_
Home / Ragam / Poltekpar Medan Review Kurikulum Tahap III
WOL Photo

Poltekpar Medan Review Kurikulum Tahap III

DELI SERDANG, Waspada.co.id – Untuk menciptakan kurikulum 7 (tujuh) program studi yang mempunyai payung hukum untuk diterapkan pada tahun ajaran baru 2019/2020.

Pada hari ini Poltekpar Medan melaksanakan Review Kurikulum Tahap III yang bertujuan untuk Penyesuaian dengan kebutuhan Industri dan Kemampuan Entrepreneurship.

“Saya senang dengan kondisi saat ini dan pembangunan yang dilaksanakan di Politeknik Pariwisata Medan,” tutur Ibu Ni Wayan Giri Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kepariwisataan (DBPIKK) Kementerian Pariwisata saat tiba di Kampus Poltekpar Medan.

Hal ini merupakan tuntutan penggunaan kurikulum yang mutakhir sesuai dengan kebutuhan industri dan harus menyesuaikan dengan Mutual Recognition Agreement on Tourism Professionals (MRA TP) yang menjadi acuan pengembangan SDM pariwisata di Indonesia agar lebih kompetitif di pasar internasional, terutama pasar SDM pariwisata ASEAN.

“Tuntutan review dan pengembangan kurikulum ini juga sejalan dengan program Poltekpar Medan dalam bidang akreditasi kampus berskala nasional (BAN PT, AIPT) dan internasional (ISO 9001:2015 dan Tedqual),” katanya.

Selain itu, sesuai dengan arahan Menteri Pariwisata bahwa mahasiswa yang lulus harus mampu menjadi seorang entrepreneur muda, sehingga review kurikulum ini dimaksudkan juga untuk menambahkan kurikulum kewirausahaan dalam proses pembelajaran.

Dalam kegiatan review kurikulum ini Politeknik Pariwisata Medan mengundang narasumber Bapak Endrotomo seorang Dosen Jurusan Entrepreneur dan bergabung dalam Tim learning Center di Universitas Ciputra. Beliau juga merupakan Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Tinggi, Tim Penyusun SN Dikti 2014, Tim Penyusun KKNI, Belmmawa Kemenresdikti 2005-2017.

“Saat ini perkembangan dunia sangat pesat, kita harus siap untuk selalu berubah (dinamis), melakukan penyesuaian dengan situasi yang berkembang dan harus memanfaatkan teknologi untuk membantu kita mensukseskan pekerjaan dan target yang diberikan”, tambah Ibu DBPIKK.

Beliau juga menambahkan bahwa Poltekpar Medan juga merupakan salah satu stakeholder yang bertugas dalam perkembangan Geopark Danau Toba. Kita harus bisa memaksimalkan pemanfaatan Geopark Toba bagi pendidikan. Dalam pertemuan ini beliau menyampaikan juga bahwa masih ada 8 tugas yang harus kita selesaikan untuk pencapaian Danau Toba sebagai salah satu Geopark UNESCO.

Bapak Menteri Pariwisata sudah berkomitmen untuk membantu menyelesaiakan tugas ini, dan salah satu yang telah dilakukan adalah mengirimkan surat kepada UNESCO untuk menyatakan kesiapan Indonesia untuk bersungguh-sungguh melakukan 8 tugas tersebut. Seluruh stakeholder seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Badan Pengelola Geopark, BPODT, Politeknik Pariwisata Medan, Dinas Pariwisata Provinsi, Dians Pariwisata Daerah di Kawasan Pariwisata Danau Toba dan stakeholder lain yang terkaitharus bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata untuk menyelesaikan tugas ini.

“Untuk saat ini kami akan memaksimalkan apa yang bisa kami lakukan sebagai dosen atau pejabat dalam menyiapkan dan mengkondisikan materi dan kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri sehingga saat lulus mereka sudah siap bersaing di dunia luar. Kami juga menyiapkan kurikulum kewirausahaan dalam pembelajaran mahasiswa dan siap mendukung geopark Toba,” dukung Direktur Politeknik Pariwisata Medan, Anwari Massatip.(wol/rls/Eko/data1)

Check Also

Pemprovsu Akan Bangun Sekolah di Nias Selatan

FANAYAMA, Waspada.co.id – Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), khususnya di Kabupaten ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: