Breaking News
Home / Ragam / Hiburan / Komnas Perempuan Sayangkan Kasus Prostitusi Lebih Mengekspos Artis
Ilustrasi Prostitusi Artis (Foto: Okezone)

Komnas Perempuan Sayangkan Kasus Prostitusi Lebih Mengekspos Artis

agregasi

 

JAKARTA – Kasus prostitusi online di kalangan selebritis kembali menjadi perbincangan ketika Polda Jatim berhasil mengamankan Vanessa Angel dan Avriellia Shaqilla dalam kasus tersebut. Vanessa Angel dan Avriellia didapati tengah berada di kamar hotel bersama pria yang bukan pasangan sahnya.

Sejak kasus tersebut bergulir, nama Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila pun kerap menjadi buah bibir masyarakat. Tak sedikit publik yang mulai menghakimi atas kasus yang menjerat mereka.

Sementara itu, pria yang disebut sebagai pelanggan Vanessa berstatus sebagai saksi dan sudah dibebaskan kembali setelah menjalani pemeriksaan. Berbeda dengan Vanessa Angel, pelanggan yang tak lain merupakan pengusaha tambang pasir itu tak begitu terekeskpos.

Lantas, bagaimanakah tanggapan Komnas Perempuan terkait fenomena tereksposnya sang artis namun tak diikuti dengan intensitas pemberitaan terhadap pengguna jasa? Untuk itu, Okezone telah melakukan wawancara kepada Budi Wahyuni, Wakil Ketua Komnas Perempuan.

“Jadi begini, terlepas dari pemberitaan lebih fokus pada persoalan-persoalan korban, yang sering terlewati itu adalah seolah-olah pelanggan ini punya imunitas karena ancamannya itu banyak,” ujar Budi Wahyuni kepada Okezone.

“Ini (pelanggan jasa prostitusi) musti kita sorot juga. Apa yang membuat mereka itu bisa terlindungi dan namanya bisa sangat-sangat disamarkan luar biasa,” sambungnya.

Sementara itu, melihat dari sisi artis yang terjerat dalam lembah hitam tersebut, Komnas Perempuan lebih menempatkan mereka sebagai korban. Hal ini mengingat bahwa prostitusi bisa jadi sebagai hadiah bagi para pejabat publik maupun orang-orang yang memiliki relasi dengan penguasa.

“Kenapa Komnas Perempuan juga lebih banyak menempatkan wanita itu sebagai korban? karena dilihat juga bisa jadi, ini dipakai sebagai gratifikasi seks juga. Jadi (prostitusi) sebagai hadiah kepada pejabat atau pastinya mereka yang memiliki relasi kuasa yang cukup tinggi terhadap korban sehingga ada juga transaksi-transaksi yang jangan sampai keluar beritanya. Ancaman-ancaman itu terus mengikuti,” lanjutnya.

Budi Wahyuni menambahkan bahwa praktik prostitusi itu sebenarnya sangat rentan terhadap kekerasan perempuan. Meskipun, perempuan tersebut menjadikan bisnis ini sebagai penghasil pundi-pundi rupiah mereka.

“Kita dapat kesimpulan sangat rentan perempuan terhadap kekerasan seksual ini khususnya dunia prostitusi, sekalipun itu dianggap sebagai pilihan pekerjaan. Saya yakin itu tidak akan terpilih jika ada pilihan yang lain,” pungkasnya.

Check Also

Penikmat Prostitusi Online Bisa Dijerat Hukum

JAKARTA – Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Hajar Fickar menegaskan bahwa pelanggan atau penikmat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: