_
Home / Ragam / Kesehatan / Jangan Anggap Remeh, Ternyata Diare Pada Anak Bisa Berujung Kematian Loh!
Ilustrasi

Jangan Anggap Remeh, Ternyata Diare Pada Anak Bisa Berujung Kematian Loh!

Waspada.co.id – Pada anak-anak, ketika mereka mengalami diare, hal ini mungkin bisa menyebabkan masalah serius. Hal ini bisa membuat anak kehilangan cairan sehingga bisa berdampak dehidrasi. Kasus terburuk, hal ini bisa menyebabkan kematian pada mereka.

Kehilangan cairan pada anak lebih bermakna daripada orang dewasa. Karena dalam tubuh anak terdapat lebih banyak cairan, kehilangan beberapa persen saja bisa menyebabkan dehidrasi dan mengancam keadaan jiwanya, ucap dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi, Ade Djanwardi Pasaribu.

Seseorang terkena diare jika frekuensi buang air besar (BAB) melebihi batas normal dirinya sehari-hari.

“Jika seseorang biasa BAB sebanyak 5 kali sehari, dan keesokan harinya tetap 5 kali itu tandanya normal. Tetapi, kalau biasanya 5 kali lalu menjadi 10 kali itu enggak normal,” ucap Ade .

Penyebab diare bisa karena virus. Ditandai dengan diare dalam jangka waktu yang cukup lama yakni 3-5 hari. Jika diare terjadi lebih dari 5 hari maka segera periksakan buah hati Anda.

Ade menambahkan, kehilangan cairan yang disebabkan oleh diare dapat mematikan. Berbeda halnya dengan demam, selama tidak ada komplikasi masih aman. “Tapi kalau diare bisa mematikan karena tubuh Anda kehilangan cairan. Jadi, penanganannya jangan sampai terlambat,” sarannya.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare pada anak adalah dengan memberikan oralit.

Dulu, mungkin Anda bisa membuat oralit dengan mencampurkan bahan-bahannya sendiri. Namun, sesungguhnya tidak dianjurkan untuk membuat oralit sendiri karena kandungan yang ada di dalamnya mungkin saja berubah dan tidak mencukupi kebutuhan cairan tubuh anak.

“Makan juga harus tetap diteruskan, jangan puasa. Kalau masih bayi, ASI juga tetap diberikan. Pada anak yang sudah makan seperti anggota keluarga lainnya, dianjurkan juga untuk memberikan kuah pada sup, teh manis, apel, atau pisang untuk dikonsumsi,” tambah Ade.

Oralit memang memiliki rasa yang kurang enak sehingga biasanya anak akan menolak minuman ini. Namun ketika anak mengalami kondisi dehidrasi baik ringan atau sedang, mereka akan merasa haus sehingga mau menerima minuman ini. (liputan6/data2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.