Home / Ragam / Gaya Hidup / Generasi Milenial Ternyata Suka Busana Muslim Sarat Kebhinekaan
foto: okezone

Generasi Milenial Ternyata Suka Busana Muslim Sarat Kebhinekaan

agregasi
agregasi

 

TREN busana muslim (modest wear) mendorong kreativitas padu padan semakin beragam. Salah satunya dikaitkan dengan unsur kebhinekaan.

Seperti yang terlihat di tengah perhelatan Bamusi Hijab Hunt Talent 2018 di Mal Pejaten Village pada 5-6 Mei 2018. Para peserta pemilihan duta syiar Islam melalui dunia fashion itu memaknai kebhinekaan lewat padanan busana muslim modifikasi.

Padanan yang dipakai para peserta, misalnya dengan bawahan kain batik ataupun detil berbahan brokat, lace, dan tile. Gaya milenial kasual juga berhasil dipadukan dengan kaftan, dress, dan tunik.

Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru mengakui, tema keragaman menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum milenial. Sehingga peserta kompetisi dibebaskan untuk memilih busana asalkan memiliki unsur kain Nusantara yang akan menjadi pertimbangan utama dewan juri.

“Selain menyambut Bulan Ramadan, kegiatan ini juga digelar dalam rangka menyambut Bulan Bung Karno agar anak muda mengenang jasa pendiri bangsa sang proklamator Presiden pertama Indonesia, Soekarno,” kata Gus Falah sapaan akrab Nasyirul Falah Amru, Minggu (6/5/2018).

Ia menjelaskan, selama satu bulan penjaringan proses seleksi, terpilih 42 peserta generasi milenial berusia antara 17-25 tahun.

Mereka, sebut Gus Falah, nampak percaya diri di atas panggung. Selaun itu, juri akan menilai keserasian antara busana dan tata rias serta unsur kain Nusantara dalam busananya.

“Karena jangan sampai semangat Kebhinekaan anak muda terkikis. Kami biasanya sampaikan dakwah dan syiar dengan terjun langsung ke masyarakat. Tapi sekarang kami sengaja ingin lebih kekinian agar bisa diterima generasi milenial lewat fashion,” jelas Gus Falah.