Breaking News
_
Home / Fokus Redaksi / Bulan Penuh Rahmat, Keampunan dan Pembebasan Dari Neraka
Ilustrasi (foto: Ist)

Bulan Penuh Rahmat, Keampunan dan Pembebasan Dari Neraka

Oleh:
Prof KH Didin Hafidhuddin

Waspada.co.id – Dalam hadis riwayat Ibnu Huzaimah, dari Salman al-Farisi, Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam bersabda, “Bulan Ramadhan itu adalah bulan yang awalnya penuh dengan rahmat. Di pertengahannya penuh dengan ampunan. Dan, di ujungnya pembebasan dari azab neraka.”

Subhanallah. Mahasuci Allah yang telah menjadikan Ramadhan bulan yang penuh dengan kebaikan, keindahan, kemuliaan, keagungan, sekaligus manfaat jasmani dan rohani. Betapa tidak? Di samping berbagai kebaikan yang ada pada bulan ini, Allah Subhaanahu Wata’alaa melalui lisan rasul-Nya telah menurunkan rahmat, kasih sayang, dan cinta-Nya pada sepuluh hari pertama, maghfirah dan ampunan-Nya pada sepuluh hari kedua, dan pembebasan dari siksa neraka pada sepuluh hari yang ketiga.

Nikmat dan karunia apa lagi yang akan kita kejar selain tiga nikmat yang semuanya dilimpahkan Allah SWT pada bulan Ramadhan? Kita sekarang berada pada sepuluh hari pertama yang penuh dengan rahmat Allah Subhaanahu Wata’alaa. Karena itu, upaya serius dan sungguh-sungguh disertai dengan keikhlasan yang tinggi melalui amaliah wajib maupun sunah untuk dilaksanakan pada bulan Ramadhan ini. Kita harus mengamalkannya secara istiqamah.

Tentu saja, di samping ibadah shaum, juga ibadah lainnya. Pertama, memanfaatkan momentum waktu sahur (di samping untuk makan sahur), juga untuk rukuk dan sujud (shalat Tahajud), berkomunikasi, bermunajat, serta beristighfar kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesa(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar (jujur), yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun pada waktu sahur. (QS Ali Imran [3]: 17).

Kedua, melakukan tilawah dan tadabur terhadap Alquran al-Karim yang merupakan manhaj atau kurikulum kehidupan kita. Dengan tadabur yang terus-menerus, diharapkan hati kita akan semakin terang dan terbuka serta pikiran kita semakin jernih dan tajam karena telah dipenuhi cahaya Ilahi sehingga tidak tersesat dalam menata kehidupan. (QS al-Maidah [5]: 15-16).

Ketiga, terus-menerus menumbuhkan semangat berukhuwah Islamiyah, membangun persaudaraan melalui silaturahim, shalat berjamaah, tadarus bersama, saling mendoakan, dan juga buka puasa bersama yang dilandasi dengan keikhlasan dan kecintaan. Ikhlas dan cinta sebagai modal utama dalam mengukuhkan soliditas dan kesatuan sesama umat.

Keempat, menguatkan semangat berbagi dan solidaritas kepada sesama, terutama kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Di antaranya orang-orang fakir miskin, kaum dhuafa, dan bahkan sekarang ini mereka yang sedang mendapatkan musibah.

Semangat membagi yang ikhlas akan menyebabkan harta semakin berkah karena doa dari orang yang lemah tidak ada penghalang dari Allah Subhaanahu Wata’alaa . Artinya, doa mereka akan selalu dikabulkan. Inilah beberapa langkah yang seyogianya kita lakukan pada awal bulan suci Ramadhan ini untuk mengundang rahmat, kasih sayang, dan cinta dari Allah SWT. Wallahu a’lam. (**)

Sumber: Pusat Data Republika

Check Also

Ternyata Puasa Awal Islam Beratnya Seperti Ini

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Ini menandakan kita harus bersyukur dengan puasa yang kita jalani saat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.