Home / Ragam / Gaya Hidup / PERISKOP 2017: Tren Fesyen Wanita Menurut Desainer Tanah Air
Tren fesyen 2017 (Foto: Elle)

PERISKOP 2017: Tren Fesyen Wanita Menurut Desainer Tanah Air

agregasi
agregasi

 

PREDIKSI tren mode tak hanya berasal dari panggung runway pekan mode dunia, seperti New York, Milan, Paris, dan London Fashion Week. Beberapa perancang mode Tanah Air pun juga memberikan prediksi masing-masing terkait gaya busana atau penampilan yang akan menjadi tren di 2017.

Ivan Gunawan, Ardistia New York, Yosafat Dwi Kurniawan, hingga Musa Widyatmodjo pun membeberkan beberapa tren fesyen wanita yang akan menjadi tren. Berikut adalah uraiannya.

Ivan Gunawan

Jika beberapa tahun sebelumnya wanita banyak yang tampil seksi mengenakan busana berpotongan ketat, namun tidak demikian yang terjadi di 2017. Menurutnya, 2017 mulai banyak wanita yang memilih mengenakan busana berpotongan loose (longgar) dan oversized, seperti blus berlengan panjang.

Selain padu padan busana yang lebih berkembang, desainer kondang tersebut menuturkan bahwa akan ada ragam warna yang hadir di tahun ini. Warna pastel yang sempat mendominasi akan bergulir dan tergantikan oleh warna yang bervariasi.

(Foto: Popsugar)

“Kita harus semakin pintar dalam memadumadankan warna busana,” ujarnya.

Untuk sepatu, dituturkan Igun, para wanita mulai memilih sepatu dengan heels yang tak terlalu tinggi. Igun memerhatikan wanita cenderung menyukai heels dengan ukuran 7-9 cm. Kini, kenyamanan menjadi salah satu tolok ukur berbusana para kaum hawa.

Berikutnya, adalah statement aksesori. Igun mengatakan jika di 2017 aksesori berukuran besar dan menonjol akan kian digandrungi dan menjadi tren di tahun depan. “Kenapa? Soalnya kebanyakan mereka memakai busana polos. Jadi, di saat baju kita tone down, maka aksesorinya di blow up,” kata Ivan.

Ardistia New York dan Yosafat Dwi Kurniawan

Gaya hidup masyarakat urban yang kian dinamis membuat tren busana turut mengalami perkembangan. Ardistia Dwiasri, pemilik label Ardistia New York, dan Yosafat Dwi Kurniawan pun memprediksi jika tren busana 2017 cenderung akan lebih versatile dan mudah untuk dipadupadankan.

“Tren 2017 aku melihatnya pakaian didesain untuk mudah dipadupadankan karena kehidupan masyarakat yang semakin dinamis. Misalnya, atasan bisa jadi dress, jaket bisa jadi dress atau di-wrap atau dilepas. Jadi, satu piece bisa banyak looks. Itu yang aku lihat, terutama untuk wanita sekarang,” papar desainer Ardistia Dwiasri di Kuningan, Jakarta, baru-baru ini.

Senada dengan Ardistia Dwiasri, desainer lainnya yakni Yosafat Dwi Kurniawan, mengungkapkan jika masyarakat Selera berbusana masyarakat sudah mulai mengarah ke versatile atau serba guna. Misalnya, busana ke kantor bisa pula digunakan untuk menghadiri acara di malam harinya.

“Sekarang ini orang-orang ingin sesuatu yang versatile. Orang bisa ke kantor kemudian malam harinya pergi dinner tetapi tidak kelihatan under dressed atau over dressed, multifungsi,” kata Yosafat.

(Foto: Glamradar)

Ia melanjutkan, “Berbeda dengan dekade sebelumnya, di mana busana malam ya untuk malam begitu pula busana siang. Kalau sekarang rasanya enggak mungkin karena mobilitas masyarakat Jakarta. Jadi, cukup ganti jaket saja sudah bisa pergi ke pesta, misalnya.”

Sementara, untuk warna busana yang diprediksi menjadi tren. Baik Ardistia dan Yosafat mengemukakan bahwa warna monokrom basic tetap akan berjaya. “Warna adalah elemen penting dalam busana. Jadi, selain monokrom basic, color pop juga akan keluar,” pungkas Ardistia.

Musa Widyatmodjo

Jika sepuluh tahun lalu, satu item fesyen bisa menjadi tren yang sangat booming. Kini, lantaran adanya pengaruh secara digital, tren busana menjadi sebatas benang merahnya saja.

Perancang mode Musa Widyamodjo pun memberikan pendapatnya saat ditanya mengenai prediksi tren busana 2017. Menurutnya, tren busana di 2017 akan mengambil sesuatu hal yang sama namun diolah berbeda untuk setiap rumah mode.

“Misalnya, aura etnik, etnik yang seperti apa? Ada etnik mentah, etnik matang, atau etnik kontemporer. Benang merahnya adalah mengolah beberapa tawaran menjadi sesuatu yang unik untuk setiap rumah mode. Misalnya lagi, unsur mutiara, tetapi setiap perancang mode menerjemahkannya berbeda,,” papar Musa Widyatmodjo, yang ditemui Okezone, di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

Untuk tren busana pria, desainer bertubuh tinggi ini mengungkapkan jika banyak unsur warna dan tabrak motif yang digunakan. Namun, tetap menghasilkan sesuatu yang anggun dan elegan.

(Foto: Elle)

Lalu, untuk aksesori, seperti sepatu, Musa mengatakan jika tren ke depannya, sepatu untuk wanita tidak lagi memiliki hak tinggi.

“Sekarang sepatu cenderung datar, kemarin-kemarin orang menjual sepatu hak tinggi semua, sekarang orang sudah mulai capek. Secara garis besar, mutiara, sepatu datar, mixing color, mixing print, itu yang menjadi tren 2017,” tandas desainer yang sudah berkecimpung di industri mode sejak 25 tahun lalu.

 

 

Check Also

Lezatnya Asem-Asem Ceker Ayam Bakal Menggoyang Lidah Anda

  TIDAK sedikit orang yang mengaku merasa jijik jika harus menyantap ceker atau kaki ayam. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: