Home / Ragam / Hiburan / Si Doel The Movie: Akhir Cinta Segitiga Si Doel
foto: youtube

Si Doel The Movie: Akhir Cinta Segitiga Si Doel

MEDAN, Waspada.co.id – Setelah sukses sebagai serial Si Doel Anak Pinggiran (2006) dan Si Doel Anak Sekolahan (1994-2003), Rano Karno muncul lagi di film Si Doel The Movie yang resmi tayang di bioskop pada 2 Agustus mendatang.

Pertama muncul semasa masih bocah pada 1972, Rano Karno kini menggarap Si Doel The Movie yang ditulis, digarap sekaligus dibintangi olehnya. Lewat film ini, si anak Betawi membawa lagi kenangan manis, kisah sebuah keluarga Betawi yang sederhana dengan kompleksitas kehidupannya serta rumitnya memilih satu di antara dua wanita.

Si Doel The Movie menawarkan rasa nostalgia, kerinduan akan sosok Benyamin Sueb, cerita Si Doel yang selalu ditonton di televisi setiap malam, barang-barang ikonis keluarga Sabeni seperti tanjidor Atun, hingga berbagai foto hitam-putih potret kenangan Si Doel.

Cerita Si Doel The Movie sebenarnya klise. Doel (Rano Karno) lagi-lagi harus berurusan dengan dua hati setelah 14 tahun ditinggal bininya, Sarah, ke Belanda. Dengan iming-iming proyek baru, ia pun bersedia ikut Hans ke Negeri Kincir Angin.

Mak Nyak, kini buta dan lumpuh, sebenarnya telah meminta Doel berhenti mencari Sarah (Cornelia Agatha), wanita yang ia cintai namun sekaligus menorehkan luka hati terdalam. Sebagai sosok ‘pria teladan’ era pra-milenial, Doel berusaha menurut permintaan mak Nyak.

Doel pun ikut Hans tanpa berusaha memikirkan Sarah. Zaenab (Maudy Koesnaedi), menggantikan posisi Sarah sebagai istri Doel, ikhlas-tak-ikhlas melepas kepergian suaminya ke Belanda. Zaenab khawatir cinta sejatinya itu kembali ke Sarah, cinta lamanya yang sebenarnya masih berstatus istri sah.

Di satu sisi, Doel menunjukkan masih mencintai Sarah dan ingin tahu kondisi anaknya. Tapi ia tak ingin lagi menyakiti orang lain, seperti Zaenab dan Mak Nyak (Aminah Cendrakasih). Namun hasrat naif Doel itu justru membuat orang lain terluka.

Tempo cerita sempat berjalan lambat di beberapa bagian film. Sebagai karakter utama, Rano berusaha mengandalkan mimik dan gerak tubuh saat menunjukkan kegelisahannya. Bagi yang lain, ini terasa membosankan karena Doel seolah ‘tak berkutik’ di depan Sarah.

Namun, film ini masih amat menghibur berkat kehadiran sosok Mandra. Pujian patut disematkan kepada Mandra yang menyelamatkan film ini dari jurang kebosanan. Dialognya yang ceplas-ceplos ditambah aktingnya yang alami ‘Betawi banget’ membantu penonton meredam emosi melihat drama Doel-Sarah-Zaenab.

Secara umum, Si Doel The Movie melepas dahaga kerinduan akan kisah klasik si anak Betawi itu, walaupun jawaban akhir atas kisah cinta segitiga Doel nyatanya masih tergantung pada sudut pandang masing-masing penonton. (wol/aa/cnn/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Trailer Si Doel The Movie Dirilis, Bagaimana Akhir Kisah Cinta Segitiga Sarah dan Zaenab?

  JAKARTA – Setelah menunggu lama, trailer Si Doel The Movie akhirnya dirilis. Dalam cuplikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: