_
Home / Pemilu / Resmi Jadi Wapres, MUI Minta Ma’ruf Amin Lepas Jabatan Ketum
KH Ma'ruf Amin. (Ist)

Resmi Jadi Wapres, MUI Minta Ma’ruf Amin Lepas Jabatan Ketum

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis menyebut calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin harus melepaskan jabatannya sebagai Ketum MUI setelah ada keputusan yang menetapkannya sebagai wakil presiden definitif mendampingi Joko Widodo.

Ma’ruf Amin sendiri diketahui masih aktif menjabat sebagai Ketua Umum MUI sampai saat ini meskipun maju sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019.

“Sekarang belum dibahas, tapi yang lalu kita sepakat bahwa beliau dilanjutkan sampai penetapan [wapres], kalau sudah ditetapkan ya [sesuai] di AD/ART kita, memang harus keluar, karena memilih sebagai wapres,” kata Cholil saat ditemui di Kantor MUI, Menteng, Jakarta, Rabu (29/5).

Lebih lanjut, Cholil menjelaskan terdapat tiga opsi terkait prosedur untuk mengganti posisi Ma’ruf sebagai Ketum MUI. Keputusan opsi mana yang akan diambil, kata dia, akan ditentukan dalam forum rapat pengurus harian MUI.

Opsi pertama, Cholil menyatakan mekanisme Musyawarah Nasional (Munas) MUI sebagai forum tertinggi untuk memilih ketum akan dipercepat. Hal itu bertujuan agar Ketua Umum MUI definitif dapat dipilih dan diketahui secara cepat oleh seluruh pengurus MUI di seluruh Indonesia.

“Kalau sekarang mungkin kalau Kiai Ma’ruf memilih untuk jadi wapres, artinya kalau tak dimungkinkan untuk dilakukan Munas seperti biasanya, ya Munas dipercepat,” kata Cholil.

Opsi kedua, kata dia, adalah mengangkat wakil ketua umum MUI sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum hingga digelar munas pada Juli 2020 mendatang.

Diketahui, terdapat dua tokoh yang kini menempati posisi wakil ketua umum MUI, yakni Yunahar Ilyas dan Zainut Tauhid Sa’adi. “Kalau enggak ya diganti oleh salah satu wakil ketum sebagai plt,” kata Cholil.

Tak hanya itu, opsi terakhir yakni tetap mempertahankan Ma’ruf Amin untuk menjabat sebagai Ketua Umum MUI hingga digelar forum Munas pada Juli 2020 mendatang. “Ada kemungkinan ini dibiarkan beliau [Ma’ruf] sampai dengan Munas, sampai jadi Munas, karena beliau menyelesaikanlah kepengurusan ini sampai selesai,” kata dia.

Cholil berkaca bahwa Ma’ruf sendiri tak merasa terganggu dengan ‘dua jabatannya’ belakangan ini, yakni sebagai cawapres maupun sebagai Ketum MUI.

Meski begitu, opsi terakhir ini tergantung sesuai dengan kemampuan Ma’ruf dalam mengelola dua organisasi secara bersamaan. “Tapi kalau MUI masih berjalan dan beliau menunggu sampai waktunya, ya sampai habis aja [kepengurusannya],” kata dia. (cnnindonesia/ags/data2)

适适

Check Also

Gerindra: Sinyal Prabowo Akan Kembali Nyapres di 2024 Kuat Sekali

  JAKARTA – Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI, Syarif memberikan sinyal kuat bahwa Ketua ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.