Home / Ragam / Kesehatan / Ini 6 Mitos Salah Kaprah Menghindari Flu
Ilustrasi (Foto: Today)

Ini 6 Mitos Salah Kaprah Menghindari Flu

Waspada.co.id – Mungkin penyakit itu cuma sekadar pilek. Tapi, penyakit sepele itu cukup mengganggu aktivitas, apalagi jika hidung tersumbat. Ujung-ujungnya, orang jadi tak nafsu makan dan sulit tidur.

Pilek atau flu adalah penyakit pernapasan menular yang hadir dengan gejala ringan hingga berat. Siapa pun bisa terserang flu. Cuaca yang tak menentu kerap bikin daya tahan tubuh ambruk dan memberi jalan virus untuk masuk.

Oleh karenanya, banyak orang berusaha untuk menghindari flu dan mengerahkan beragam cara saat ia datang menyerang. Kebiasaan tak bepergian keluar rumah dengan kaki telanjang dan rajin mengonsumsi vitamin C jadi beberapa cara yang dilakukan banyak orang.

Namun, tak semua cara menghindari pilek itu benar adanya. Tentu Anda ingat dengan perintah orangtua untuk selalu mengeringkan rambut sehabis mencucinya. Konon, jika rambut tak cepat dikeringkan, Anda akan segera terserang flu.

Berikut beberapa mitos tentang flu yang perlu Anda ketahui;

1. Berjalan tanpa alas kaki bikin sakit
Ada sesuatu yang perlu diluruskan soal pemahaman yang menyebut bahwa berjalan tanpa alas kaki bakal membuat seseorang sakit. Pakar medis, dr Sam Hay membenarkan bahwa kedinginan dalam waktu lama dapat melemahkan sistem imun. Namun, satu jam tanpa alas kaki tidak memberikan efek negatif bagi tubuh.

“Hal yang sama terjadi jika pergi keluar rumah tanpa jaket. Ini tak akan nyaman, tapi tak akan membuat tubuh terjangkit virus bebahaya,” kata Hay dikutip dari 9Honey.

2. Berenang di cuaca dingin dan rambut basah bikin pilek
Terkadang, orangtua kerap melarang buah hatinya untuk tidak berenang di pagi hari. Mereka berpikir bahwa berenang saat udara dingin bisa mendatangkan pilek dan masuk angin. Kenyataannya, ini sama sekali tidak benar. Rambut dan tubuh yang basah saat udara dingin tak akan membuat orang sakit.

“Simpelnya, virus tidak jatuh dari langit dan mereka tidak tersebar di kolam renang. Mereka juga tidak berkembang biak di rambut kita,” jelas Hay.

3. Makan saat pilek dan puasa saat demam
Mitos lain yang berkembang ialah makan sebanyak mungkin saat pilek dan berpuasa saat demam. Hay menuturkan, kehilangan napsu makan adalah hal biasa pada seseorang yang sedang terserang penyakit. Artinya, ini tidak hanya terjadi saat seseorang terserang flu.

Tak hanya itu, berpuasa saat demam juga cuma mitos. Hay menyarankan untuk makan tepat pada waktunya, tetap terhidrasi, dan berikan asupan yang seimbang untuk tubuh.

4. Konsumsi vitamin C saat sakit
Sejumlah riset membuktikan bahwa konsumsi vitamin C mampu menangkis serangan flu. Namun, seseorang harus mengimbangi vitamin C bersama dengan olahraga teratur.

Riset lain menemukan bahwa anak-anak lebih responsif terhadap konsumsi vitamin daripada orang dewasa. Satu gram dosis vitamin C dapat menurunkan durasi pilek pada anak sebesar 18 persen, sedangkan orang dewasa hanya sebesar 8 persen.

5. Tidak perlu tidur terlalu lama
Tidur sebaiknya tak disepelekan. Studi pada 2009 yang dipublikasikan di jurnal Archives of Internal Medicine menemukan tidur kurang dari 7-8 jam per hari berisiko tiga kali lipat terkena pilek daripada durasi tidur lebih lama saat malam.

“Kebiasaan tidur teratur memainkan peranan penting pada kemampuan sistem imun tubuh untuk memerangi penyakit,” kata Sheldon Cohen, psikolog sekaligus periset dari Carnegie Mellon University, Amerika Serikat, dikutip dari Daily Mail (27/7).

6. Pilek bisa menular lewat ciuman
Direktur Common Cold Centre di Cardiff University, Profesor Ron Eccles mengatakan, virus tersebar lewat mukus, bukan air liur. Artinya, berciuman tak bisa jadi sarana penularan virus. Terkecuali, jika seseorang menderita batuk parah dan mukus bisa memasuki saliva.

Virus flu, kata Ron, bisa ditularkan lewat tangan yang terkontaminasi virus dan seseorang yang tanpa sadar menyentuh hidung serta mata.

“Jari Anda bisa dengan mudah terkontaminasi dengan virus kalau bergandengan tangan dengan seseorang yang batuk atau bersin dengan tangan mereka, atau dengan menyentuh pegangan pintu di tempat umum,” imbuh Ron. (cnnindonesia/ags/data1)

Check Also

Tanda-Tanda Anda Kena Tumor Otak, Gejalanya Seperti Sakit Ringan

KANKER otak memang mempengaruhi kurang dari 1% populasi dunia, namun biasanya gejala awal tumor otak sulit ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: