Home / Ragam / Mie level siap jadi icon kuliner Medan
WOL Photo/Eko

Mie level siap jadi icon kuliner Medan

MEDAN, WOL – Mie direbus, setelah matang ditiriskan lalu dicampurkan dengan bumbu dan sayuran. Sebelum dicampur, sayuran yang terdiri dari cabai, bawang bombai, bawang putih, dan lada ditumis terlebih dahulu lalu dicampur menjadi satu dengan mie dan bumbu mie.

Itulah rahasia kenapa mi goreng di Mie Level yang terletak di Jalan Ismailiyah ini menjadi sangat spesial. Proses pembuatannya yang cukup panjang dan menggunakan bahan-bahan pilihan membuat mie goreng selalu menjadi menu andalan yang ditawarkan.

Disebut Mie Level karena menghadirkan mi goreng dengan aneka level kepedasan mulai dari level pertama hingga lima. Kepedasan yang dihadirkan juga berbeda, seperti di mi goreng level pertama. Walau level pertama, tetapi keringat tetap akan bercucuran akibat sensasi kepedasannya.

Rahasia kenikmatan dan sensasi kepedasan Mi goreng favorit di Mie Level terletak pada cabainya, cabai yang digunakan adalah cabai batak yang terkenal dengan rasa pedasnya yang dahsyat. Walau menggunakan mi instan sebagai bahan utamanya, namun proses memasaknya benar-benar terjamin. Perebusan mi dilakukan untuk menghilangkan pengawet yang ada dalam mi sebelum mi dicampurkan dengan bumbu-bumbu lainnya.

Disajikan di atas piring dengan ditambah toping keju, telur, kerupuk dan selada membuat mi goreng tersebut semakin membuat lidah tidak ingin berhenti menikmati. Walau rasa pedas akan terasa ketika sesendok mi masuk ke dalam mulut, namun sensasi itulah yang menjadi pelengkap.

Pemilik Mie Level Racmadsyah Dana mengatakan, kepedasan dari cabai batak merupakan nilai jual yang ditawarkan di Mie Level. Pengunjung bisa mencoba mi dengan beberapa level pedas mulai dari level satu hingga level lima.

“Kita memang menonjolkan sensasi pedas pada makanan kita. Level yang kita tawarkan level satu sampai lima, namun jika pengunjung merasa kurang bisa menaikkan level tapi harus sesuai dengan kemampuan si pemesan akan pedas,” ujarnya.

Mie Level menghadirkan lima menu dengan level kepedasan yang bisa direquest sesuai keinginan yaitu mi goreng, mi kuah, ayam pedas marmot, nasi goreng dan GPS (Gak Pakai Sandal).

“Kenapa untuk cabai kita memilih Cabai Batak, karena setelah kita tes cabai batak menghasilkan rasa pedas yang pas dan warna yang juga pas. Jadi warna merah pada mi goreng maupun nasi goreng itu benar-benar asli warna cabai, bukan pewarna makanan atau saus,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bumbu juga bahan-bahannya diolah sendiri tidak menggunakan bumbu instan yang ada di pasaran. Hal itu dilakukan agar mi dan makanan lain yang dihadirkan di Mie Level menghasilkan rasa yang benar-benar bagus.

“Dalam sehari kita bisa membuat 400 hingga 500 mie dan menghabiskan 15 hingga 20 kilogram cabai batak. Harga yang kita tawarkan sangat terjangkau mulai Rp10.000-Rp15.000 saja,” katanya. (data2/wol/eko)

Editor: CAESSARIA INDRA DIPUTRI

Check Also

Menikmati Jajanan Palladium Culinary

MEDAN, WOL – Berbicara tentang kuliner di Kota Medan memang tak pernah ada habisnya. Di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: