Breaking News
Home / Ragam / Kesehatan / Hasil Survei Buktikan Penduduk Indonesia Masih Malas Berolahraga Rutin
Ilustrasi
Ilustrasi

Hasil Survei Buktikan Penduduk Indonesia Masih Malas Berolahraga Rutin

agregasi
agregasi

 

MESKI dalam beberapa tahun terakhir ini kecenderungan untuk menerapkan gaya hidup sehat makin meningkat, ternyata angka partisipasi masyarakat Indonesia untuk berolahraga masih sangat rendah. Data Badan Pusat Statistik 2015 menunjukkan, jumlah masyarakat Indonesia yang rutin berolahraga hanya 27,61%, atau bisa dibilang masyarakat Indonesia yang rutin berolahraga (minimal satu kali seminggu) belum mencapai sepertiga jumlah penduduk Indonesia.

Dalam arti lain, dari 100 penduduk Indonesia hanya ada 28 orang yang rutin melakukan aktivitas fisik secara rutin. Namun di sisi lain, ada tren positif yang sedang berkembang. Survei dari lembaga lain yang dipublikasikan pada 2015 menyebutkan, 73% masyarakat di kawasan Asia, termasuk Indonesia, menempatkan kesehatan sebagai isu nomor satu dalam prioritas hidup mereka.

Angka ini meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Temuan tersebut bisa menjadi jalan untuk mendorong motivasi masyarakat Indonesia untuk terus menerapkan gaya hidup sehat. Tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan, namun juga mendongkrak kualitas hidup.

Menurut Rudi Kamdani, Wakil Direktur Utama FWD Life, sebetulnya ada beberapa faktor yang menjadi penghambat masyarakat Indonesia dalam berolahraga. Salah satunya adalah masalah infrstruktur.

“Bukan masalah ada niat atau enggak. Niat itu selalu ada, tapi venue atau infrastrukturnya saja yang belum memadai. Contoh kecilnya itu Car Free Day di Jakarta. Dulu itu sepi, sekarang kan sudah banyak yang datang, malah tempatnya jadi kurang memadai saking ramainya orang,” tutur Rudi Kamdani dalam konferensi pers GoFit Project x Grand Kemang Fest 2018, di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

Padahal, jika dilihat dari perkembangan teknologi yang begitu pesat, kini sudah mulai banyak cabang-cabang olahraga baru yang mulai digandrungi masyarakat Indonesia, khususnya para generasi millennials. Namun memang tidak dapat dipungkiri, masalah infrastruktur yang kurang memadai ini masih menjadi penghambat terbesar bagi orang-orang untuk melakukan aktivitas olahraga di luar rumah (outdoor).

Selain permasalahan infrastruktur, ternyata ada satu faktor lainnya yang membuat seseorang menjadi malas atau enggan untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Dolly Lesmana, selaku CEO & Founder GOFIT.

“Saya rasa faktor lingkungan sekitar itu juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Misalnya, jika dalam suatu keluarga orang tuanya sudah males-malesan berolahraga, hal ini justru akan menurun kepada anak-anaknya. Jadi memang sebaiknya olahraga itu diperkenalkan sejak dini, agar kesadaran masyarakat kita semakin meningkat,” tukasnya.

Dalam kesempatan kali ini, Dolly juga meresmikan sebuah event olahraga menarik bertajuk GOFIT Project X grandkemang Fest 2018. Event ini akan diselenggarakan pada 27-29 April 2019, di grandkeman Jakarta. Setidaknya ada beberapa kelas olahraga yang dapat diikuti oleh para peserta seperti, zumba, pound, trx, cardio dance, BBG circuit training, yoga, cycling virutal, dan masih banyak lagi.

Check Also

Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat melakukan pendakian ke Gunung Pusuk Buhit, belum lama ini. (Ist)

Ayo! Ikut Santai Bersama DJOSS

MEDAN, Waspada.co.id – Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus mengajak warga ikut dalam jalan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.