Home / Ragam / MOS Tahun Ini Bakal Beda
Ilustrasi/WOL Photo

MOS Tahun Ini Bakal Beda

MEDAN, WOL Masa Orientasi Siswa (MOS)? Siapa yang tak kenal aktivitas yang satu ini, khususnya bagi siswa baru di tingkat SLTP dan SLTA. Sejauh ini, memang banyak opini serta pandangan yang berkembang di tengah masyarakat, mulai dari aktivitas yang menyenangkan, mubazir, hingga terkesan pembodohan.  

Nah, mungkin berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan regulasi baru soal Masa Orientasi Siswa (MOS). Tujuannya untuk mencegah terjadinya perpeloncoan dan kekerasan lain. Regulasi baru terkait MOS itu pun tertuang dalam Permendikbud 18/2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Seperti diketahui, tahun lalu masih ada praktik perpeloncoan saat MOS dan potensi kekerasan fisik ketika rekrutmen ekstrakurikuler. Bahkan ada seorang siswa di Pulau Jawa yang meninggal akibat tidak kuat mengikuti kegiatan MOS.

Agar polemik seperti itu tidak terulang kembali, salah satu cara mengantisipasinya adalah menetapkan MOS atau pengenalan lingkungan sekolah murni dilakukan oleh guru. MOS juga harus dilakukan untuk tujuan edukatif dan menyenangkan, makanya siswa tidak diperkenankan memakai atribut yang aneh-aneh.

Selama MOS, siswa tetap mengunakan atribut seragam sehari-hari. MOS juga dilakukan pada jam pelajaran sekolah, dalam jangka waktu paling lama tiga hari pada Minggu pertama awal tahun pelajaran. Untuk sekolah berasrama diperbolehkan menyesuaikan jangka waktu yang diperlukan dengan terlebih dahulu melapor pada Dinas Pendidikan setempat.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 3 Medan, Drs Adi Wijaya, menyambut baik peraturan baru yang dikeluarkan Kemendikbud terkait PLS. Artinya, memang pemerintah pusat dinilai sangat konsen melihat permasalahan-permasalahan terkait MOS setiap tahunnya.

“Kita semua tentu tidak ingin lagi mendengar ada korban di setiap MOS dilakukan. Makanya, ini bisa dibilang salah satu alternatif yang baik dan saya pribadi sangat setuju,” tambahnya.

Dikatakan, SMANTig juga telah mempersiapkan PLS dengan baik, di antaranya materi-materi yang akan diberikan kepada siswa baru. Namun untuk sedikit memberi penyegaran, pihaknya juga akan menggelar games edukatif.

“Dan terpenting tidak ada lagi yang namanya pernak-pernik, karena itu pastinya membebani siswa,” jelasnya.

Pengurus Sekolah Islam Khairul Imam Terpadu Medan, Drs Irsal Fikri, menilai pelaksana MOS bukanlah masalah penting. Karena yang terpenting dilakukan sesuai tujuannya, yakni mengenalkan siswa baru terhadap lingkungan sekolah.

Wakil Kepala SMA Eria, Dra Hj Mulyana Munir, mengaku senang dengan adanya peraturan baru terkait MOS yang dikeluarkan Kemendikbud. Dan memang sekolah ini pun terlebih dulu sudah melakukannya seperti MOS dilakukan para guru dan siswa sifatnya hanya membantu.

“Jadi memang, beberapa tahun belakangan ini kami sudah terapkan itu. Apalagi memang pemerintah sudah melarang adanya pernak-pernik terkait MOS, dan itu saya nilai sangat baik,” pungkasnya. (wol/aa/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Ketua STIK-P Apresiasi Kepedulian Parlindungan Purba

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P), Dr H Sakhyan Asmara MSP, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: