_
Home / Ragam / Hiburan / “Say, I Love You” Akan Ramaikan Industri Perfilman Indonesia

“Say, I Love You” Akan Ramaikan Industri Perfilman Indonesia

JAKARTA, Waspada.co.idSAY, I Love You (Say ILY) merupakan film produksi Multi Buana Kreasindo (MBK). Kali ini ensembel bintang-bintang remaja menjadi salah satu daya pikatnya. Nama-nama seperti Dinda Hauw, Teuku Ryzki, Alvaro Maldini atau biasa dipanggil Aldi, dua nama terakhir merupakan mantan vokalis Coboy Junior (CJR). Juga Rachel Amanda, Nadira Octova, Shenina Cinnamon, merupakan deretan pemain di film drama romantis inspiring by true event ini.

Film Say, I Love You terinspirasi dari kehidupan sekolah SMA Selamat pagi Indonesia (SPI) di Batu Malang. SPI menerima siswa dari manapun, dengan berbagai latar suku, agama dan status sosial. Tapi kebanyakan memang dari kalangan tak mampu. Say, I Love You bercerita tentang cinta yang menginspirasi siswa-siswa SPI membuat langkah besar dalam hidup mereka.

Nama-nama seperti Sheren, Sayydah, Olfa, Dilla, Robet, Ridwan, Vira, Rustam merupakan tokoh dan karakter yang eksis sampai saat ini. Nama-nama mereka yang mewarnai kehidupan SMA Selamat Pagi, di film diperankan Dinda Hauw dan kawan-kawan. Kisah inspiratif mereka, cinta dan romantisme yang mereka alami di SMA Selamat Pagi diskenariokan Alim Sudio dan Endik Koeswoyo. Itu sebabnya, MBK menyebut Say, I Love You sebagai film inspired by true event.

Say, I Love You, bagi siswa-siswa SPI sesungguhnya seperti mantra yang luar biasa inspiratif. Tokoh-tokoh seperti Sheren, Sayydah, Dilla, Robet, saling menguatkan dan memotivasi lewat mantra ‘Say, I Love You’ ini. Mantra ini pula yang mampu memberi kebanggaan siswa-siswa SPI saat ini. Say, I Love You juga menjadi mantra pendirinya, Julianto atau Koh Jul yang berkorban meninggalkan keluarga agar sekolah ‘kandang ayamnya’, memiliki kebanggaan.

Pada hari ini, Rabu (19/12) Multi Buana Kreasindo bersama High Desert Indonesia merilis trailer dan poster resmi film Say, I Love You. Trailer berdurasi 2 menit 27 detik memperlihatkan perjuangan pengelola sekolah menghadapi bengalnya siswa-siswa SMA SPI.  Tak mudah menghadapi problem sekolah yang juga melarang siswanya pacaran.

Menyaksikan trailer film Say, I Love You seperti merasakan realita anak-anak SMA dengan segala kebandelan, kebrengsekan maupun keceriaan mereka di sekolah. Namun yang unik dari Say, I Love You adalah perjalanan cinta Sheren dan Robet. Keduanya saling jatuh hati tapi sulit menghadapi kenyataan, bahwa sekolah akan menghukum mereka yang pacaran. Romantisme keduanya seperti pemantik api yang tak mudah dinyalakan.

Sementara poster film Say, I Love You memperlihatkan atmosfer keglamouran. Ini untuk memperlihatkan salah satu cerita sukses SMA SPI. Mereka berhasil membuat cerita, koreografi dan pertunjukan panggung Blaze of Glory. Pertunjukan panggung sebagai unjuk kemampuan dan kebanggan mereka. Selama bertahun Blaze of Glory dikemas menjadi pertunjukan rutin secara komersial dan dipertontonkan secara khusus bagi tamu-tamu yang berkunjung ke kota Batu, Malang.

Keceriaan, kebahagiaan dan romantisme cinta menjadi tonalitas yang tergambarkan di poster film Say, I Love You. Kesemua elemen ini yang menjadikan Say, I Love You seperti satu tarikan nafas dengan kehidupan siswa-siswa SMA Selamat Pagi Indonesia. Bahwa cinta yang menjadikan mereka berubah.

Alim Sudio sebagai penulis Film Say, I love You menceritakan perjalanannya menulis sebuah karya tersebut.

“Saya menikmati semua prosesnya, dari mulai riset dan hunting ke kota Batu, Malang, semuanya berproses dengan asyik karena setiap orang yang terlibat punya passion yang sama dan keinginan untuk berbagi kisah yang jujur, tanpa ditutup-tutupi,” tuturnya.

Endik Koeswoyo yang juga ikut dalam penulisan karya tersebut menyampaikan bahwa terkadang kalau  berpikir tentang cinta itu rumit, tapi kenyataanya, cinta itu sering kali sederhana, Setiap remaja pasti punya kisah cinta, hanya saja dalam Say I Love You, kisah cintanya beda, cinta yang sarat makna.

“Banyak hal unik, banyak hal-hal sederhana yang tersaji dengan sendirinya, ngalir begitu saja. Melalui riset dan pengembangan yang cukup lama, akhirnya kisah cinta dan cita-cita anak-anak SMA Selamat Pagi Indonesia ini bisa tersaji menjadi sebuah film. Saya pribadi sangat bersyukur, ketika hasil riset dan penelitian menjadi sebuah sinopsis, Alim Sudio bersedia membantu saya menuliskan ceritanya,” ungkapnya.

“Ini bukan sekedar kisah cinta antara Sheren dan Robert atau Dilla dan Wayan, ini kisah cinta banyak orang, ini kisah cinta remaja SMA, dan bisa jadi kisah cinta dalam film ini begitu dengan dengan kita. Satu hal yang ingin saya tekankan, mendapatkan cinta itu tidak mudah, tetapi pada kenyatannya, lebih sulit mempertahankan cinta itu sendiri,” pungkasnya.(wol/rls/data1)

Check Also

Adele Bercerai dari Simon Konecki

LONDON, Waspada.co.id – Penyanyi Adele bercerai dari suaminya, Simon Konecki. Kabar itu sudah dikonfirmasi perwakilan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: