_
Home / Ragam / Gaya Hidup / Asal Mula Bubble Tea, Minuman Paling Hits di Dunia
Minuman bubble tea paling populer di dunia (Foto: Newyorktour)

Asal Mula Bubble Tea, Minuman Paling Hits di Dunia

agregasi

 

SIAPA yang tidak tahu minuman teh segar bubble tea? Semua tentu tahu dan menyukai minuman yang berasal dari Taiwan yang sering disertai dengan mutiara atau topping lainnya ini.

Sampai saat ini, minuman berbahan dasar teh, susu, gula, es, yang dicampur bola-bola berwarna hitam itu memang masih laris manis di Indonesia. Bahkan hingga saat ini, banyak toko dan kedai yang menjual minuman tersebut dengan nama berbeda-beda dan berbagai varian bubble tea dari yang original hingga rasa terbaru.

Memang efek menyegarkan dari bubble tea membuat masyarakat ketagihan untuk meminum minuman ini. Bubble tea menawarkan rasa yang light sehingga sangat pas jika diminum sebagai pencuci mulut sehabis makan karena tidak meninggalkan bekas rasa yang begitu pekat di lidah.

Meski sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, apakah kamu sudah tahu fakta dibalik minuman ini? Yuk, simak sembilan fakta seputar bubble tea seperti dilansir dari Goody Feed, Rabu (2/1/2019) berikut ini.

1. Bubble tea pertama kali muncul di Singapura pada tahun 1992

Bubble tea pertama kali diperkenalkan di Singapura pada tahun 1992. Toko bubble tea pertama dibuka di Marina Square, dan saat itu mereka lebih seperti kafe. Dan baru pada tahun 2001 minuman tersebut menjadi sangat pupuler.

2. Dahulu bubble tea disebut boba tea yang artinya payudara besar

Saat pertama kali ada di Singapura pada 1992. Bubble tea memiliki nama boba tea. Ada dua ukuran mutiara, yaitu mutiara besar dan mutiara mini. Rupanya, istilah boba tea muncul karena awalnya menggunakan mutiara kecil. Namun, beberapa pria memutuskan untuk membuat mutiara besar dan menyebutnya “boba”. Sebenarnya boba adalah bahasa gaul untuk payudara besar dalam bahasa Cina.

3. Tidak hanya menjadi kegemaran orang Asia, tetapi dunia

Percaya atau tidak, bubble tea kini telah menguasai dunia. Banyak bubble tea bermunculan di negara-negara non-Asia seperti Eropa dan Amerika, sehingga siswa internasional tidak lagi harus menderita ngidam selama berbulan-bulan saat berada di luar negeri. Yang lebih menarik adalah munculnya makanan non-minuman, seperti roti bubble tea, hot tea bubble tea, dan bubble tea pizza.

4. “Gelembung” dalam bubble tea bukanlah mutiara

“Gelembung” sebenarnya adalah buih yang Anda dapatkan dari mengocok minuman. Bubble tea yang paling otentik sebenarnya dibuat dengan teh hitam atau hijau yang baru diseduh, susu dan gula, dan kemudian Anda mengocok semuanya dengan es di dalam pengocok koktail. Mengocok teh ini lah yang memberikannya busa buih di atas minuman.

5. Bubble tea yang sebenarnya tidak dilengkapi dengan mutiara

Faktanya, bubble tea paling asli sebenarnya tidak mengandung mutiara. Ini adalah kesalahpahaman yang dimiliki banyak orang. Itu sebabnya penjual selalu bertanya, apakah Anda ingin memakai mutiara atau tidak.

6. Asal mula mutiara yang beracun

Mutiara terbuat dari tapioka, sejenis pati yang diekstrak dari tanaman singkong. Tumbuhan ini sangat umum di sumber makanan kita sehari-hari, tetapi tahukah Anda bahwa jika tidak ditangani dengan benar sebelum dikonsumsi, sisa sianida mungkin tertinggal?

Ini adalah senyawa beracun yang ketika dicerna dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, dan bahkan kelumpuhan. Tapi jangan khawatir, memasak sudah cukup untuk menghilangkan semua racun.

7. Sangat murah dan mudah untuk dibuat

Adanya berbagai rasa baru dan menarik membuat harga bubble tea cukup terbilang mahal. Tapi sebenarnya, bubble tea sangat mudah dan murah untuk dibuat lho! Anda hanya perlu membelu bubble di supermarket, merebusnya dengan air gula, dan kemudian menambahkannya ke teh favorit Anda. Cukup mudah bukan?

8. Bubble tea memiliki tinggi kalori

Meski memiliki cita rasa yang lezat, ternyata bubble tea mengandung banyak kalori. Bahkan tanpa topping, teh itu sendiri dapat mengandung satu ton gula dan rasa buatan. Selain itu, seperempat cangkir bubble menambah lebih dari 100 kalori. Bahkan bisa menambah dengan mudah hingga 300 kalori.

Bubble tea juga mengandung rendah vitamin, rendah mineral, dan rendah serat. Bubble hanya menyediakan sejumlah kalori kosong. Karena itu, Anda cenderung menjadi sembelit setelah mengonsumsi bubble tea.

9. Meski tinggi kalori, bubble tea juga bisa menjadi minuman sehat

Bubble tea yang dibuat secara tradisional dengan bahan-bahan buatan, teh nya tidak segar, dan banyak gula yang digunakan membuat persepsi umum bahwa bubble tea termasuk minuman yang tidak terlalu sehat.

Tapi, tahukah Anda bahwa bubble tea juga bisa menjadi minuman sehat. Caranya, ketika membeli bubble tea, mintalah kadar gula lebih rendah, mintalah susu segar sebagai pengganti krim non-susu, mintalah bubble tea tanpa mutiara tapioka kenyal atau susu untuk mengurangi kalori, dan terakhir mintalah opsi topping yang lebih sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: