Home / Ragam / Gaya Hidup / Kapan Waktu yang Tepat Ajarkan Bahasa Asing pada Anak?
Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

Kapan Waktu yang Tepat Ajarkan Bahasa Asing pada Anak?

agregasi
agregasi

 

ORANGTUA mana yang tak bangga bila anak mereka menguasai berbagai macam bahasa. Terlebih perkembangan teknologi dan kemajuan zaman membuat anak-anak sekarang sudah mahir berbahasa asing terutama Bahasa Inggris. Kondisi ini pula yang memacu sejumlah orang dewasa untuk belajar bahasa.

Akan tetapi, Anda tentu tahu bila kemampuan untuk menyerap pelajaran baru semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Anggapan yang sering muncul di masyarakat adalah anak kecil lebih mudah menerima pelajaran dibanding orang dewasa. Untuk membuktikan anggapan ini, para ahli dari Massachusetts Institute of Technology melakukan penelitian terkait “masa kritis” pembelajaran bahasa.

Penelitian dilakukan dengan cara mengukur kemampuan gramatikal atau tata bahasa 670.000 orang dari berbagai usia dan kebangsaan menggunakan kuis. Para ahli meminta peserta penelitian melaporkan usia, durasi belajar bahasa Inggris, dan menjawab soal tata bahasa. Sekira 246.000 peserta tumbuh dewasa dengan berbicara Bahasa Inggris, sementara sisanya memiliki kemampuan multibahasa.

Setelah itu para peneliti menganalisis penelitian menggunakan model komputer. Para peneliti menemukan bila pembelajaran tata bahasa terkuat ada di masa kecil dan bertahan hingga masa remaja. Sementara itu, dari hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cognition tersebut terungkap jika sebenarnya ada batas usia terputus yang membuat belajar bahasa menjadi lebih menantang.

Waktu terbaik untuk belajar bahasa agar mencapai tingkat mahir atau sama dengan penutur asli adalah di bawah 10 tahun. Sedangkan hingga usia 17-18 tahun, anak-anak tetap memiliki keterampilan tinggi dalam memahami tata bahasa dari bahasa baru, namun kemampuannya mulai berkurang. Tapi, bukan berarti orang dewasa tidak memiliki kesempatan belajar bahasa.

Hasil penelitian juga mengungkapkan setelah usia 18 tahun orang masih akan belajar dengan cepat, tetapi mungkin tidak mencapai kemampuan yang sama dari penutur asli. “Ada kemungkinan perubahan biologis. Ada juga kemungkinan bahwa itu adalah sesuatu yang sosial atau budaya,” ungkap rekan penulis studi yang juga profesor ilmu otak dan kognitif, Josh Tenenbaum seperti yang dikutip dari Independent, Kamis (3/5/2018).

“Waktu kecil orang lebih memiliki kesempatan untuk belajar bahasa dan berbicara dengan masyarakat. Namun setelah usia 17 atau 18 tahun orang cenderung meninggalkan rumah untuk bekerja penuh waktu atau menjadi mahasiswa dengan pembelajaran khusus. Semua itu mungkin memengaruhi tingkat belajar untuk bahasa apa pun,” pungkasnya.

Check Also

Motif Dendam, Ayah dan 2 Anaknya Nekat Bunuh Tetangga

MEDAN, WOL – Hanya karena dipicu persoalan sepele, seorang ayah di daerah Serdang Bedagai mengajak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: