_
Home / Ragam / Gaya Hidup / Melirik Fakta-fakta Menarik Batik Air Penuhi Kebutuhan Masyarakat
foto: istimewa

Melirik Fakta-fakta Menarik Batik Air Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Waspada.co.id – Batik Air adalah salah satu maskapai komersil Indonesia yang didirikan pada 2012, dan merupakan bagian dari Lion Air Group. Maskapai melakukan penerbangan perdananya pada Mei 2013 dari Jakarta ke Manado dan Yogyakarta. Karena layanan yang ditawarkan lebih lengkap, nyaman dan memanjakan, maka Batik Air pun dinobatkan menjadi salah satu maskapai full service kelas premium.

Dengan demikian, Batik Air bisa dibilang jadi jawaban Lion Air untuk Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air, dua maskapai lokal yang menjadi pesaingnya. Namun harga tiket Batik Air tercatat lebih murah dibandingkan Garuda Indonesia untuk kelas yang sama.

Kehadiran Batik Air dengan layanan yang memadai membuat kesan kurang baik yang selama ini membayangi perusahaan induknya, Lion Air, memudar. Seperti diketahui, maskapai berlambang singa ini memang banyak menuai kritik; mulai dari keterlambatan jadwal yang seolah menjadi habit, dan kasus-kasus lainnya yang sejauh ini tidak pernah atau sangat jarang ditemukan di Batik Air.

Memang, dari sekian banyak review yang ditemukan untuk Batik Air, mayoritas penumpang menyatakan puas akan pelayanan dan ketepatan jadwal penerbangannya. Selain itu, kenyamanan yang ditawarkan di pesawat, seperti leg room yang luas dan kursi yang lebih lega dan nyaman juga menjadi sumber kepuasan pelanggan Batik Air.

Tercatat hingga September 2019, Batik Air telah melengkapi pelayanannya hingga mencakup lebih dari 45 tujuan domestik dan internasional, termasuk Singapura, Chennai di India, Perth di Australia, serta Guilin dan Kunming di China.

Fakta-Fakta Menarik Batik Air
Batik Air memang dikenal sebagai maskapai kelas premium yang menyediakan layanan penuh, dengan harga yang bersaing. Walaupun demikian, maskapai ini menawarkan harga tiket yang lebih ramah di kantong dibandingkan Garuda Indonesia. Namun selain itu, ada fakta-fakta menarik tentang Batik Air yang perlu kita tahu.

1. Maskapai Paling Tepat Waktu
Tahun 2013 lalu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menobatkan Batik Air sebagai maskapai yang paling tepat waktu di Indonesia. Persentase ketepatan waktu alias on time performance (OTP) Batik Air berada di angka 88,59 persen dari 5.344 penerbangan. Garuda Indonesia menyusul di posisi kedua dengan persentase angka 84,05 persen dari 168.374 penerbangan. Di posisi ketika ada Sriwijaya Air dengan OTP 80,94 persen.

Namun pada tahun 2018, posisi Batik Air disalip maskapai TransNusa (OTP 91 persen), dan turun ke peringkat kedua di daftar maskapai lokal yang paling tepat waktu. Walau demikian, presentase ketepatan waktu Batik Air meningkat jadi 90 persen, sementara Garuda Indonesia di posisi ketiga dengan OTP 89 persen.

Tak hanya diakui di dalam negeri, ketepatan waktu penerbangan Batik Air juga diberi penghargaan di kancah internasional. Pada Januari 2018, OAG Flightview—sebuah lembaga riset yang berbasis di Inggris—menempatkan Batik Air di posisi kedua daftar maskapai penerbangan dengan OTP terbaik di Asia Tenggara. Menurut Flightview, OTP Batik Air mencapai 84 persen dari keseluruhan penerbangan, dan angka pembatalan 0,2 persen dari keseluruhan penerbangan.

2. Hiburan Lengkap di Kabin
Dengan layanan premium, Batik Air menyediakan televisi pribadi (sistem hiburan dalam penerbangan alias in-flight entertainment(IFE)) di setiap kursi, makanan ringan atau makanan berat yang sudah termasuk dalam harga tiket yang dibayar penumpang. Namun beberapa reviewmelaporkan tidak semua penerbangan Batik Air menyediakan televisi mini di setiap kursi.

Maskapai dengan pesawat bercorak batik ini memang menyediakan layanan hiburan dalam pesawat yang lumayan lengkap. Penumpang bisa menikmati berbagai jenis hiburan, mulai dari film, lagu, hingga permainan (game) yang bisa diakses dengan layar sentuh.

Namun penerbangan Batik Air tidak menyediakan earphone. Pelanggan harus membeli earphone seharga Rp25.000 jika ingin menggunakannya. Jika Anda tidak ingin membeli, pastikan membawa earphone sendiri ketika naik pesawat.

3. Makanan dalam Penerbangan Batik Air
Baik di penerbangan kelas ekonomi maupun kelas bisnis, Batik Air menyediakan makanan di pesawat (in-flight meal). Namun jenis makanan dan cara penyajiannya tentu berbeda di masing-masing kelas. Untuk kelas ekonomi, penyajian makanan seperti nasi dan lauk menggunakan wadah sekali pakai dengan alat makan (cutlery) berbahan plastik. Untuk kelas bisnis, penyajian makanan menggunakan piring dan mangkuk keramik, gelas, dan cutleryberbahan stainless steel.

Makanan berat berupa hidangan khas Indonesia atau hidangan Western biasanya hanya disediakan pada penerbangan lebih dari dua jam. Sedangkan untuk penerbangan singkat, biasanya diberikan makanan berupa snack dan minuman. Hal yang sama juga ditemukan di maskapai premium lainnya, seperti Garuda Indonesia. Untuk kelas bisnis, biasanya penumpang diberi pilihan untuk makanan dan minuman yang mereka inginkan berdasarkan ketersediaan.

Sedangkan untuk rasa makanan, interpretasi penumbang berbeda-beda. Beberapa review mengatakan, rasa makanan di Batik Air biasa saja walaupun masih bisa diterima. Beberapa review lain menyatakan rasa makanan Batik Air enak untuk ukuran in-flight meal. Sebagai contoh, blogger Wira Nurmansyah mengatakan makanan di Batik Air kelas bisnis yang dia naiki cukup enak. Saat itu ia memilih paket nasi liwet, yang menurutnya gurihnya pas untuk nasinya, dan ayamnya tidak kering walau juga tidak juicy. Dia khususnya sangat menyukai sambal goreng kentangnya.

Selain makanan berat, kelas bisnis Batik Air juga menawarkan snack atau dessert. Biasanya yang tersedia adalah kopi, teh dan minuman lainnya. Untuk makanan, biasanya tersedia kue seperti browniesatau pastry.

4. Jenis Pesawat yang Digunakan Batik Air
Batik Air mulai beroperasi dengan 10 pesawat Boeing 737-900ER. Namun kemudian Lion Air melakukan rebranding Malindo Air menjadi Batik Air Malaysia, dan seluruh Boeing 737 milik Batik Air ditransfer ke Malindo Air. Kini Batik Air mengoperasikan 44 pesawat Airbus A320-200, delapan Boeing 737-800, dan enam Boeing 737-900ER. Namun semua pesawat Boeing 737 akan ditransfer ke maskapai Lion Air Group lainnya, dan diganti dengan Airbus A320.

Satu armada Batik Air, yakni Boeing 737-900ER, tergelincir di bandara Adisucipto Yogyakarta pada hari Jumat, 6 November 2015. Insiden lain terjadi di Bandara Rendani Manokwari pada hari Selasa 13 Maret 2018, ketika pesawat Airbus Batik Air seri A320-200 terperosok keluar dari landasan pacu hingga penumpang harus dievakuasi dan pesawat tidak bisa melanjutkan penerbangan.

5. Bepergian dengan Anak Naik Batik Air
Menurut beberapa review dari para mama, bepergian dengan Batik Air membawa anak terbilang nyaman. Penumpang boleh membawa kereta bayi (stroller) yang bisa dilipat ke dalam kabin. Saat ini sudah banyak stroller cabin-size seperti Cocolatte Pockit, GB Pockit, Cocolatte iSport dan masih banyak lagi. Selain itu, ukuran seat yang lebar dan ruang untuk kaki yang luas juga membuat para ibu nyaman memangku dan menyusui bayi mereka di pesawat.

Namun orang tua perlu memperhatikan peraturan dari Lion Air Group terkait membawa anak dalam penerbangan. Ada aturan yang menyatakan pihak Lion Air Group berhak menolak untuk mengangkut bayi berusia kurang dari dua hari. Selain itu, bayi yang berusia antara tiga hingga tujuh hari harus disertai Sertifikat Kesehatan, yang menyatakan bahwa bayi tersebut cukup sehat sehingga aman untuk melakukan perjalanan udara.

Perbedaan Maskapai Full Service vs Low Cost Carrier (Selain Harga Tiket)
Dari sisi harga tiket, memang Batik Air—sebagaimana layaknya maskapai full service—mematok harga lebih tinggi dibandingkan dengan low cost carrier(LCC) semacam Sriwijaya Air, Air Asia, Citilink, atau Lion Air. Namun maskapai bernuansa batik ini tetap menjadi pilihan ekonomis jika dibandingkan dengan Garuda Indonesia untuk kelas yang sama.

Bicara layanan full service versus low cost carrier, harga dan fasilitas tentu menjadi pembeda yang utama. Namun selain itu, apa saja yang membedakan kedua jenis maskapai?

Harga memang tak menjadi satu-satunya hal yang membedakan maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) dari maskapai dengan layanan penuh (full service) seperti Batik Air. Maskapai murah biasanya lebih banyak melayani rute domestik dan rute internasional dengan jarak tempuh singkat.

Perbedaan lainnya adalah bahwa maskapai berbiaya rendah tidak menawarkan kelas bisnis atau kelas satu (first class) karena kedua opsi ini membutuhkan banyak ruang dan sumber daya daripada yang tak mampu dipenuhi oleh pesawat. Sebaliknya, dengan maskapai penerbangan layanan lengkap, kita tidak hanya memiliki lebih banyak pilihan untuk kenyamanan, tetapi rute yang mereka tawarkan biasanya lebih luas daripada LCC.

Kelebihan dan Kekurangan Maskapai Murah (Low Cost Carrier)

Berikut ini berbagai fasilitas, keuntungan dan kerugian yang kita dapatkan dengan memilih penerbangan berbiaya rendah alias LCC.

1. Harga tiket pesawat murah
Seperti disebutkan di atas, harga adalah salah satu keuntungan terbesar dari LCC jika dibandingkan maskapai full service. Dengan begitu, kita dapat menghemat uang untuk untuk hal-hal lain, seperti akomodasi, makanan, wisata, dan kemewahan kecil lainnya.

2. Fleksibilitas
Sebagian besar maskapai penerbangan berbiaya rendah terbang ke beberapa tujuan dan pada frekuensi yang lebih besar daripada maskapai full service. Hal ini memungkinkan kita terbang ke satu kota, menghabiskan beberapa hari di sana dan kemudian terbang ke kota lain dan memesan penerbangan kembali dari sana. Dengan biaya yang lebih hemat tentu saja.

Kekurangan Maskapai Murah

1. Harga tiket pesawat murah juga disertai beberapa kerugian
Hal ini mungkin tampak mengejutkan, tetapi harga tiket murah bisa menjadi keuntungan, dan secara bersamaan juga kerugian dari memilih terbang menggunakan LCC. Memang, kita dapat memesan penerbangan dengan harga serendah Rp400.000 untuk sekali jalan, tetapi ada banyak biaya tersembunyi yang mungkin akhirnya kita harus bayar. Misalnya, biaya tambahan bagasi, biaya makanan di pesawat, pajak, asuransi dan sebagainya. Melebihi batas berat bagasi yang diperbolehkan juga dapat menyebabkan kita membayar lebih dari harga awal.

2. Jadwal yang lebih tidak pasti
Hal lain yang dapat menjadi kerugian adalah tingginya tingkat keterlambatan dan pembatalan penerbangan. Gangguan ini dapat memengaruhi seluruh perjalanan kita, mulai dari pemesanan hotel hingga rencana perjalanan wisata ataupun bisnis. Jika kita memutuskan untuk memesan maskapai berbiaya rendah, kita harus siap secara mental untuk menghadapi beberapa hambatan, walaupun ada beberapa maskapai penerbangan murah yang sangat tepat waktu dengan jadwal yang ada, dan cukup efisien dalam pelayanannya.

Kelebihan dan Kekurangan Maskapai Full Service
Berikut adalah beberapa kekurangan dan kelebihan dalam memilih maskapai penerbangan berlayanan lengkap, alias maskapai full service seperti Batik Air:

Kenyamanan bisa jadi sangat penting ketika kita terbang bersama anak, bayi, ataupun ketika kondisi kita sedang membutuhkan. Jika demikian, maskapai full service jadi pilihan tepat untuk kita. Tidak hanya menyediakan ruang kaki dan tempat duduk yang lebih besar daripada operator berbiaya rendah, tetapi bahan kursi juga lebih lembut dan lebih nyaman. Selain itu, seperti yang ada pada Batik Air, kelas bisnisnya biasanya menyediakan bantal. Belum lagi, karena pesawat maskapai full service berkapasitas lebih besar daripada LCC, kemungkinan turbulensi lebih tidak terasa secara signifikan. Walaupun kini LCC juga sudah melakukan peningkatan pengalaman penumpang di dalam pesawat.

1. Layanan terbaik
Maskapai full service biasanya memberikan layanan terbaik yang tidak tanggung-tanggung kepada pelanggannya. Apalagi jika mereka adalah maskapai premium yang ingin menjaga nama baik brand-nya. Seorang pilot yang pernah menjadi petugas bandara mengaku menerima lebih banyak komplain dari penumpang LCC dibandingkan penumpang maskapai full service. Masalahnya adalah, pada LCC, sering terjadi ketidak-jelasan dan kesalahpahaman di sisi penumpang tentang apa yang bisa dilakukan atau didapatkan ketika ada masalah, seperti penerbangan dibatalkan, terlambat, dan sebagainya. Menurut pengalaman petugas tersebut, maskapai full service jauh lebih mungkin untuk membantu penumpang, meminimalkan gangguan perjalanan, dan menutupi kerugian biaya akibat hal-hal yang berjalan tak semestinya.

Seperti misalnya, ketika kita terlambat mengejar penerbangan, kita bisa dipindahkan dengan mudah ke penerbangan berikutnya jika ada seat yang masih kosong. Begitu juga dengan masalah lainnya, seperti masalah bagasi hilang atau tertinggal, dan masih banyak lagi.

Fasilitas lengkap selain bagasi, tempat duduk nyaman dan luas, serta makanan dan hiburan di kabin, maskapai full service menawarkan banyak fasilitas lainnya, khususnya untuk penumpang kelas bisnis. Di antaranya mencakup fasilitas lounge sebagai tempat istirahat calon penumpang kelas bisnis saat transit atau menunggu penerbangan.

Maskapai seperti Batik Air juga menyediakan fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus. Misalnya, penumpang dengan cacat fisik atau yang menderita penyakit tertentu sehingga membutuhkan perlakuan khusus bisa menyatakannya pada saat booking tiket pesawat. Maskapai biasanya akan mengatur kebutuhan khusus penumpang tersebut sebelum mengizinkannya terbang.

2. Biaya yang dibayar sudah memenuhi semua kebutuhan
Biasanya biaya yang dibayarkan kepada maskapai sudah mencakup segala kebutuhan, seperti bagasi, pajak, asuransi, makanan di pesawat dan hiburan. Sebagai contoh, harga tiket Batik Air sudah mencakup pajak dan biaya layanan, bagasi 20 kilogram, makanan, hiburan dan fasilitas lain seperti USB port di kabin untuk mengisi daya baterai ponsel atau tablet.

Kekurangan Maskapai Full Service

1. Jadwal Terbang Kurang Fleksibel
Karena pesawat milik maskapai full service lebih besar daripada pesawat LCC, dan membutuhkan lebih banyak perawatan, frekuensi penerbangan berkurang secara signifikan. Itu berarti bahwa kita biasanya harus merencanakan hari dan waktu perjalanan agar bisa menyesuaikan dengan jadwal maskapai yang dipilih.

Kembali kepada Batik Air, maskapai penerbangan full serviceyang satu ini tampaknya ingin mengisi gap antara maskapai full service premium seperti Garuda Indonesia dan LCC seperti Lion Air atau Citilink. Mereka berusaha memberikan layanan dan fasilitas terbaik, kabin ternyaman, namun dengan harga yang tidak jauh lebih mahal daripada LCC. Bisa dibilang Batik Air merupakan hasil dari fenomena kompetisi antar maskapai penerbangan, yang ingin memenuhi kebutuhan para penumpang LCC dan maskapai layanan penuh. Mereka ingin masuk ke segmen baik low-middle hingga middle-up dengan menyediakan apa yang jadi ekspektasi segmen penumpang tersebut. Karena itulah, beberapa penumpang yang tadinya memilih LCC kini merasa lebih nyaman dengan Batik Air sebagai pilihan maskapai mereka.(wol/rls/data2)

Check Also

Ini Solusi Jitu Hemat Belanja Online Saat Ramadhan

Waspada.co.id – Marhabhan Ya Ramadhan, bulan suci Ramadhan telah tiba. Seluruh umat muslim di dunia ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.