Home / Ragam / Gaya Hidup / Benarkah Makan Duren Bisa Bikin Mabuk? Ini 6 Mitos Lainnya soal Buah yang Tak Perlu Lagi Anda Percaya
Ilustrasi (Ist)

Benarkah Makan Duren Bisa Bikin Mabuk? Ini 6 Mitos Lainnya soal Buah yang Tak Perlu Lagi Anda Percaya

agregasi
agregasi

 

KITA semua tahu buah adalah makanan sehat. Sayangnya, banyak mitos menyesatkan yang membuat kebanyakan orang jadi enggan makan buah. Yuk cari tahu kebenarannya di artikel ini! Berikut macam-macam mitos soal makan buah yang salah besa.

1. Makan jambu biji bikin usus buntu

Ada anggapan di masyarakat bahwa makan jambu biji bisa sebabkan usus buntu karena sadar-tidak sadar kita juga menelan bijinya. Teorinya, biji-biji tersebut akan terus bertumpuk sehingga menyumbat usus.

Nyatanya, makanan bukanlah penyebab langsung dari radang usus buntu. Ini karena setelah dikunyah di mulut, makanan akan langsung dihancurkan oleh enzim pencernaan. Risiko Anda untuk mengalami usus buntu akibat makan jambu biji atau buah lainnya yang berbiji kecil (seperti semangka, jeruk, dan stroberi) baik sengaja maupun tidak, hanyalah 0,05 persen. Penyumbatan usus biasanya disebabkan oleh feses yang mengeras, benda asing, atau bahkan sel kanker.

2. Makan timun bikin keputihan

Timun sering kali dikaitkan dengan salah satu penyebab keputihan pada wanita. Nyatanya, makanan apa pun tidak bisa menyebabkan keputihan. Keputihan adalah sistem otomatis tubuh untuk membersihkan organ reproduksi Anda secara alami, sekaligus melindungi vagina dari infeksi dan iritasi. Keputihan biasanya lebih banyak keluar di masa ovulasi.

3. Makan nanas bikin keguguran

Ada banyak sekali mitos menyesatkan tentang buah kuning berduri yang rasanya asam segar ini. Salah satunya yang bilang bahwa makan nanas saat hamil bikin keguguran.

Anggapan nanas bisa menyebabkan keguguran datang dari kandungan bromelainnya yang dapat memicu kontraksi dini, sehingga meningkatkan risiko keguguran. Namun, kadar bromelain dalam satu buah nanas segar utuh tidak cukup tinggi untuk bisa menggugurkan kandungan. Untuk mencapai efek ini, ibu hamil harus makan sekaligus 7-10 buah nanas segar utuh ukuran sedang dalam sekali waktu makan. Mustahil, bukan?

Mitos makan nanas bikin aliran darah menstruasi lebih deras, hingga nanas membuat rasa vagina atau sperma lebih manis juga sudah dibantah keras-keras oleh dunia medis.

4. Makan durian bisa bikin mabuk dan kolesterol tinggi

Buah durian dikatakan bisa membuat mabuk karena mengandung alkohol dan juga meningkatkan kolesterol. Ternyata ini tidak benar.

Per 100 gram buah durian (2-3 biji) mengandung 150 kalori yang sudah cukup untuk memenuhi 7% kebutuhan kalori Anda dalam sehari. Namun, durian tidak mengandung kolesterol sama sekali alias 0% kolesterol. Durian justru kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu menurunkan kadar lemak trigliserida dan kolesterol jahat LDL dalam darah. Karena itu, orang yang punya kondisi kolesterol tinggi boleh saja makan buah durian, tapi tidak berlebihan. Buah durian juga sama sekali tidak mengandung alkohol, sehingga tentu tidak akan membuat Anda benar-benar mabuk layaknya mabuk miras.

Meski begitu, ini bukan alasan bagi Anda jadi menggelar pesta duren. Pasalnya, kalori dan gula dalam duren cukup tinggi. Durian juga mengandung sedikit lemak jenuh yang berpotensi bahaya jika dikonsumsi terlalu banyak. Makan durian cukup sewajarnya saja, ya!

5. Orang diabetes tidak boleh makan buah

Pengidap diabetes biasanya tidak disarankan untuk makan yang manis-manis. Akan tetapi, buah-buahan sebenarnya sangat penting untuk dikonsumsi oleh para diabetesi.

Makan buah yang manis-manis tidak akan langsung melonjakkan gula darah Anda karena kandungan seratnya membantu perut mencerna makanan dengan lebih perlahan.

Buah juga menjadi sumber antioksidan yang sangat penting untuk membantu menghindari kerusakan sel yang diakibatkan oleh peradangan akibat stres oksidasi. Stres oksidasi dipercaya berperan meningkatkan risiko komplikasi dari diabetes.

6. Makan buah harus saat perut kosong

Orang Indonesia percaya bahwa waktu terbaik makan buah adalah saat perut kosong, yaitu satu am sebelum dan sesudah makan. Katanya, makan buah saat perut sudah terisi makanan justru membuat kandungan gizi buah jadi tidak bisa terserap dengan baik. Makan buah saat sudah kenyang juga dipercaya dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Nyatanya, buah boleh dikonsumsi kapan saja. Tidak ada penelitian yang dapat menjelaskan bahwa makan buah saat perut kenyang bisa menyebabkan hal-hal di atas. Makan buah saat perut sudah terisi justru dapat mencegah Anda ngidam ngemil makanan junkfood karena membuat Anda kenyang lebih lama.

Kandungan gizi makanan dan buahnya juga tidak akan terpengaruh karena kerja sistem pencernaan untuk mengambil nutrisinya akan tetap sama saja ketika makan buah saat perut kosong atau sudah terisi.

7. Minum jus buah sama sehatnya dengan makan buah

Banyak orang yang memilih minum jus buah karena lebih ringkas daripada harus mencuci, mengupas, dan memotong buah. Jus buah murni memang sehat, tapi efeknya tetap tidak akan sebaik seperti makan buah segar utuh.

Proses pembuatan jus akan menghilangkan sebagian besar kandungan serat dan nutrisi alami buah. Ditambah lagi, jus kemasan biasanya diolah dengan banyak gula tambahan yang bisa meningkatkan risiko diabetes, termasuk pada anak-anak.

Sebuah penelitian menemukan bahwa minum jus buah justru dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, makan buah segar utuh dapat menurunkan risiko diabetes.

Check Also

Ingin Tidur Lebih Nyenyak? Coba Deh Kamu Mandi Malam!

  MANDI memang dapat membuat tubuh terasa bersih dan segar. Apalagi jika mandi dilakukan setelah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: