Home / Ragam / Kesehatan / Mahasiswa Universitas Brawijaya Buat Tas Cerdas Untuk Penyakit Asma
foto : merdeka.com

Mahasiswa Universitas Brawijaya Buat Tas Cerdas Untuk Penyakit Asma

WOL – Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang, menciptakan alat terobosan baru yang dinamakan “SANBAV” (Smart Android Bag for Asthma Prevention), yakni tas cerdas pendeteksi kondisi lingkungan sebagai pencegahan bagi penderita asma.

Berdasarkan penelitian tim, salah satu penyebab utama asma adalah dari lingkungan yang tidak dapat dideteksi secara langsung. “Makanya kami mencari solusi dengan mendeteksi kondisi lingkungan melalui alat yang dibentuk menjadi sebuah tas agar mudah dipakai dan tidak menggangu pengguna,” papar Shofia Medina Samara, Mahasiswa Fakultas Kedokteran.

“Kebanyakan pencetus asma adalah suhu yang lebih dingin sekitar 20 derajat celcius, khususnya daerah Malang. Selain itu, semakin tinggi kelembapan akan lebih mudah memunculkan kekambuhan asma, yakni sekitar 60-70 persen kelembapannya,” beber mahasiswa angkatan 2013 itu.

Sedangkan untuk faktor gas dan debu, lebih banyak dicetuskan oleh gas CO2 dan debu berukuran kurang dari 5 mikron yang mencemari lingkungan. “Jadi sesungguhnya dari pencetus asma sampai asma kambuh ada beberapa rentang waktu. Di jarak waktu itu pengidap bisa berpindah dari lingkungan berbahaya atau menggunakan alat prevensi seperti masker dan inhaler,” urainya.

Tas cerdas SANBAV dilengkapi dengan android yang terkoneksi dengan tas melalui bluetooth. Ketika SANBAV diaktifkan, aplikasi yang terdapat pada android menampilkan parameter-parameter pencetus asma dengan nilai tertentu. Aplikasi ini nantinya bisa didapatkan pada PlayStore.

Dan yang paling penting, lanjutnya, alat ini bisa dikalibrasi sesuai kebutuhan pengguna karena setiap pengidap asma masing-masing memiliki riwayat tersendiri. Sementara standar parameter SANBAV diatur memakai data rata-rata yang paling valid.

Anggota tim lainnya yang bertugas membuat aplikasi, Nardo menambahkan penyebab asma ada yang bisa dipredikasi dan tidak bisa diprediksi. Dan, semua itu telah dijelaskan dalam guide book aplikasi SANBAV. Didalamnya juga terdapat literatur lengkap berdasarkan referensi kedokteran yang terbaru dan teraktual.

Alat yang diriset sejak 2014 tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp1,5 juta, namun untuk dikomersilkan masih bisa didapatkan harga yang lebih murah.
(antara/nia/data3)

Check Also

Tomat Ternyata Bisa Perbaiki Paru-paru Perokok

Waspada.co.id – Sekalipun sudah dinyatakan sebagai bagian dari sayur, namun masih banyak orang yang beranggapan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: