Home / Ragam / Kesehatan / 195 Juta Wanita Idap Penyakit Ginjal Kronis
WOL Photo/Ist

195 Juta Wanita Idap Penyakit Ginjal Kronis

WOL – dr Riri Andri Muzasti, MKed (PD) Sp.PD yang saat ini bertugas sebagai Staf Divisi Nefrologi dan Hipertensi sekaligus Staf Divisi Nefrologi dan Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam yang juga Kepala Unit HD RS USU, mengatakan penyakit ginjal menjadi salah satu penyebab kematian dini.

Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara dalam seminar Hari Ginjal Sedunia yang bertema ‘Kidney and Women Health Include, Value and Empower’ di Ruang Pertemuan Unit Hemodialisa lantai 4 RS USU Medan, Rabu (7/3).

dr Riri Andri Muzasti dalam paparannya antara lain menyebutkan penyakit Ginjal merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Dan berdasarkan data, Penyakit Ginjal Kronis (PGK) diidap sekitar 195 juta wanita di seluruh dunia.

Sementara PGK merupakan penyebab kematian utama ke-8 pada wanita, mendekati 600.000 kematian setiap tahunnya. PGK lebih cenderung terjadi pada wanita, dengan prevalensi rata-rata 14% pada wanita dan 12% pada pria.

Berdasarkan penelitian, sebut dr Riri, perkembangan PGK lebih lambat pada wanita dibandingkan pria. Jumlah wanita yang menjalani dialisis lebih rendah dari jumlah pria. Beberapa penyakit ginjal yang sering pada wanita yakni Nefritis lupus adalah penyakit ginjal akibat penyakit autoimun. Kemudian Pielonefritis adalah infeksi pada satu atau kedua ginjal serta infeksi saluran kemih.

Penyakit gagal ginjal pada wanita hamil, kata dr Riri juga sangat berisiko besar. Hal itu akan mengurangi kesuburan tetapi konsepsi masih dapat mungkin terjadi. Sementara pada wanita yang berhasil di transplantasi, kesuburan bisa dipulihkan dan kemungkinan kelahiran akan meningkat.

Dibutuhkan kesadaran yang lebih tinggi tentang PGK Dibutuhkan kesadaran yang lebih tinggi tentang PGK pada kehamilan, untuk mengidentifikasi PGK tepat waktu , dan penatalaksanaan selama dan sesudah kehamilan. Diakuinya, kehamilan yang tak terpelihara akan menyebabkan pertumbuhan janin terganggu.

Sama halnya pada kelahiran prematur, apalagi yang immature. Walaupun kemampuan untuk memelihara BBLSR sudah sangat maju dewasa ini. Jumlah nefron yang rendah saat lahir, tidak akan mungkin bertambah lagi. Sementara kesehatan ibu hamil merupakan salah satu upaya pencegahan PGK, HT, DM di masa depan.

Pada kesempatan itu, dr Riri menyampaikan, dibutuhkan kesadaran yang tinggi, diagnosis yang tepat waktu dan penanganan PGK yang tepat pada kehamilan. Kehamilan mungkin merupakan kesempatan yang baik untuk diagnosis dini PGK, sehingga memungkinkan perencanaan intervensi terapeutik. (wol/ags/rls/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

RS USU Dukung Rakernas Kemenristek Dikti 2018

MEDAN, WOL – Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara menjadi salah satu pendukung utama suksenya pelaksanaan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: