Home / Ragam / Ekskul Ajangnya Kreasi Siswa
WOL Photo

Ekskul Ajangnya Kreasi Siswa

MEDAN, WOL – Ekstrakurikuler atau lebih akrab dikenal ekskul pasti bagi kamu semua, khususnya para siswa, sudah tidak asing lagi mendengar kata tersebut. Itu karena hampir di seluruh sekolah di Indonesia, siswa selalu ditawarkan untuk masuk serta mengikuti ekskul di akhir pekan.

Ekskul di sekolah memang selalu dijadikan sebagai wadah penunjang belajar serta kreasi para siswa di luar kegiatan akademiknya di sekolah. Di Indonesia, kegiatan ekskul menjadi wadah bagi siswa mengembangkan bakat dan minat mereka di berbagai bidang.

Maka tak heran, kegiatan ekskul yang ada di sekolah pun berbagai macam jenisnya, seperti Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Pramuka, PMR (Palang Merah Remaja), KIR (Karya Ilmiah Remaja), Pecinta Alam, Cheerleaders, Rohis (Rohani Islam), Paduan Suara, Klub Bahasa, Band Musik, Drumband serta olahraga seperti bola basket, bola voli, futsal, sepakbola, bulutangkis, dan bela diri.

Meski begitu, tak jarang banyak siswa beranggapan kegiatan ekskul itu tidak penting, apalagi bagi mereka yang udah duduk di kelas XII. Kebanyakan mereka menganggap  mengikuti ekskul di sekolah cuma membuang-buang waktu dan capek-capekin. Bahkan ada yang beranggapan, ikut ekskul itu hanya untuk senang-senang atau mencari pacar aja.

Sebenarnya itu semua tidak benar.  Kenapa? Karena ekskul tidak cuma bertujuan menjalin sosialisasi dengan teman, tapi juga berguna bagi siswa untuk belajar tenggang rasa serta mandiri. Manfaat lainnya dari kegiatan ekskul adalah membuat kita jadi lebih berani dan percaya diri.

Di samping itu, dengan adanya kegiatan ekskul ini dapat mengajarkan siswa dalam berorganisasi, sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat digunakan dalam kehidupan bermasyarakat untuk bergaul dan bersosialisasi lebik baik lagi.

Tak hanya itu, orang tua juga diimbau untuk bertanya kepada putra-putrinya tentang kegiatan ekskul yang mereka ikuti sekaligus ikut mendukung dan tanggung jawab akan keikutsertaan mereka. Artinya, jangan sampai orang tua melarang atau membiarkan putra-putrinya ‘bebas’.

Hal lain yang harus diperhatikan yakni, siswa haruslah diberikan kesempatan untuk memilih kegiatan ekskul sesuai dengan yang mereka minati. Sifatnya tidak dipaksa oleh pihak sekolah dalam mengikuti kegiatan sekolah tersebut. Namun, pihak sekolah akan memberi apresiasi kepada siswa yang berbakat, berkarya, dan berprestasi untuk teman-temannya maupun sekolah.

Bagi kalian yang kurang memanfaatkan kegiatan ekskul di sekolah, sebaiknya tetap berpikir bahwa pengembangan ilmu dan talenta yang dimiliki sebaiknya dikembangkan agar dapat meraih hasil yang sukses di masa mendatang.  Gimana guys? (wol/aa/wsp)

 

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

 

Check Also

Ada Konspirasi Besar di Balik Kisruhnya Pedagang Pasar Pringgan

MEDAN, WOL – Anggota Komisi C DPRD Medan, Mulia Asri Rambe, meminta pedagang Pasar Pringgan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: