Breaking News
Home / Ragam / Gaya Hidup / 6 Cara yang Bisa Kamu Lakukan untuk Minimalisir Risiko Kanker Ovarium
Ilustrasi (Foto: today)

6 Cara yang Bisa Kamu Lakukan untuk Minimalisir Risiko Kanker Ovarium

agregasi
agregasi

 

TAK ada satu orang pun yang ingin terkena penyakit, apalagi kanker. Alasannya karena kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian. Kanker bisa menyerang siapa saja dan tidak mengenal usia, jenis kelamin, maupun golongan.

Akan tetapi, ada kanker yang hanya menyerang jenis kelamin tertentu. Contohnya kanker ovarium pada perempuan. Kanker ini biasanya terjadi pada perempuan di atas usia 62 tahun. Walau begitu setiap perempuan harus tetap waspada karena tetap ada kemungkinan untuk terserang di usia muda.

Sayangnya hingga kini belum ada cara pasti untuk skrining penyakit tersebut. Selain itu, ciri-ciri kanker ovarium juga masih terlalu umum. Beruntung ada beberapa cara yang bisa menurunkan risiko terkena penyakit tersebut.

Melansir Health, Senin (14/5/2018), inilah cara-cara yang bisa dilakukan:

Menggunakan alat kontrasepsi oral

Penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan yang meminum pil KB memiliki peluang lebih rendah untuk terkena kanker ovarium. Pil KB bisa memberikan perlindungan hingga 35 tahun dan risiko mulai berkurang setelah pil dimunum selama 3-6 bulan. Ada sebuah hipotesis yang mengatakan semakin banyak perempuan berovulasi maka semakin tinggi risikonya terkena kanker ovarium. Risiko itu bisa diturunkan dengan menggunakan alat kontrasepsi oral karena mencegah ovulasi.

Mengendalikan berat badan

Obesitas merupakan faktor risiko untuk sejumlah penyakit termasuk kanker ovarium. Risiko akan lebih besar bila obesitas terjadi di awal usia dewasa awal. Maka dari itu, usahakan untuk selalu mengendalikan berat badan dan mempertahankannya tetap ideal.

Makan sehat

Mengonsumsi makanan rendah lemak

Penelitian menunjukkan diet rendah lemak dapat menurunkan risiko kanker ovarium. Lemak hewani diyakini sebagai penyebab utama kanker tersebut. Untuk itu, perbanyaklah konsumsi sayuran, buah-buahan, dan makanan nabati lainnya. Sebaliknya, kurangi konsumsi daging merah.

Kehamilan dan menyusui

Proses ovulasi biasanya terhenti saat perempuan hamil dan menyusui. Hal ini secara otomatis menurunkan risiko kanker ovarium. Bahkan perempuan yang melahirkan bayi sebelum usia 26 tahun memiliki risiko yang lebih rendah, begitu juga dengan mereka yang memiliki banyak kehamilan.

Membatasi pengobatan kesuburan

Beberapa bukti menunjukkan bila obat kesuburan memiliki risiko untuk kanker ovarium. Biarpun terkadang dokter menggunakannya untuk membantu pasangan yang ingin memiliki anak, tetapi obat biasanya sudah dimodifikasi untuk meminimalkan risiko. Maka dari itu, ada baiknya penggunaan obat kesuburan harus dengan resep dokter.

Menghindari terapi hormon

Biarpun belum terbukti secara pasti, mencoba terapi hormon setelah menopause diyakini 0dapat meningkatkan risiko kanker ovarium. Terapi ini biasanya digunakan untuk mengurangi hot flash dan gejala lain. Beberapa ahli mengatakan terapi hormon dalam bentuk estrogen dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.

Check Also

Mau Cukur Kumis tapi Ada Jerawat, Begini Tips Aman Mencukurnya!

  MENCUKUR atau shaving adalah salah satu ritual perawatan atau rutinitas skincare yang sederhana. Namun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: