Home / Pemilu / Survei Litbang Kompas Menunjukkan PAN Ungguli Nasdem dan PPP
Ilustrasi

Survei Litbang Kompas Menunjukkan PAN Ungguli Nasdem dan PPP

JAKARTA, Waspada.co.id – Partai Amanat Nasional (PAN) terus menunjukkan tren kenaikan elektabilitas di berbagai lembaga survei. Survei terbaru dari Litbang Kompas menunjukkan PAN berpotensi meraih elektabilitas sebesar 5,1 persen dengan margin error sebesar 2,2 persen.

Potensi kenaikan elektabilitas PAN di survei Litbang Kompas bulan Maret 2019 tersebut mengungguli raihan Partai Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Survei tersebut digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara tatap muka terhadap 2.000 responden.

Responden dipilih secara acak sederhana dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia. Tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error penelitian ini sebesar +/- 2,2 persen dengan kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Hasil survei Litbang Kompas itu dinilai sejalan dengan survei Polmark Indonesia yang juga mencatat tren kenaikan elektabilitas PAN beberapa waktu yang lalu. Menurut Polmark, elektabilitas PAN mencapai 5,9 persen dan berpotensi masuk jajaran 6 besar di Pemilu 2019.

“PAN justru punya capaian signifikan untuk lolos parliamentary threshold dengan elektabilitas sebesar 5,9 persen di atas partai berbasis massa Islam lainnya seperti PKS, PPP dan PBB,” kata CEO Polmark Eep Saefullah Fatah di Makassar, seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima VIVA, Kamis, 21 Maret 2019.

Survei Polmark dilakukan di 73 Dapil di seluruh Indonesia yang sebarannya meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Polmark meyakini surveinya merupakan yang paling komprehensif dengan responden mencapai 32 ribu orang.

Sebelumnya, Penelitian dan Pengembangan atau Litbang Kompas menggelar survei terbaru terkait Pemilu 2019 khususnya mengenai elektabilitas partai-partai politik dalam menghadapi pemilihan legislatif. Hasilnya, hanya enam partai yang mereka prediksi lolos ke DPR karena memenuhi syarat ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Seperti dikutip dari Harian Kompas, Kamis, 21 Maret 2019, enam partai tersebut antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 26,9 persen, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 17 persen, Partai Golongan Karya (Golkar) 9,4 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,8 persen, Partai Demokrat 4,6 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4,5 persen.

Sedangkan 10 partai lainnya tidak lolos yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) 2,9 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,7 persen, Partai Nasdem 2,6 persen, Partai Hanura 0,9 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,4 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,2 persen. Kemudian partai-partai baru seperti Partai Perindo 1,5 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,9 persen, Partai Berkarya 0,5 persen, dan Partai Garuda 0,2 persen.

PAN bersama dengan PPP, dan Nasdem memang termasuk partai yang elektabilitasnya tak melewati ambang batas parlemen sebesar empat persen. Tapi, apabila ditambah dengan tingkat margin of error +/- 2,2 persen, ketiga partai tersebut masih mempunyai peluang lolos ke DPR. (viva/ags/data2)

Check Also

Prabowo Tak Akan Temui Luhut, Ini Alasannya

JAKARTA, Waspada.co.id – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto disebut tidak akan menemui utusan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: