tradisi lisan, mengobrol, bergosip, dan sejenisnya. Karena itu untuk dapat menulis perlu proses belajar.

Fakta yang berkembang adalah menulis skripsi itu sulit, lama, dan berbelit-belit. Ini memang agak merisaukan. Jika pandangan menulis skripsi itu sulit, akibatnya muncul ‘joki’ atau pihak-pihak yang menawarkan jasa pembuatan skripsi.

Lantas yang terjadi selanjutnya adalah mekanisme pasar di mana ada permintaan, ada penawaran. Kalo udah gitu, agak sulit menemukan pihak yang bersalah. Padahal itu sama saja kita berbohong, baik sama orang lain maupun diri sendiri.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP, mengakui bila salah satu momok bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studinya, yakni malasnya menyusun skripsi.

“Untuk itu saya sudah mulai katakan kepada mahasiswa, bila membuat skrpsi seperti membalikkan telapak tangan,” terang mantan Plt Sesmenpora RI dan Kadispora Sumut, Jumat (24/3).

Lanjut Sakhyan, skripsi normatifnya ada dua pembimbing. Lantas, persoalannya terkadang mahasiswa sulit berkomunikasi dengan pembimbing, bahkan terkadang pembimbing hanya sekadar sebagai pengesahan saja.

“Di STIK-P, saya sudah memiliki strategi guna mengantisipasi hal-hal tersebut, yakni akan memasang mentor. Jadi nantinya, selain ada doping juga ada mentor, dan sejauh ini hal tersebut saya perbolehkan karena sifatnya membantu memecahkan masalah yang diteliti,” sebutnya.

Guisella A Nasution, mahasiswa semester akhir Unpab Medan, mengatakan skripsi tidak akan menjadi momok bagi mahasiswa bila tahu prosedur penyusunannya. “Pahami apa yang kita teliti, jangan pernah menyerah, semangat, dan tetap fokus!” tegasnya.

 (wol/wsp/data3)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Baca Juga

foto: oxvo

John Wick 3 Mulai Syuting Akhir 2017

LOS ANGELES,WOL – Sukses dengan sekuel kedua, kini Keanu Reeves sudah membawa kabar bahagia untuk ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.