Breaking News
Home / Ragam / Hiburan / Film Interchange: Nicholas Saputra Perankan Karakter Supranatural
foto: star2
foto: star2

Film Interchange: Nicholas Saputra Perankan Karakter Supranatural

JAKARTA, WOL – Nicholas Saputra berperan sebagai makhluk supranatural dalam film Interchange. Film thriller-supranatural arahan sutradara asal Malaysia Dain Iskandar Said itu akan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Maret 2017.

Interchange merupakan hasil produksi rumah produksi asal Malaysia, Apparat, dan rumah produksi asal Indonesia, Cinesurya. Para pemeran juga berasal dari Malaysia dan Indonesia.

“Saya bertemu Dain lima tahun lalu. Dalam pembuatan filmnya, Dain banyak melibatkan pekerja film dari beberapa negara di Asia Tenggara. Di Indonesia, genre fantasi juga masih jarang,” kata Fauzan, dari Cinesurya.

Interchange menceritakan seorang detektif (Shaherizy Sam) dan fotografer forensik bernama Adam (Iedil Putra). Keduanya ingin memecahkan misteri pembunuhan yang aneh.

Adam yang punya kebiasaan memotret tetangganya di apartemen secara tidak sengaja memotret Iva (Prisia Nasution), seorang perempuan dari Kalimantan. Tak disangka, Adam menjadi dekat dengan Iva yang lantas membawanya pada hal-hal di luar logika.

Nicholas Saputra yang berperan sebagai sosok mitologi berupa siluman burung rangkong. Dalam jumpa pers di Grand Indonesia, Jakarta, pada Kamis (23/2), Nicholas mengaku cukup banyak mengamati bagaimana kultur dan mitos yang beredar Dayak.

“Banyak kemiripan antara Indonesia dan Malaysia. Di Kalimantan, suku Dayak, banyak yang mengalami keluarganya terpisah secara border (terpisah karena perbatasan Indonesia-Malaysia). Ketika saya travelling ke Kalimantan, saya mendengar kepercayaan-kepercayaan yang tidak saya dengar di sini,” kata Nicholas.

Karakter yang diperankan Nicholas adalah sosok yang tenang, namun berbahaya. Mendapat peran sebagai siluman burung, ternyata Nicholas sempat melakukan riset kecil.

“Saya pertama bertemu Dain di Jakarta, yang membuat saya cepat connect dengan film ini adalah karakter burung hornbill (burung rangkong). Saya pernah melihat burung rangkong di Aceh, puluhan burung ini terbang dan suaranya seperti helikopter. Majestic. Saya suka burung ini. Sekarang burung ini hampir punah karena diburu, kepalanya dibuat ukiran,” jelas Nicholas.

Nicholas menggunakan dialog bahasa Dayak Kenyah dalam film ini. Sedangkan secara keseluruhan, film ini menggunakan bahasa Melayu. (metrotvnews/ags/data1)

Check Also

foto: warner bros

Preview: Si Cantik Penakluk Perang

WOL – Sosok perempuan cantik nan rupawan dilengkapi dengan kekuatan super, dan rasa kemanusiaan yang ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.