_
Home / Ragam / Kesehatan / Biarkan Bayi Menangis Sampai Tertidur Tidak Berbahaya
Ilustrasi (foto: ist)

Biarkan Bayi Menangis Sampai Tertidur Tidak Berbahaya

WOL – Orang tua umumnya merasa khawatir dan bersalah jika membiarkan bayi mereka menangis hingga tertidur pulas  di ranjang. Namun studi terbaru menunjukan praktek semacam itu ternyata tidak merugikan bayi. Selain tidak memicu stres atau gangguan emosional kronis pada bayi, teknik ini juga bisa membuat bayi lebih cepat tertidur.

Peneliti di Universitas flinders, Adelaide menyarankan orang tua untuk mencoba metode membiarkan anak menangis untuk membantu bayi mereka tidur lebih cepat, dan lebih sedikit terjaga dari tidur di malam hari.

Universitas Flinders menguji metode tangis anak yang terkontrol dan juga metode melatih penyesuaian jam tidur anak secara berangsur-angsur (bedtime fading), dan menemukan cara meningkatkan pola tidur anak yang tidak memiliki dampak samping signifikan.

Dr Michael Gradisar mengatakan wajar jika orang tua merasa khawatir dengan metode membiarkan anak menangis hingga tertidur.

“Sejumlah orang  menilai saran ini adalah sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan, mereka merasa bersalah dan ketika mereka benar-benar melakukannya dan membiarkan anak mereka menangis sebelum tidur mereka justru merasa tertekan bahkan sebelum melakukannya,’ kata Dr Gradisar.

“Namun hasil tes yang kami lakukan menunjukan tidak ada tingkat stres kronis yang dialami oleh anak-anak, dan ini merupakan kabar positif,”

Sebanyak 40 orang anak bayi berusia diatas 6 bulan yang memiliki masalah dengan pola tidur beserta orang tuanya diikutsertakan dan diuji dalam riset yang di Universitas Adelaide ini.

Peneliti kemudian membaca kadar kortisol saliva pada bayi dan melakukan pemantauan lanjutan selama 12 bulan. Para peneliti kemudian membiarkan sekitar sepertiga dari orang tua itu menerapkan metode graduate extinction, istilah teknis untuk membiarkan anak menangis. Orang tua diminta untuk segera meninggalkan ruangan setelah menempatkan anak mereka di ranjang dan jika anak-anak mereka menangis, orang tua diminta menunggu dan secara bertahap meningkatkan waktu jeda sebelum mendatangi anak mereka dan  menghiburnya.

Dan sepertiga orang tua lainnya diminta untuk mencoba metode pelatihan tidur anak yang lebih baru yang disebut bedtime fading. Dalam pendekatan ini, orang tua menempatkan bayi mereka untuk tidur lebih cepat dari waktu tidur rutin mereka dan baru meninggalkan kamar sampai anak tertidur.

Hasilnya, peneliti mendapati tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat stres mereka begitu juga dengan hasil pengukuran tingkat kedekatan hubungan antara orangtua dan anak.

Bayi yang dilatih menggunakan metode menangis yang dikendalikan tertidur rata-rata 13 menit lebih cepat dan bangun lebih sering, sementara bayi yang diterapkan metode bedtime fading jatuh tertidur 10 menit lebih cepat, meskipun masih bangun sesering sebelumnya.

“Kombinasi antara penggunaan metode bedtime fading pertama, yang kemudian pindah menggunakan metode graduate extinction bisa menjadi pendekatan lain yang baik juga,” kata Dr Gradisar.

“Kami berharap orang tua yang memiliki anak berusia 6-16 bulan bisa lebih menyadari konsekwensi dari penerapan metode bedtime fading yang dapat membantu bayi tertidur diawal malam,”

“Metode ini mungkin tidak bisa menyelesaikan masalah anak terjaga di malam hari sehingga anak mungkin akan terjaga beberapa kali di malam hari, tapi kemudian kami menemukan sejumlah bukti baru kalau teknik membiarkan anak menangis sampai tertidur (graduated extinction) ternyata merupakan teknik yang tidak akan menyakiti anak,”

Dr Gradisar mengatakan kajian serupa juga menunjukan hasil yang baik dari penerapan metode membiarkan anak menangis sampai tertidur sudah bisa terlihat setelah malam ketiga.

Namun dia menyarankan orang tua untuk memperhatikan kasus masalah kesehatan.

“Orang tua harus berkonsultasi dulu dengan dokter anak atau dokter umum dan memastikan mereka mendapat pemeriksaan kesehatan yang lengkap dan tidak ditemukan penyebab lain yang menyebabkan anak menangis,” kata Dr Gradisar.

Hasil dari penelitian ini dan juga saran seputar teknik ini telah dipublikasikan di American journal Paediatrics.

Meski dua metode pelatihan tidur anak ini tampaknya juga mampu memperbaiki pola tidur anak tanpa dampak yang merugikan bagi anak maupun keluarga, namun Dr Gradisal mengatakan ujicoba independen masih tetap diperlukan untuk memvalidasi temuan ini. (abc/nia/data2)

Check Also

Inilah Ciri-ciri Anda Alami Stres Berat

WOL – Setiap orang pasti pernah mendapatkan masalah. Jika dibiarkan berlarut terlalu lama dalam hati ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.