Home / Ragam / Hiburan / Resensi Film: The Longest Ride
Istimewa

Resensi Film: The Longest Ride

WOL – Sutradara sekaligus aktor gaek Hollywood, Clint Eastwood, kini punya penerus. Putranya bersama Jacelyn Reeves, Scott Eastwood, mulai menapaki karirnya di dunia akting Hollywood. Karya terbarunya berjudul THE LONGEST RIDE, film drama romantis yang ia bintangi bersama the rising star Brittany Robertson.

Film arahan George Tillman Jr. (THE NOTEBOOK dan DEAR JOHN) adalah salah satu drama romantis yang wajib disimak. Punya alur back and forth, THE LONGEST RIDE bakal memainkan emosimu naik turun dan bahkan meneteskan air mata.

Kisah dimulai dari Luke Collins (Scott Eastwood) yang berprofesi sebagai seorang bull rider profesional. Sebuah kecelakaan merenggut kesempatan emasnya menyabet gelar juara, membuatnya koma dan vakum dari arena menunggang banteng liar.

Suatu hari, ketika ia kembali ke arena untuk pertama kalinya, matanya langsung tertuju kepada seorang wanita cantik. Terkesima, ia pun memberikan topi cowboynya kepada wanita yang ternyata bernama Sophia Danko (Britt Robertson), mahasiswi jurusan seni yang kuliah di kota tempat Luke tinggal.

Lewat perkenalan singkat dan terburu-buru, Sophia berjanji akan menelepon Luke. Namun, ia ragu karena sebenarnya dalam waktu kurang dari dua bulan ia harus terbang ke New York dan mulai mewujudkan mimpinya sebagai seorang kurator galeri seni di sana. Tapi akhirnya ia memencet nomor Luke dan sebagai seorang gentleman, Luke mengajak Sophia kencan.

Kisah perkenalan mereka yang singkat, straight, tanpa banyak drama dan intrik menjadi pembukaan indah film berdurasi dua jam ini. Namun, hal ini tak berlangsung lama sebab Sophia langsung mengungkapkan jika dirinya akan meninggalkan North Carolina menuju New York. Patah hati, Luke memilih mengubur rasa itu dalam diam. Ia pun mengantarkan sang pujaan hati untuk kembali pulang ke rumah kost.

Tak disangka dalam perjalanan pulang yang disertai hujan mereka menemukan sebuah mobil terjun ke parit dan menabrak pohon. Korbannya adalah seorang kakek yang masih bernafas meski luka parah. Kakek tersebut meminta Sophia menyelamatkan sebuah kotak di jok depan.

Kotak tersebut ternyata penuh dengan surat. Surat cinta Ira Levinson (Alan Alda), sang kakek, kepada istrinya tercinta Ruth (Oona Chaplin). Di sini lah latar pun berganti maju dan mundur menuju tahun 40an di mana Perang Dunia II berkecamuk. Ternyata, kisah cinta Ira-Ruthie punya kemiripan dengan kisah cinta Luke-Sophia.

Sophia dan Ruth sama-sama punya kecintaan yang besar terhadap seni, terutama lukisan. Sedangkan Luke dan Ira, adalah dua orang lelaki yang punya dunia berbeda namun sangat mencintai wanita pilihan mereka. Ketika cinta mereka diuji, Ira tak bisa memberikan keturunan dan Luke tak ingin berhenti dari arena bull rider meski cedera mengancam nyawanya, hanya kesabaran dan kekuatan cintalah yang mampu taklukkan kerasnya hati manusia.

THE LONGEST RIDE penuh adegan romantis yang nggak ‘menye-menye’ namun kena di hati. Emosi kita dibawa naik dan turun seiring dengan naik turunnya hubungan Luke-Sophia. Alur seperti ini memang sudah sering ditampilkan dalam film bergenre drama romantis seperti pada THE CURIOUS CASE OF BENJAMIN BUTTON dan THE LOST VALENTINE. Effort untuk menghidupkan latar perang dan suasana tahun ’40an juga patut diacungi jempol. Jangan lupakan juga aksi bull rider Luke yang keren dan dishot dalam gerakan slow-motion.

Yap, karena ini adalah film arahan George Tillman Jr. yang sudah sukses membuatmu berkaca-kaca dalam THE NOTEBOOK dan DEAR JOHN, alur cerita hingga garis besar kisah yang diceritakan di dalamnya punya banyak kemiripan. Salut, George memang rajanya bikin penonton ikut terbawa suasana.

Buat kalian yang pengen mencari inspirasi tentang kekuatan cinta dan bagaimana cara memperlakukan wanita dengan manis dan terhormat, THE LONGEST RIDE patut jadi acuan. Plus, makna terdalam dari judul film ini juga akan terkuak di dalamnya. Sarat makna, romansa dan pembelajaran, please enjoy film Scott Eastwood ini. Happy watching. (kapanlagi)

Check Also

Film Venom Bakal Punya 2 Post-Credit Scene

LOS ANGELES, Waspada.co.id – Film garapan Ruben Fleischer, Venom, dikabarkan akan mempunyai dua post-credit scene. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: