Home / Ragam / Di SMANSa Percut, PLS Tanamkan Kekompakan Siswa
WOL Photo/Eko Tarore

Di SMANSa Percut, PLS Tanamkan Kekompakan Siswa

PERCUT SEITUAN, WOL – Kebijakan Pemerintah yang menerapkan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) menggantikan Masa Orientasi Siswa (MOS) sepertinya berdampak positif  bagi siswa baru.

Di mana segala sesuatu yang berhubungan dengan perploncoan dan identik sebagai ajang balas dendam senior kepada junior, secara perlahan sudah mulai hilang. Tahun ini pun menjadi pertama kali kebijakan PLS diterapkan. Terlihat, banyak manfaat yang positif dari penerapan tersebut, salah satunya di SMA Negeri 1 Percut Seituan.

Guna menghilangkan nuansa senioritas, SMAN 1 Percut justru fokus mengajarkan kekompakan antar kakak dan adik kelas di lingkungan sekolah. Mulai dari diskusi bersama, kegiatan ekstrakurikuler sampai dengan diutus mewakili sekolah dalam berbagai ajang atau perlombaan. Suasana harmonis dan kebersamaan pun otomatis dapat menumbuhkan prestasi.

Kepala SMAN 1 Percut Seituan, Muliadi SPd MSi, mengatakan bahwa kegiatan PLS memang tidak berbau perploncoan. Sebaliknya, siswa baru dibekali berbagai materi dan kegiatan positif dan edukatif guna membangun karakter siswa yang kuat.

“Kegiatan-kegiatan yang  dilakukan bersama para siswa didik baru kita sangat mendorong mereka ke arah pembentukan karakternya, seperti bakti sosial, pengembangan diri, dan pengenalan ekskul. Ini dilakukan agar kegiatan PLS bisa memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi siswa baru,” tuturnya baru-baru ini.

“Dan saya juga sangat setuju jika perloncoan itu ditiadakan,  karena tidak mencerminkan karakter pendidikan yang baik. Belum lagi, siswa diharuskan memakai atribut aneh-aneh dan tidak tepat sasaran. Terkadang bisa juga mengarah ke bullying seperti di sekolah-sekolah lain. Sudah saatnya sistem itu diubah dan menerapkan PLS yang jauh lebih efisien,” kata Muliadi.

Tak heran, siswa baru SMAN 1 Percut langsung nyaman dan akrab satu sama lain, termasuk dengan guru dan seniornya. Suci Mauliddina, siswa MIPA 1, juga mengakui bahwa kegiatan PLS sarat manfaat.

“Aku senang banget masuk SMAN 1 Percut karena memang sekolah ini favoritku dari dulu. Aku kian antusias belajar dan beraktivitas selama tiga tahun ke depan, apalagi suasananya bikin kita tambah nyaman,” sebut Suci yang terpilih sebagai Ratu PLS 2016 tersebut.

“Kegiatan PLS di sini sangat positif dan tidak ada tanda-tanda perploncoan atau bullying selama kegiatan berlangsung. Kita banyak diskusi tentang lingkungan sekolah, mata pelajaran bahkan kegiatan ekskul dan lainnya seperti Olimpiade,” ungkapnya.

“Semoga saja di sekolah baru ini saya bisa terus belajar dan menggapai cita-cita sekaligus menjaga rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar siswa dan guru,” tutup Suci mengakhiri pembicaraan dengan Kreasi. (wol/eko)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Pemprovsu Dukung Konser Musik dan Penggalangan Dana

MEDAN, WOL – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendukung akan diselenggarakannya konser musik serta penggalangan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: