_
Home / Pemilu / Surat Suara Pemilu 2019 Dinilai Kurang Aksesibilitas bagi Tunanetra
ilustrasi

Surat Suara Pemilu 2019 Dinilai Kurang Aksesibilitas bagi Tunanetra

JAKARTA – Pemilihan Umum 2019 tinggal menghitung hari. Semua persiapan dari penyelenggara pemilu terus dilakukan demi menyukseskan pesta demokrasi tersebut. Persiapan juga dilakukan bagi para penyandang disabilitas.

Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DKI Jakarta Eka Setiawan mengatakan Pemilu 2019 agak rumit dibanding sebelumnya yang menjalankan lima pemilihan bersamaan yaitu pemilihan presiden-wakil presiden, DPR, DPD, DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Terlebih lagi dari sisi surat suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya menyediakan alat bantu braile atau template untuk surat suara pilpres dan DPD. Tidak disediakan untuk surat suara pemilihan legislatif tingkat provinsi dan kabupaten/kota sehingga menyulitkan penyandang tunanetra.

“Untuk teman tunanetra jujur saja surat suara sendiri memang belum akses. Memang untuk presiden untuk surat suara DPD ada alat bantunya template braille, tapi surat suaranya sendiri tidak cukup akses buat teman-teman tunanetra,” kata Eka saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (16/4/2019).

Seharusnya, kata Eka, surat suara tersebut memiliki tanda khusus. Dengan demikian kalangan tunanetra bisa melaksanakan pemungutan suara secara mandiri tanpa perlu khawatir salah mencoblos.

“Harapan kami memang harusnya ada tanda khusus, bagaimana kami bisa memasukkan itu bisa mandiri kayak simcard. Jadi kita tahu ada perbedaan di situ, jadi ketika teman-teman memasukkan template braille pas surat suara. (Kalau surat suara ini) jadi ada kemungkinan terbalik kalau tidak dibantu,” ucap Eka.

Maka itu, ia menilai para penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, belum bisa mandiri dalam melakukan pemilihan di TPS Pemilu 2019.

“Kalau dibantu (petugas) kan tingkat kemandirian kita gimana, karena pemenuhan hak suara itu kan diri sendiri. Ke depan kita berharap bisa mendapat sarana yang aksesibel karena yang paling pokok itu kan surat suara,” tuturnya.

Meski demikian, Eka mengakui sejauh ini penyelenggara pemilu atau KPU sudah berusaha maksimal dengan melibatkan kelompok difabel, khususnya tunanetra, di setiap tahapan pemilu. Untuk itu, pihaknya akan memastikan ketika pelaksanaan di lapangan.

“Ini akan jadi bahan evaluasi kami, bagaimana KPPS melayani disabilitas. Kan ketika bicara akses kan bukan sarananya saja, tapi juga akses petugas. Ini akan kita evaluasi besok,” tuturnya.

Check Also

Ihwan Ritonga Dapat Restu Maju Pilkada Medan 2020

MEDAN, Waspada.co.id – Pemilihan Umum (pemilu) memang sudah selesai. Masing-masing partai politik pun mengklaim sebagai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: