Home / Pemilu / Timses Jokowi-Ma’ruf Antisipasi Kampanye Hitam di Medsos
Abdul Kadir Karding. (Foto: Okezone)

Timses Jokowi-Ma’ruf Antisipasi Kampanye Hitam di Medsos

Agregasi

 

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin‎ mengantisipasi adanya kampanye hitam atau black campaign muncul di media sosial (medsos) menjelang Pemilihan Presiden 2019.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menanggapi peluang masuknya terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Buni Yani‎, ke timses pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

“Bahwa apa pun yang nanti akan terjadi, misalnya di medsos dan lain sebagainya tentu, kami tetap bisa antisipasi walaupun sekali lagi kita berharap, kita tidak mengembangkan isu atau konten yang bisa memecah masyarakat,‎” kata Karding kepada Okezone, Senin (10/9/2018).

Ia berharap kampanye-kampanye yang dilakukan pasangan capres dan cawapres serta tim pemenangannya masing-masing dilakukan dengan santun dan beradab. Sehingga, kejadian politik identitas sewaktu Pilkada DKI Jakarta 2017 tidak‎ terulang di Pilpres 2019.

“Kita ingin pilpres ini berjalan secara demokratis dan juga secara keadaban,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Djoko Santoso selaku ketua tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga berencana mengajak Buni Yani masuk dalam tim pemenangan.

Buni Yani sendiri merupakan terpidana kasus pelanggaran UU ITE. Dia divonis bersalah karena terbukti mengubah video Ahok yang mengutip Surat Al Maidah Ayat 51.

Buni Yani divonis 1 tahun 6 bulan penjara karena terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar UU ITE. Buni Yani terbukti bersalah mengubah video Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengutip Surat Al Maidah Ayat 51 saat berpidato di Kepulauan Seribu.

Video yang telah diubah Buni Yani tersebut pun kemudian tersebar dan viral di media sosial. Atas video tersebut, Ahok kemudian dinyatakan bersalah karena telah menodakan agama. Ahok divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Check Also

Janji Tak Ada Atribut, TKN Jokowi-Ma’ruf Bentuk Crisis Center Gempa Palu

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin membentuk crisis center untuk membantu penanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: