Home / Ragam / Indonesia Raih Emas Olimpiade Fisika dan Matematika di Eropa
Dubes RI untuk Portugal, Ibnu Wahyutomo (tengah), dan tim pelajar pemenang Olimpiade Fisika Internasional 2018 di Lisbon.

Indonesia Raih Emas Olimpiade Fisika dan Matematika di Eropa

Waspada.co.id – Anak bangsa berhasil meraih emas dalam olimpiade fisika dan kompetisi matematika internasional yang digelar di Portugal dan Bulgaria secara terpisah. Untuk olimpiade fisika (IPhO) yang digelar di Lisbon, Portugal, selain medali emas, Indonesia pun meraih satu medali perak dan tiga perunggu.

Medali emas diraih Johanes Suhardjo dari SMAK Frateran Surabaya, medali perak oleh Jason Jovi Brata siswa SMAK 1 BPK Penabur Jakarta dan medali perunggu Ahmad Aufar Thoriq pelajar SMA Semesta BBS Semarang, Bryant Juspi SMA Darma Yudha Pekanbaru, dan Raditya Adhidarma Nugraha SMAN 1 Yogyakarta.

“Kemenangan ini merupakan bukti sekali lagi bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi yang sama tingginya dengan pelajar lain di dunia,” ujar Dubes RI untuk Portugal Ibnu Wahyutomo seperti dikutip dari Antara, Minggu (29/7).

IPhO diikuti siswa sekolah menengah dari 87 negara yang berkompetisi meraih nilai tertinggi dalam ujian yang disiapkan Komite Olimpiade Fisika Internasional. Kompetisi itu berlangsung di Lisbon pada 21-29 Juli 2018. Dari 87 negara, tambahnya, 17 negara meraih medali emas. 11 dari 17 negara tersebut merupakan negara Asia, empat dari negara Eropa, dan masing-masing satu orang dari Amerika Serikat, dan Australia.

“Setiap negara umumnya mengirimkan lima orang perwakilan siswa,” ujar Pensosbud KBRI Portugal Rudi Winandoko.

Ketua delegasi Indonesia di IPhO 2018, Syamsu Rosid mengatakan setiap siswa harus melewati dua jenis ujian fisika yaitu teori dan eksperimental. Syamsu yang juga dosen di fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan lima siswa Indonesia yang ikut IPhO itu dipilih dari seleksi ketat secara nasional.

Sementara itu di Bulgaria, Mahasiswa ITB, Bimo Adityarahman Wiraputra berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Matematika Internasional (IMC) di sana.Kompetisi ini digelar di American University in Bulgaria (AUBG) di Blagoevgrad, 22 – 28 Juli 2018.

Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Sofia di Bulgaria, Nurul Sofia menyatakan kompetisi itu diikuti sekitar 351 peserta dari 50 negara. Selain mendapat satu emas, tim delegasi Indonesia di bawah koordinasi Kemenristekdikti RI, itu juga meraih satu mendali perak, atas nama Rio Fandi Dianco dari UI.

Perolehan prestasi ditambah tiga medali perunggu untuk siswa bernama Hopein Christofen Tang dari ITB, serta Alzimna Badril Umam dan Adryan Wiradinata dari UGM. Delegasi Indonesia lainnya mendapat penghargaan Honorable Mention yaitu Sie Evan Setiawan dari ITS, Resita Sri Wahyuni dari UGM, serta Laurence Petrus Wijaya dan Mochamad Zulfikar Aditya dari ITB.

Mahasiswa Indonesia yang terpilih dikirim ke ajang ini adalah Juara Olimpiade MIPA khususnya Matematika setelah melalui jenjang olimpiade mulai dari tingkat perguruan tinggi, wilayah dan nasional. Kompetisi IMC di Bulgaria diperuntukkan untuk mahasiswa universitas dengan umur maksimum 23 tahun. Soal yang dikerjakan terkait Aljabar, Analisa, Geometri dan Combinatorics. (wol/cnn/data2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: