Home / Ragam / Gaya Hidup / Musik Ternyata Pengaruhi Pola Makan Kita Loh, Kok Bisa?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Musik Ternyata Pengaruhi Pola Makan Kita Loh, Kok Bisa?

agregasi
agregasi

 

PERNAHKAH Anda merasa senang mendatangi sebuah restoran karena memutarkan musik yang disukai? Atau pernahkah Anda merasa terbawa dengan musik yang diputar di restoran. Jika iya, tahukah Anda bahwa musik dapat memengaruhi keputusan untuk memilih menu makanan?

Menurut sebuah penelitian, volume musik yang dimainkan restoran memiliki efek sistemik pada jenis makanan yang dipesan. Sebagai contoh, bila Anda memilih makanan tidak sehat seperti cheeseburger dan kentang goreng, dibanding makanan sehat seperti salad, itu bukan sepenuhnya keinginan dalam diri. Pilihan itu dapat secara langsung dipengaruhi oleh atmosfer restoran.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Springer itu diungkapkan, volume musik restoran dapat memengaruhi pilihan makanan konsumen karena memiliki dampak langsung pada detak jantung dan gairah.

Musik yang lebih lembut dan memiliki efek yang menenangkan dapat membuat seseorang lebih memerhatikan makanan yang dipesannya. Sementara volume yang lebih keras dapat meningkatkan stimulasi dan stres sehingga menginspirasi pengunjung untuk memesan makanan yang tidak sehat.

“Restoran dan supermarket dapat menggunakan ambience dari musik secara strategis untuk memengaruhi perilaku pembelian konsumen,” kata penulis studi, Dr Dipayan Biswas dari University of South Florida seperti yang dikutip dari Independent, Jumat (25/5/2018).

Dia menjelaskan, musik serta kebisingan merupakan elemen atmosfer yang sangat penting dalam penjualan ritel dan sudah menjadi aturan umum. Dr Dipayan pun melakukan eksperimen di sebuah kafe yang memainkan berbagai genre musik dan diputar dalam tingkat volume terpisah (55Db dan 70Db).

Item pada menu makanan kemudian dibagi menjadi tiga kategori yaitu sehat, tidak sehat, dan netral. Peneliti tersebut menganalisis perilaku pelanggan selama beberapa jam untuk beberapa hari.

Setelah dianalisis, data mengungkapkan jika 20% pelanggan lebih banyak memesan sesuatu yang tidak sehat ketika mendengar musik yang volumenya lebih keras, dibanding mereka yang makan pada saat volume musik lebih tenang.

Sementara itu, musik yang lebih tenang seperti musik klasik biasanya akan mulai dimainkan saat sore hari hingga malam. Di waktu itulah pelanggan restoran dapat memilih menu makanan dengan lebih bijak.

Check Also

5 Gaya Artis Bollywood yang Bisa Jadi Inspirasi Busana Lebaran

MOMEN Idul Fitri biasa diidentikkan dengan pakaian baru. Berbagai gaya busana bisa dijadikan inspirasi untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: