Home / Ragam / Kesehatan / Inilah Mitos dan Fakta tentang Leukimia yang Perlu Diketahui
Ilustrasi (Shutterstock)

Inilah Mitos dan Fakta tentang Leukimia yang Perlu Diketahui

agregasi

 

JAKARTA – Leukimia adalah istilah payung untuk empat jenis kanker sumsum tulang dan sel darah. Bila Anda menderita leukemia, sumsum tulang mulai membuat banyak sel darah putih abnormal, yang disebut dengan sel leukemia.

Sel yang dihasilkan tersebut tidak melakukan pekerjaan sel darah putih secara norma, namun akan tumbuh lebih cepat dari sel normal dan tidak akan berhenti tumbuh. Akibatnya, peningkatan jumlah sel darah putih tersebut justru dapat menghancurkan dan menggantikan sel yang menghasilkan sel darah normal.

Hal tersebut dapat menyebabkan masalah serius pada tubuh, seperti anemia, pendarahan, dan infeksi. Bahkan, sel leukemia juga bisa menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lainnya dan menyebabkan pembengkakan atau nyeri.

Ilustrasi, Shutterstock
Foto: Shutterstock

Leukimia tidak memiliki gejala yang jelas, namun demikian, leukimia memiliki banyak gejala yang dapat membantu mendeteksi penyakit ini. Beberapa gejala leukimia di antaranya adalah luka yang tidak kunjung sembuh, sering mengalami mimisan atau pendarahan dari hidung, pendarahan pada gigi dan gusi, nyeri pada persendian atau bagian tulang belakang, dan rentan terhadap penyakit karena sel darah di dalam tubuh tidak berfungsi secara normal karena jumlahnya yang berlebihan.

Berikut adalah beberapa mitos dan fakta tentang leukimia yang perlu Anda ketahui.

Mitos: Leukimia adalah satu-satunya kanker darah pada manusia

Leukimia hanyalah salah satu dari tiga jenis kanker darah, yaitu limfoma yang menyerang sistem limfa dan myeloma yang menyerang sel plasma dan tubuh. Sedangkan leukimia lebih spesifik pada kanker yang terjadi dalam darah dan sumsung tulang belakang.

Mitos: Tanaman dolar bisa jadi penyebab leukimia

Beberapa waktu lalu sempat muncul berita yang mengatakan bahwa tanaman dolar yang sering ditanam di rumah, dapat menyebabkan kanker leukimia. Meskipun tanaman ini beracun dan dapat menyebabkan gatal-gatal atau iritasi jika tertelan, namun sebuah studi telah menemukan bahwa tanaman ini tidak menyebabkan leukimia.

Studi yang dilakukan oleh Lembaga Pengetahuan Indonesia telah menemukan bahwa tanaman dolar mengandung oksalat, senyawa yang dapat menimbulkan perasaan gatal. Namun, zat oksalat tersebut bukanlah zat karsinogen yang dapat memicu kanker leukimia.

Fakta: Leukimia dimulai di sumsum tulang

Faktanya, tubuh Anda membuat sebagian sel darah di sumsum tulang. Semua sel darah tersebut mulai keluar sebagai sel yang “belum matang” untuk kemudian berkembang menjadi sel yang “matang” untuk membantu Anda tetap sehat.

Setiap sel darah yang dihasilkan memiliki peran yang berbeda. Sel darah putih untuk melawan infeksi, sel darah merah untuk mengalirkan oksigen, dan sel trombosit untuk membantu pembekuan darah. Namun, pada orang dengan leukimia akut, sel darah tidak melalui fase “belum matang” dan biasanya berkembang secara abnormal.

Akibatnya, sel yang abnormal tersebut akan menghisap jenis sel yang sehat. Tidak hanya di sumsum tulang, namun juga di aliran darah dan bagian lain dari sistem kekebalan tubuh Anda.

Ilustrasi, Shutterstock

Foto: Shutterstock

Fakta: Penyebab leukimia belum diketahui secara pasti

Meskipun begitu, studi telah menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leukimia, di antaranya :

-Radiasi. Sebuah studi telah menemukan bahwa orang yang sering terpapar radiasi tingkat tinggi akan lebih berisiko terkena leukimia. Sumber radiasi dapat disebabkan oleh ledakan bom atom, kecelakaan tenaga nuklir, dan perawatan medis dengan menggunakan radiasi.

-Paparan bahan kimia. Sumber paparan bahan kimia dapat terjadi di tempat kerja.

-Merokok. Merokok sudah terbukti sebagai faktor risiko penyebab terjadinya leukimia myeloid akut. Bahkan sebuah studi telah menemukan bahwa merokok memiliki efek buruk pada kelangsungan hidup pasien leukemia.

-Obat-obatan. Obat-obatan dengan agen alkilasi yang biasa digunakan dalam kemoterapi telah dikaitkan dengan munculnya leukemia setelah terapi jangka panjang. Bahkan, menurut informasi yang dikutip melalu Ils.org disebutkan bahwa meskipun obat kemoterapi dapat membunuh sel kanker, namun obat tersebut juga dapat merusak sel normal, terutama pada lapisan mulut, tenggorokan, perut dan usus yang sangat rentan terhadap kerusakan.

-Gangguan genetik. Kelainan genetik tertentu seperti Down syndrome dapat meningkatkan risiko leukemia.

Check Also

10 Makanan Ini Wajib Dikonsumsi Rutin untuk Mencegah Kanker

  MENGURANGI risiko kanker bisa dilakukan dengan mengatur pola makan dan menjalani diet sehat. Anda ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: