Home / Ragam / Kesehatan / Sering ‘Ngantuk’, Ini Penyebabnya
ilustrasi (cnn)

Sering ‘Ngantuk’, Ini Penyebabnya

Waspada.co.id – Sudah merasa tidur cukup, tapi seharian masih ngantuk? Hal ini kerap menyiksa apalagi jika pekerjaan sudah menumpuk. Mengantuk dianggap biasa, tapi jika mengantuk seharian, orang patut waspada.

Mengantuk sebenarnya bukan cuma soal kurang tidur dan kelelahan. Mengantuk seharian bisa saja disebabkan karena adanya gangguan tidur.

Mengutip Hello Sehat ada tiga gangguan tidur yang membuat orang bisa ngantuk sepanjang hari.

1. Obstructive sleep apnea
Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan sering berhenti saat tidur. Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau sleep apnea obstruktif merupakan jenis sleep apnea yang membuat orang mengantuk sepanjang hari.

Napas dapat berhenti sekitar 10-20 detik dan bisa terjadi ratusan kali selama tidur. Mereka yang mengalami OSA dapat terbangun meski mereka tak menyadari kalau mereka terbangun. Akibatnya, orang tak bertenaga dan kurang produktif saat beraktivitas.

Apa gejala OSA?
Salah satu gejala yang paling tampak adalah mendengkur. Selain mendengkur, orang juga dapat tersedak atau napas yang tersengal-sengal saat tidur.

2. Narkolepsi
Gangguan tidur yang paling umum adalah narkolepsi yakni kondisi kelainan saraf sehingga membuat orang tak mampu mengontrol siklus tidur atau bangun. Hingga kini penyebabnya belum diketahui pasti.

Akan tetapi, para ahli meyakini narkolepsi disebabkan oleh kurangnya senyawa hypocretin dalam otak. Senyawa ini mengatur kesadaran saat terjaga dan keadaan REM atau rapid eye movement atau tahapan tidur seseorang.

Narkolepsi membuat orang sulit mengendalikan rasa kantuk, terutama siang hari. Orang pun bisa tidur kapan saja, bahkan di tengah aktivitas.

Gejala paling umum dari narkolepsi adalah rasa kantuk berlebihan di siang hari. Sleep attack juga hal yang umum dialami. Penderitanya bisa tertidur saat bekerja atau berkendara dan saat terbangun mereka tak bisa mengingat apapun.

3. Restless legs syndrome (RLS)
Restless Legs Syndrome (RLS) sering disebut sebagai penyakit Willis-Ekbom. RLS merupakan kondisi kelainan saraf yang mengakibatkan orang tidak dapat mengendalikan pergerakan kakinya. Orang biasanya merasakan rasa tak nyaman, kesemutan atau rasa sakit yang tak jelas penyebabnya sehingga ada hasrat untuk terus menggerakkan kaki.

Para ahli menduga kondisi ini disebabkan ada kemungkinan akibat dari ketidakseimbangan zat kimia otak yaitu dopamin yang berfungsi sebagai pengendali pergerakan otot.

Umumnya RLS terjadi di malam hari jelang waktu tidur atau saat tidur. Mau tak mau RLS dapat mengganggu tidur dan orang akan mengantuk sepanjang hari karenanya. (wol/cnn/data2)

Check Also

72 Indonesia, YOAM dan XL Sinergi Adakan Donor Darah

WOL – Menyambut 72 tahun Indonesia, Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) dan XL adakan donor ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: